Budidaya Lele di Mushalla Baiturrahman Jadi Inspirasi Ketahanan Pangan, Harapkan Dukungan TJSL PLN EG

- Jurnalis

Selasa, 4 Agustus 2026 - 07:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Forum Kebangsaan, Samianto.

Presiden Forum Kebangsaan, Samianto.

Oleh: Samianto, Presiden Forum Kebangsaan |

DI TENGAH berbagai tantangan ekonomi dan naik-turunnya harga kebutuhan pokok, ketahanan pangan sering dipandang sebagai pekerjaan besar yang hanya bisa diwujudkan melalui kebijakan pemerintah atau proyek berskala nasional.

Padahal, semangat membangun kemandirian pangan justru dapat lahir dari ruang-ruang sederhana yang dekat dengan masyarakat, termasuk dari sebuah mushalla.

Itulah yang sedang diperlihatkan Mushalla Baiturrahman.

Rumah ibadah ini tidak hanya menjadi tempat umat bersujud dan memperkuat spiritualitas, tetapi juga mulai bertransformasi menjadi pusat pemberdayaan masyarakat melalui budidaya ikan lele.

Sebuah langkah sederhana, namun sarat makna, yang menunjukkan bahwa ibadah dan ikhtiar sosial dapat berjalan beriringan.

Semangat tersebut diwujudkan melalui kerja sama gotong royong para pengurus mushalla yang tergabung dalam program SIMPONI.

Dipimpin langsung Ketua Dewan Kemakmuran Mushalla (DKM) bersama imam besar, mereka bahu-membahu membangun kolam budidaya lele berukuran panjang lima meter, lebar satu meter, dan kedalaman sekitar 80 cm.

Hanya dalam satu hari, mulai pukul 07.00 hingga 17.30 WIB, kolam berkapasitas sekitar 1.000 ekor lele itu berhasil diselesaikan.

Pemandangan halaman mushalla pun berubah. Lahan yang sebelumnya kosong kini memiliki fungsi baru sebagai ruang produktif yang bukan hanya mempercantik lingkungan, tetapi juga menjadi simbol lahirnya harapan baru bagi masyarakat sekitar.

Di sela lantunan azan yang menenangkan, air di dalam kolam mulai mengalir pelan. Bukan sekadar menampung air, melainkan merawat benih kehidupan.

Di sanalah ketahanan pangan mulai disemai, bukan melalui pidato atau slogan, melainkan lewat kerja nyata yang dilakukan secara bersama-sama.

Pilihan membudidayakan ikan lele juga bukan tanpa pertimbangan. Lele dikenal sebagai komoditas yang relatif mudah dipelihara, memiliki tingkat adaptasi tinggi, pertumbuhan cepat, serta nilai ekonomi yang menjanjikan.

Dengan modal yang tidak terlalu besar, hasil panennya dapat dimanfaatkan sebagai sumber protein bagi masyarakat maupun dijual kembali untuk mendukung keberlangsungan program.

Skema yang dibangun pun mencerminkan konsep ekonomi berkelanjutan. Panen pertama dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi bersama, sementara hasil panen berikutnya menjadi sumber pendapatan yang diputar kembali sebagai modal pembelian bibit, pakan, hingga mendukung berbagai aktivitas sosial dan pendidikan keagamaan di mushalla, termasuk pembinaan anak-anak yang belajar mengaji.

Lebih dari sekadar menghasilkan ikan, program ini mengajarkan nilai penting tentang kemandirian. Mushalla tidak lagi hanya menjadi tempat menerima sedekah, tetapi mulai menunjukkan bahwa rumah ibadah juga mampu melahirkan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi jamaahnya.

Inilah wajah baru pemberdayaan umat yang patut diapresiasi.

Ketahanan pangan ternyata tidak selalu harus dimulai dari hamparan sawah yang luas atau proyek bernilai miliaran rupiah.

Terkadang, perubahan besar justru berawal dari sepetak halaman, kolam sederhana, semangat gotong royong, dan keberanian untuk memulai.

Di tengah situasi ekonomi yang terus berubah, langkah kecil seperti ini merupakan bentuk nyata dari optimisme. Bukan retorika. Bukan sekadar wacana. Melainkan aksi konkret yang menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.

Program seperti yang dilakukan Mushalla Baiturrahman juga selaras dengan agenda nasional dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis masyarakat.

Karena itu, inisiatif ini layak mendapatkan perhatian dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk dunia usaha melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR).

Dalam konteks tersebut, PT PLN Energi Gas memiliki peluang besar untuk mengambil peran strategis. Dukungan melalui program TJSL tidak semata berupa bantuan fasilitas atau modal usaha, tetapi juga pendampingan, pelatihan, penguatan kelembagaan, hingga pengembangan model pemberdayaan ekonomi berbasis rumah ibadah yang dapat direplikasi di berbagai daerah.

Kolaborasi antara masyarakat dan BUMN akan melahirkan dampak yang jauh lebih luas. Rumah ibadah tidak hanya menjadi pusat pembinaan spiritual, tetapi juga menjadi pusat ketahanan pangan, pemberdayaan ekonomi, pendidikan, dan penguatan solidaritas sosial.

Pada akhirnya, Mushalla Baiturrahman telah memberikan pelajaran penting bahwa membangun Indonesia tidak selalu dimulai dari langkah-langkah besar.

Perubahan sering kali lahir dari tindakan sederhana yang dilakukan dengan niat tulus dan semangat kebersamaan.

Semoga kolam lele itu tidak hanya menghasilkan ribuan ikan, tetapi juga melahirkan ribuan inspirasi. Sebab, ketika rumah ibadah mampu menjadi pusat kemandirian masyarakat, sesungguhnya di situlah ketahanan pangan nasional sedang bertumbuh—dimulai dari lingkungan terkecil, lalu mengalir menjadi gerakan yang lebih besar bagi Indonesia yang tangguh, mandiri, dan berkelanjutan.(*)

Berita Terkait

Ekonomi NTB Tak Lagi Bergantung Tambang, Gubernur Iqbal dan Komisi VII DPR RI Dorong Hilirisasi dan Pariwisata Berkualitas
Top 3 Saham Teknologi Paling Likuid di Makmur, Aplikasi Saham Berlisensi OJK
Ekonomi NTB Melesat 13,24 Persen, Gubernur Iqbal dan Anindya Bakrie Kompak Dorong Gelombang Investasi Baru
‘Ini Strategi Cerdas’! Anindya Bakrie Puji Lompatan Ekonomi NTB 13,24 Persen
Tak Lagi Andalkan Pemutihan, Pemprov NTB Beri Hadiah Emas bagi Wajib Pajak Taat
Tak Lagi Kumuh dan Berbau, Menteri Trenggono Ingin KNMP Bintaro Jadi Wajah Baru Pasar Ikan Indonesia
NTB Gandeng Maroko Perkuat Investasi, Gubernur Iqbal Tawarkan Pariwisata hingga Energi Hijau
Proyek PLN Energi Gas di Benoa Bali Capai 87,57 Persen, Dewan Komisaris Pastikan Tak Ada Kebocoran Uang Negara

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 11:01 WIB

Anggaran Tanah KSB Melonjak Rp163 Miliar, FPT Laporkan Dugaan Korupsi ke Polres

Jumat, 14 Agustus 2026 - 10:03 WIB

Simpan Sabu 26,44 Gram di Hotel, Terduga Pengedar Diciduk Polisi di Sambelia Lombok Timur

Kamis, 13 Agustus 2026 - 10:02 WIB

212 Penumpang Berhasil Dievakuasi, Lima Orang Masih Dicari Usai KMP Putri Yasmin Terbakar

Rabu, 12 Agustus 2026 - 16:07 WIB

173 Orang Dievakuasi dari KMP Putri Yasmin yang Terbakar, Tim SAR Masih Cari Korban Lain

Rabu, 12 Agustus 2026 - 08:34 WIB

KMP Putri Yasmin Terbakar di Selat Lombok, Kapal dan Helikopter Dikerahkan Evakuasi Penumpang

Rabu, 12 Agustus 2026 - 03:02 WIB

Bukan Sekadar Festival, Jeruk Manis Merawat Tradisi dan Kemandirian di Kaki Rinjani

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:01 WIB

Jenazah Tanpa Identitas Ditemukan di Bukit Terengan Lombok Utara, Begini Awal Penemuannya

Selasa, 11 Agustus 2026 - 15:09 WIB

Ekonomi NTB Tak Lagi Bergantung Tambang, Gubernur Iqbal dan Komisi VII DPR RI Dorong Hilirisasi dan Pariwisata Berkualitas

Berita Terbaru

Indrajitu Slot Indrajitu Slot Gacor indrajitu sateslot ayambet slot gacor hari ini acong88 ayambet sate slot indrajitu megaforwin nasgorbet Ayambet Indrajitu Megaforwin Nasgorbet Sateslot https://103.123.158.92/vvip/ Ayambet Indrajitu Megaforwin Sateslot Bimatoto Plnslot Buditogel Nasgorbet Acong88 Ayambet Indrajitu Megaforwin Nasgorbet Plnslot Sateslot Ayambet Indrajitu Megaforwin Nasgorbet Sateslot gacor slot terpercaya sibela Indrajitu Indrajitu