LOMBOK TENGAH, WNN.CO.ID – Perencanaan pembangunan yang terarah tak bisa lepas dari data yang akurat. Pendekatan geospasial menjadi salah satu cara untuk memetakan berbagai persoalan, mulai dari isu lingkungan, sumber daya alam, sampai penataan ruang, agar bisa dijadikan pijakan dalam merancang kebijakan wilayah.
Hal inilah yang mendasari langkah 96 mahasiswa Program Studi Kartografi dan Penginderaan Jauh (KPJ), Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM), saat menjalani Kuliah Kerja Lapangan (KKL) 3 di Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Dari kegiatan ini, lahir 16 penelitian yang masing-masing mengangkat isu kewilayahan berbeda, disesuaikan dengan karakteristik lokasi yang dikaji.
Semua kajian ini disusun dengan memanfaatkan kartografi, sistem informasi geografis (SIG), dan penginderaan jauh, sehingga menghasilkan informasi spasial yang bisa dipakai untuk memahami kondisi wilayah secara lebih utuh.
Ketua Umum KKL 3 KPJ 2023, Adam Amirul Akbari, menegaskan bahwa penelitian yang dilakukan mahasiswa bukan sekadar untuk memenuhi tuntutan akademik.
Lebih dari itu, hasil kajian ini diharapkan dapat memberi kontribusi nyata bagi daerah yang menjadi lokasi penelitian.
Menurutnya, riset ini menjadi bukti bahwa data geospasial punya peran penting dalam membantu memahami karakteristik suatu wilayah secara lebih mendalam dan menyeluruh.
Di luar aspek akademik, KKL 3 juga dirancang sebagai ruang bagi mahasiswa untuk mempraktikkan sekaligus memadukan berbagai kompetensi yang telah mereka pelajari di bangku kuliah, mulai dari teknik survei lapangan, kemampuan analisis spasial, hingga penyusunan rekomendasi berbasis hasil temuan penelitian.
Sementara itu, anggota KKL 3 KPJ 2023, Ilkarizia Etro Candra, mengungkapkan bahwa penyusunan laporan akhir dari seluruh penelitian telah selesai dilakukan.
Ia menambahkan, ringkasan dari masing-masing hasil penelitian akan diunggah secara berkala melalui akun Instagram @kpjugm2023, dengan tujuan agar informasi tersebut dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas.
“Kami ingin hasil penelitian ini tidak sekadar tersimpan sebagai dokumen akademik semata. Lewat ringkasan yang kami bagikan di media sosial, harapannya masyarakat bisa lebih mengenal potensi sekaligus tantangan yang ada di Lombok Tengah, berdasarkan temuan riset yang telah kami lakukan,” ujarnya.
Lewat rangkaian penelitian ini, mahasiswa KPJ UGM berharap data dan informasi geospasial yang dihasilkan dapat menjadi salah satu rujukan dalam mendukung pengelolaan wilayah yang berkelanjutan, sekaligus mempererat sinergi antara dunia akademik dengan kebutuhan pembangunan di tingkat daerah.(wnn01)







