LOMBOK BARAT, WNN.CO.ID – Kepulan asap dan kobaran api dari KMP Putri Yasmin memicu operasi penyelamatan besar-besaran di perairan Selat Lombok, Rabu (12/8/2026) dini hari. Kapal penumpang yang tengah berlayar dari Pelabuhan Padang Bai, Bali, menuju Pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, itu terbakar sekitar pukul 04.15 Wita.
Hingga perkembangan terakhir, Tim SAR Gabungan telah mengevakuasi sebanyak 173 orang dari insiden tersebut. Dari jumlah tersebut, sebanyak 172 orang dinyatakan selamat, sementara satu orang meninggal dunia.
Meski sebagian besar penumpang dan kru telah berhasil dievakuasi, operasi SAR belum dinyatakan selesai. Tim SAR Gabungan masih melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian untuk memastikan tidak ada korban lain yang tertinggal maupun belum ditemukan.
Data tersebut disampaikan Kantor SAR Mataram berdasarkan pendataan sementara di Posko SAR. Angka korban masih dapat berubah seiring proses pencarian, pendataan, dan verifikasi di lapangan.
Insiden terjadi ketika KMP Putri Yasmin sedang dalam perjalanan dari Pelabuhan Padang Bai menuju Pelabuhan Lembar. Laporan mengenai kebakaran diterima Kantor SAR Mataram sekitar pukul 04.39 Wita, setelah api dilaporkan muncul di kapal sekitar pukul 04.15 Wita.
Situasi darurat membuat proses evakuasi harus dilakukan dengan cepat. Penumpang dan kru kapal dievakuasi menggunakan sejumlah kapal yang berada di sekitar lokasi, sementara tim SAR bergerak menuju titik kejadian.
Kantor SAR Mataram mengerahkan KN SAR 220 Mataram, sementara dukungan juga datang dari berbagai unsur lain. Kantor SAR Denpasar turut mengirimkan KN SAR Arjuna dan helikopter SGi Air Bali untuk memperkuat operasi pencarian dan evakuasi.
Helikopter SGi Air Bali bahkan diterbangkan menuju area pencarian pada pagi hari untuk membantu pemantauan dari udara. Dukungan udara tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan pencarian di perairan Selat Lombok.
Selain armada SAR, sejumlah kapal turut dilibatkan dalam operasi penyelamatan. Di antaranya KMP Portlink II, KAL Lembar, kapal yacht No Comment dan Still Here, speedboat Polairud, serta sejumlah perahu karet untuk menjangkau korban di sekitar lokasi.
Keterlibatan kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat proses penyelamatan. Tim SAR juga berkoordinasi dengan TNI AL, Ditpolairud Polda NTB, Polres Lombok Barat, Syahbandar Pelabuhan Lembar, tim medis, awak kapal, masyarakat, serta berbagai unsur terkait lainnya.
Operasi penyelamatan berlangsung secara terpadu dengan fokus utama memastikan para korban segera keluar dari area berbahaya dan mendapatkan penanganan yang diperlukan.
Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, menegaskan seluruh unsur yang terlibat masih berada dalam status siaga penuh.
“Fokus utama kami saat ini adalah memastikan keselamatan seluruh penumpang dan kru kapal. Tim SAR gabungan masih terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian untuk mengantisipasi adanya korban lain yang mungkin belum dievakuasi,” ujar Hariyadi dalam keterangan resminya.
Menurut Hariyadi, koordinasi lintas instansi juga terus diperkuat untuk mempercepat penanganan keadaan darurat.
“Kami juga berkoordinasi secara intensif dengan seluruh unsur terkait guna mempercepat proses penanganan darurat ini,” katanya.
Hingga berita ini ditulis, sebanyak 173 orang telah berhasil dievakuasi dari insiden kebakaran KMP Putri Yasmin. Dari jumlah tersebut, 172 orang selamat dan satu orang meninggal dunia.
Kantor SAR Mataram menyatakan data tersebut masih bersifat sementara. Pembaruan jumlah korban akan dilakukan secara berkala sesuai hasil pendataan di Posko SAR dan perkembangan operasi di lapangan.
Hal ini menjadi penting karena proses evakuasi tidak hanya menyangkut penyelamatan korban, tetapi juga memastikan seluruh penumpang dan kru yang berada dalam manifes maupun yang telah dievakuasi dapat teridentifikasi dengan benar.
Sejumlah laporan media juga mencatat adanya perbedaan antara jumlah orang yang tercatat dalam manifes awal dengan jumlah korban yang kemudian berhasil dievakuasi. Karena itu, proses verifikasi data masih menjadi bagian penting dari operasi SAR.
Tim SAR hingga kini masih menyisir kawasan perairan Selat Lombok. Pencarian dilakukan untuk memastikan tidak ada korban yang terlewat, sekaligus mengantisipasi kemungkinan adanya penumpang atau kru yang belum terdata.
Kebakaran KMP Putri Yasmin kembali menempatkan keselamatan pelayaran di Selat Lombok dalam sorotan. Jalur yang menghubungkan Bali dan Lombok tersebut merupakan salah satu lintasan penyeberangan penting bagi masyarakat maupun kendaraan.
Namun, di tengah proses evakuasi yang masih berlangsung, prioritas utama seluruh unsur penyelamat tetap pada keselamatan manusia.
Muhamad Hariyadi memastikan tim SAR gabungan akan terus bekerja hingga proses pencarian dan penanganan korban dinyatakan selesai.
“Kami akan terus memperbarui data secara berkala seiring dengan perkembangan proses pencarian dan evakuasi di lapangan,” ujar Hariyadi.
Dengan 173 orang telah dievakuasi, operasi penyelamatan KMP Putri Yasmin kini memasuki tahap pencarian dan verifikasi lanjutan.
Tim SAR Gabungan masih bergerak di perairan Selat Lombok untuk memastikan seluruh penumpang dan kru kapal berhasil ditemukan serta mendapatkan penanganan.(wnn02)







