JAKARTA, WNN.CO.ID – Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), dulu dikenal sebagai daerah tertinggal. Barulah pada tahun 1988, pesona Pulau Lombok membuka mata dunia. Hal itu tidak lepas dari kiprah Presiden kedua RI, HM Soeharto (Pak Harto).
Perhatian Pak Harto tidak langsung membidik pariwisata Lombok yang kini sudah mendunia. Bersama Gubernur NTB, Gatot Soeherman, Pak Harto mulai membangun NTB dari sektor pertanian. Dibuatlah sebuah bendungan pada masa Gatot Soeherman sebagai monumental NTB.
Kemudian NTB keluar dari persoalan pangan melalui program Gogo Rancah (Gora). Saat itu, NTB mampu menjadi daerah swasembada pangan nasional. Dari provinsi ini, produksi padi melimpah.
Sekitar tahun 1988 silam, Pak Harto yang juga dikenal sebagai Bapak Pembangunan melakukan terobosan baru dengan membuka kawasan wisata Senggigi di Kabupaten Lombok Barat.
Yang petama kali dibangun yakni Senggigi Beach Hotel di bawah PT Wisata. Dari sinilah Lombok mulai dikenal di penjuru dunia. ‘’Sejak itulah pariwisata Lombok dikenal masyarakat dunia hingga hari ini masih dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar Senggigi dan NTB pada umumnya,’’ kata Ketua Umum Presidium Pemerhati NTB Jakarta, Ino Budiatman, di Jakarta, Selasa (12/9/2023).
Ino Budiatman menjelaskan, masyarakat NTB, khususnya Pulau Lombok, harus berterima kasih kepada Almarhum Pak Harto. Presiden kedua itu secara totalitas membangun NTB dari daerah tertinggal menjadi daerah yang maju dalam sektor pariwisata dan pertanian.
‘’Tak pernah terpikirkan oleh masyarakat Senggigi bahwa Senggigi akan menjadi tujuan wisata dunia. Jadi, masyarakat Senggigi harus bersyukur dan berterima kasih,’’ jelasnya.(wnn01)







