MATARAM, WNN.CO.ID – Pada tahun 2023 ini, setidaknya ada 7 (tujuh) desa yang ada di Provinsi NTB akan didorong untuk menjadi pilot project Desanomic atau Desa Industri dengan berbagai hasil komoditi sektoral seperti kelautan, perikanan, pertanian, perkebunan, hingga kerajinan.
Hanya saja, tidak disebutkan secara detail desa mana saja yang akan dijadikan sebagai pilot project Desanomic tersebut. Tapi yang jelas, Pemprov NTB melalui Dinas Perindustrian NTB melakukan inovasi ini tak lain untuk mendukung berkembangnya sektor industri hingga ke desa-desa.
Kadis Perindustrian NTB, Nuryanti mengungkapkan, Desanomic merupakan sebuah terobosan baru yang digagas Pemprov NTB melalui Dinas Perindustrian NTB, di mana desa yang memiliki potensi ekonomi yang dapat dikembangkan atau dimaksimalkan. ‘’Desa potensial secara ekonomi akan kita maksimalkan, tentunya diselaraskan juga dengan dunia industri dan pasarnya,’’ ungkapnya.
Nuryanti menjelaskan, Desanomic yang diinisiasi ini memiliki tujuan utama untuk memaksimalkan potensi satu desa tertentu. ‘’Di desa tidak harus banyak produk, tetapi desa harus memiliki satu keunggulan produk untuk dibangun ekosistemnya,’’ jelasnya.
Untuk menembus pasar luar dan besar seperti Malaysia dan Singapura, lanjut Nuryanti, diperlukan hilirisasi industri serta keberlanjutan produksi dengan kata lain terlebih dahulu barang mentah diolah menjadi produk semijadi kemudian dipasarkan secara massif.
Jadi, guna mewujudkan semua itu, pihaknya berinisiatif akan memaksimalkan keberadaan masing-masing BUMDes untuk selanjutnya didorong bermitra bersama pelaku industri/UMKM guna menyerap produk/komoditi unggulan desa tersebut. ‘’Jadi, memang harus ada rantai panjang agar pendapatan itu merata. Dari masyarakat ke IKM kemudian ke BUMDes selanjutnya BUMDes ke pasar,’’ ujarnya.(wnn06)







