BIMA, WNN.CO.ID — Duka menyelimuti Desa Rato, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Seorang balita bernama Muhammad Ibad Andillah (4 tahun) dilaporkan hilang setelah diduga terseret arus Sungai Kampo Sigi pada Senin kemarin (2/3/2026). Hingga Selasa (3/3/2026), proses pencarian masih terus berlangsung.
Informasi awal diterima oleh Kantor SAR Mataram melalui Sekretaris Desa Rato, Abdul Majid. Berdasarkan laporan, korban sebelumnya bermain di bantaran sungai bersama teman-temannya. Ia kemudian berenang seorang diri sebelum arus sungai yang cukup deras menyeretnya dan menghilang dari pandangan.
Merespons laporan tersebut, tim dari Pos SAR Bima langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Setibanya di tempat, Tim SAR Gabungan segera melakukan penyisiran intensif di sekitar titik terakhir korban terlihat.
Namun hingga pukul 22.00 Wita di hari pertama pencarian, hasilnya masih belum membuahkan titik terang. Operasi dihentikan sementara untuk evaluasi dan dilanjutkan kembali pada Selasa pagi pukul 06.00 Wita dengan strategi yang diperluas.
Koordinator Pos SAR Bima, M. Firdaus, mewakili Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, menjelaskan bahwa pada hari kedua operasi, area pencarian dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU).
“SRU 1 melakukan penyisiran sepanjang 5,91 kilometer dari titik awal kejadian. Sementara SRU 2 menyisir ke arah hilir sungai sejauh 2 nautical mile,” ujarnya.
Operasi kemanusiaan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari Tim Rescue Pos SAR Bima, TNI, Polri, BPBD Kota Bima, Tagana, Babinsa Desa Rato, hingga masyarakat setempat yang turut bahu-membahu dalam upaya pencarian.
Hingga berita ini diturunkan, pencarian masih terus dilakukan dengan harapan korban segera ditemukan. Dukungan dan doa dari masyarakat menjadi penguat bagi keluarga serta tim yang bertugas di lapangan.(wnn16)







