MATARAM, WNN.CO.ID – Kabar baik bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB). Di tengah keluhan soal harga dan ketersediaan LPG 3 kg di sejumlah wilayah, pemerintah memastikan kondisi stok tetap aman dan terkendali.
Kepala Dinas ESDM NTB, Samsudin, S.Hut., M.Si menegaskan bahwa tidak ada kelangkaan gas subsidi tersebut. Pernyataan ini disampaikan berdasarkan hasil pemantauan langsung di lapangan serta koordinasi intensif dengan PT Pertamina dan pemerintah daerah.
Alih-alih langka, pasokan LPG justru ditingkatkan secara signifikan. Pertamina melakukan langkah cepat melalui penyaluran tambahan (extra dropping) hingga 250 persen dari rata-rata konsumsi harian.
Dalam periode 17–25 Maret, total tambahan distribusi mencapai 87.360 tabung. Khusus di Pulau Lombok, suplai ditambah sekitar 50 persen atau setara 50.000 tabung.
Sementara itu, wilayah Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa mendapat tambahan 39.920 tabung untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Menurut Samsudin, kondisi yang dirasakan masyarakat bukanlah kelangkaan, melainkan lonjakan konsumsi sementara.
Fenomena ini dipicu oleh arus mudik yang menyebabkan pergeseran konsumsi dari kota seperti Mataram ke daerah asal seperti Lombok Timur dan Sumbawa.
ASN, karyawan swasta, hingga mahasiswa yang pulang kampung turut meningkatkan kebutuhan LPG di daerah. Puncak konsumsi bahkan sempat terjadi pada awal pekan.
Namun, seiring masyarakat kembali ke aktivitas kerja, tekanan konsumsi diprediksi akan berangsur normal.
Selain memastikan stok aman, pemerintah juga fokus menertibkan harga di lapangan.
Hasil pemantauan menunjukkan stok di pangkalan resmi dalam kondisi cukup. Adapun kekosongan di beberapa titik bersifat sementara karena proses distribusi tambahan.
Dinas ESDM menyoroti adanya indikasi kenaikan harga di tingkat pengecer yang dipicu praktik spekulasi. Untuk itu, pangkalan resmi diminta memprioritaskan penjualan langsung ke konsumen.
Distribusi dalam jumlah besar ke pengecer yang menjual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) pun dilarang keras.
Pemerintah mengajak masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan. “Stok tersedia sangat mencukupi. Kami akan terus mengawal distribusi bersama aparat terkait agar harga kembali stabil sesuai ketentuan,” tegas Samsudin.
Dengan langkah cepat ini, pemerintah berharap distribusi LPG 3 kg di NTB tetap lancar, harga terkendali, dan kebutuhan masyarakat terpenuhi tanpa gangguan.(wnn01)







