LOMBOK UTARA, WNN.CO.ID – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dr. Ir. Dadan Hindayana, memberikan apresiasi tinggi kepada para pemilik dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai telah berjasa bagi negara melalui kontribusi nyata dalam mendukung program pemenuhan gizi nasional.
Hal tersebut disampaikan Dadan saat menghadiri peresmian nasional dapur 3T atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) daerah terpencil di Desa Genggelang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), yang berada di kawasan kaki Gunung Rinjani.
Peresmian tersebut digelar oleh Dewan Pengurus Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPD HKTI NTB) bersama sejumlah BUMN.
Dalam sambutannya, Dadan menyebut capaian pembangunan dapur MBG di Indonesia sebagai salah satu prestasi tercepat di dunia.
Hingga saat ini, kata dia, telah berdiri sebanyak 28.634 dapur MBG yang melayani sekitar 62,3 juta penerima manfaat tanpa menggunakan dana APBN.
“Brazil saja membutuhkan waktu sekitar 11 tahun untuk melayani lebih dari 40 juta masyarakat. Indonesia baru 1,5 tahun sudah mampu membangun puluhan ribu dapur,” ujar Dadan.
Ia menegaskan, keberhasilan tersebut tidak lepas dari kontribusi masyarakat, lembaga, hingga pelaku usaha yang rela membangun dapur secara mandiri demi membantu pemerintah menyukseskan program MBG.
“Ini semua berkat jasa dan kontribusi pemilik dapur yang berkorban dengan berbagai cara untuk membantu pemerintah. Karena itu, kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat yang mau membangun dapur,” katanya.
Di tengah berbagai sorotan terhadap pelaksanaan program MBG dan dinamika di lapangan, Dadan menilai hal tersebut sebagai sesuatu yang wajar mengingat program ini masih tergolong baru.
“BGN juga merupakan badan baru yang terus berbenah dan memperbaiki layanan,” ujar salah satu mitra MBG dalam kesempatan yang sama.
Dukungan terhadap program MBG juga disampaikan Komisaris Independen Krakatau Steel, yang juga Ketua DPD HKTI NTB, H. Willgo Zainar.
Ia menilai program tersebut penting untuk memperkuat kualitas gizi generasi muda menuju visi Indonesia Emas 2045.
Selain fokus pada sektor hulu pertanian, insan HKTI juga diharapkan dapat mengambil peran di sektor hilir sebagai off taker hasil pertanian masyarakat.
Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan tema utama BGN tahun ini, yakni “Penuhi Gizi Seimbang dari Pangan Lokal”.
Program MBG diketahui melibatkan banyak pihak, mulai dari institusi, lembaga pemerintah, masyarakat, hingga BUMN seperti Krakatau Steel, yang turut berkontribusi membangun dapur secara mandiri tanpa mengandalkan dana APBN demi mendukung program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.(wnn02)







