Pantau Harga Pangan Saat Safari Ramadan di KSB, Gubernur NTB Dorong Sekolah Jadi Sentra Produksi Cabai

- Jurnalis

Jumat, 13 Maret 2026 - 08:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal saat menyusuri lorong-lorong Pasar Tana Mira di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dalam rangkaian Safari Ramadan Pemprov NTB.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal saat menyusuri lorong-lorong Pasar Tana Mira di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dalam rangkaian Safari Ramadan Pemprov NTB.

SUMBAWA BARAT, WNN.CO.ID — Aktivitas jual beli di Pasar Tana Mira, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), tampak lebih ramai dari biasanya pada Jumat pagi (13/3/2026). Di tengah hiruk pikuk pedagang dan pembeli, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal bersama Bupati Sumbawa Barat, Amar Nurmansyah menyusuri lorong-lorong pasar dalam rangkaian Safari Ramadan.

Kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi. Gubernur Iqbal memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memantau langsung perkembangan harga dan pasokan bahan pangan menjelang Ramadan.

Dari lapak ke lapak, ia berdialog dengan para pedagang. Sejumlah komoditas utama menjadi fokus pemantauan, mulai dari cabai, minyak goreng, beras, gula, hingga berbagai jenis kacang-kacangan.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus memahami dinamika distribusi pangan di tingkat pasar.

Usai peninjauan, Gubernur Iqbal menyampaikan bahwa sebagian besar komoditas pokok yang berada dalam kewenangan pemerintah masih berada dalam kondisi relatif stabil.

Menurutnya, beberapa komoditas strategis bahkan masih berada di bawah harga acuan pemerintah. “Gula, minyak goreng, kemudian beras juga relatif harganya sama dengan harga acuan atau bahkan di bawah harga acuan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, stabilitas tersebut tidak lepas dari peran pemerintah melalui BULOG dalam melakukan intervensi pasar ketika diperlukan. Upaya ini dinilai efektif menjaga keseimbangan harga sekaligus memastikan ketersediaan pasokan di masyarakat.

Berbeda dengan komoditas yang diatur pemerintah, harga cabai masih cenderung fluktuatif karena sepenuhnya dipengaruhi mekanisme pasar.

Menurut Gubernur Iqbal, kondisi cuaca yang tidak menentu turut memengaruhi produksi dan waktu panen petani. “Sebagian petani masih menunda panen sambil menunggu kondisi cuaca lebih stabil. Ini tentu berdampak pada pasokan di pasar,” jelasnya.

Ketika pasokan berkurang sementara permintaan meningkat, harga cabai di pasar pun menjadi lebih mudah bergejolak. Untuk mengantisipasi fluktuasi harga di masa depan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB menyiapkan langkah inovatif dengan memperkuat produksi cabai melalui sektor pendidikan.

Program ini akan melibatkan SMA dan SMK di seluruh NTB sebagai pusat produksi hortikultura, khususnya cabai. Dengan jumlah lebih dari 200 sekolah, pemerintah berharap tercipta sentra-sentra produksi baru yang mampu memperkuat pasokan cabai di daerah.

Selain menjadi sumber produksi, sekolah juga diharapkan menjadi champion komoditas cabai, sekaligus sarana pembelajaran kewirausahaan dan pertanian bagi para siswa.

Di sisi lain, Pemprov NTB juga terus mendorong petani di seluruh kabupaten dan kota untuk meningkatkan produksi hortikultura.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah daerah untuk menjaga ketahanan pangan sekaligus memastikan harga bahan pokok tetap stabil di pasar.

Dengan peningkatan produksi lokal, kebutuhan masyarakat diharapkan dapat terpenuhi secara berkelanjutan tanpa terlalu bergantung pada pasokan dari luar daerah.(wnn01)

Berita Terkait

Anggaran Tanah KSB Melonjak Rp163 Miliar, FPT Laporkan Dugaan Korupsi ke Polres
Simpan Sabu 26,44 Gram di Hotel, Terduga Pengedar Diciduk Polisi di Sambelia Lombok Timur
212 Penumpang Berhasil Dievakuasi, Lima Orang Masih Dicari Usai KMP Putri Yasmin Terbakar
173 Orang Dievakuasi dari KMP Putri Yasmin yang Terbakar, Tim SAR Masih Cari Korban Lain
KMP Putri Yasmin Terbakar di Selat Lombok, Kapal dan Helikopter Dikerahkan Evakuasi Penumpang
Jaga Rinjani dari Karhutla, Polsek Sembalun Ingatkan Pendaki Soal Puntung Rokok hingga Api Unggun
Bukan Sekadar Festival, Jeruk Manis Merawat Tradisi dan Kemandirian di Kaki Rinjani
Jenazah Tanpa Identitas Ditemukan di Bukit Terengan Lombok Utara, Begini Awal Penemuannya

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 11:01 WIB

Anggaran Tanah KSB Melonjak Rp163 Miliar, FPT Laporkan Dugaan Korupsi ke Polres

Jumat, 14 Agustus 2026 - 10:03 WIB

Simpan Sabu 26,44 Gram di Hotel, Terduga Pengedar Diciduk Polisi di Sambelia Lombok Timur

Kamis, 13 Agustus 2026 - 10:02 WIB

212 Penumpang Berhasil Dievakuasi, Lima Orang Masih Dicari Usai KMP Putri Yasmin Terbakar

Rabu, 12 Agustus 2026 - 16:07 WIB

173 Orang Dievakuasi dari KMP Putri Yasmin yang Terbakar, Tim SAR Masih Cari Korban Lain

Rabu, 12 Agustus 2026 - 08:34 WIB

KMP Putri Yasmin Terbakar di Selat Lombok, Kapal dan Helikopter Dikerahkan Evakuasi Penumpang

Rabu, 12 Agustus 2026 - 03:02 WIB

Bukan Sekadar Festival, Jeruk Manis Merawat Tradisi dan Kemandirian di Kaki Rinjani

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:01 WIB

Jenazah Tanpa Identitas Ditemukan di Bukit Terengan Lombok Utara, Begini Awal Penemuannya

Selasa, 11 Agustus 2026 - 15:09 WIB

Ekonomi NTB Tak Lagi Bergantung Tambang, Gubernur Iqbal dan Komisi VII DPR RI Dorong Hilirisasi dan Pariwisata Berkualitas

Berita Terbaru

Indrajitu Slot Indrajitu Slot Gacor indrajitu sateslot ayambet slot gacor hari ini acong88 ayambet sate slot indrajitu megaforwin nasgorbet Ayambet Indrajitu Megaforwin Nasgorbet Sateslot https://103.123.158.92/vvip/ Ayambet Indrajitu Megaforwin Sateslot Bimatoto Plnslot Buditogel Nasgorbet Acong88 Ayambet Indrajitu Megaforwin Nasgorbet Plnslot Sateslot Ayambet Indrajitu Megaforwin Nasgorbet Sateslot gacor slot terpercaya sibela Indrajitu Indrajitu