MATARAM, WNN.CO.ID – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) bergerak cepat mengantisipasi lonjakan distribusi ternak ke luar daerah, terutama menuju Pulau Jawa.
Melalui Dinas Perhubungan (Dishub) NTB, sejumlah langkah strategis mulai disiapkan untuk memastikan arus logistik tetap lancar, aman, dan minim hambatan—terutama di titik krusial seperti pelabuhan.
Kepala Dinas Perhubungan NTB, Ervan Anwar, mengungkapkan bahwa salah satu fokus utama saat ini adalah mencegah penumpukan kendaraan pengangkut ternak yang kerap terjadi menjelang Idul Adha.
“Untuk itu, kami membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus yang akan mengatur pergerakan di lapangan agar tetap terkendali,” ungkap Ervan, di ruang kerjanya, Rabu (8/4/2026).
Dishub NTB tak hanya mengandalkan pengawasan, tetapi juga memperluas buffer zone atau area penyangga di sekitar pelabuhan. Langkah ini dinilai krusial untuk mengurai antrean kendaraan yang biasanya meningkat tajam.
Dengan perluasan area parkir ini, kendaraan pengangkut ternak tidak lagi menumpuk di dalam pelabuhan, sehingga potensi kemacetan bisa ditekan.
“Ini bagian dari mitigasi rutin, tapi tahun ini kami perkuat agar lebih optimal,” jelas Ervan.
Tak hanya fokus di hilir, Dishub NTB juga memperbaiki sistem dari hulu. Bersama Dinas Peternakan, pengiriman ternak dari daerah sentra seperti Bima dan Sumbawa kini diatur lebih terjadwal dan bertahap.
Strategi ini penting untuk menjaga keseimbangan antara jumlah kendaraan yang datang dan kapasitas pelabuhan.
“Kalau dari awal sudah diatur, maka di pelabuhan tidak akan terjadi penumpukan,” ujarnya.
Untuk mengimbangi lonjakan aktivitas, Dishub NTB juga mendorong penambahan dermaga operasional di lintasan strategis Kayangan–Poto Tano.
Saat ini tersedia dua dermaga, dan tengah diusulkan penambahan menjadi tiga dermaga kepada PT ASDP Indonesia Ferry sebagai operator.
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas layanan penyeberangan, baik untuk angkutan ternak maupun logistik lainnya.
Selain jalur darat dan penyeberangan, Dishub NTB juga memaksimalkan program tol laut sebagai alternatif distribusi.
Kapal tol laut dengan kapasitas hingga 500 ekor ternak per perjalanan disiapkan untuk mempercepat pengiriman.
Menariknya, rute pengiriman juga diubah agar lebih efisien—dari sebelumnya Bima–Tanjung Priok (Jakarta) menjadi Bima–Tanjung Perak (Surabaya).
Perubahan ini dinilai mampu memangkas waktu tempuh dan mempercepat distribusi ternak ke Pulau Jawa.
Dishub NTB juga memastikan kesiapan armada melalui koordinasi intensif dengan pemilik kapal dan pemerintah pusat, termasuk terkait perpanjangan masa docking kapal khusus ternak.
Tak hanya itu, dukungan regulasi juga disiapkan. Jika diperlukan, Pemprov NTB akan mengajukan surat resmi ke kementerian terkait untuk memperkuat kebijakan dan sosialisasi kepada pelaku usaha.
Dengan berbagai langkah terpadu ini, Pemprov NTB optimistis distribusi ternak menjelang Idul Adha 2026 akan berjalan lebih lancar dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Upaya ini tidak hanya penting bagi kelancaran logistik, tetapi juga untuk memastikan kebutuhan masyarakat di berbagai daerah tetap terpenuhi.(wnn01)







