Pelatihan ESQ di ruang Teater Ahmad Firdaus Sukmono, Universitas Islam Al-Azhar Mataram, Kamis (7/5/2026), menjadi momentum penguatan karakter guru dan perhatian terhadap kesejahteraan tenaga pendidik menuju Indonesia Emas 2045.
MATARAM, WNN.CO.ID – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui sektor pendidikan.
Fokusnya bukan hanya pada peningkatan kualitas belajar, tetapi juga penguatan karakter peserta didik serta perhatian terhadap kesejahteraan guru.
Komitmen tersebut disampaikan Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, saat menghadiri pelatihan ESQ Leadership Center yang diikuti ratusan guru dari berbagai jenjang pendidikan di ruang Teater Ahmad Firdaus Sukmono, Universitas Islam Al-Azhar Mataram, Kamis (7/5/2026).
Dalam sambutannya, Gubernur Iqbal menegaskan bahwa guru memiliki posisi strategis sebagai pembentuk karakter generasi masa depan, bukan sekadar pengajar di ruang kelas.
“Jadilah guru yang layak dicintai oleh murid-muridnya, karena guru bukan hanya mengajarkan ilmu, tetapi menjadi teladan dan pembentuk karakter,” ujar Gubernur Iqbal.
Menurutnya, tantangan pendidikan saat ini semakin kompleks seiring derasnya arus globalisasi dan perkembangan media sosial.
Karena itu, pendidikan tidak cukup hanya berfokus pada kecerdasan intelektual, tetapi juga harus memperkuat kecerdasan emosional dan spiritual.
Ia menilai karakter menjadi fondasi utama agar generasi muda tetap memiliki arah dan identitas di tengah perubahan zaman yang cepat.
Gubernur Iqbal juga menyoroti pentingnya kemampuan mengenali diri sendiri sebagai bagian dari pembangunan karakter manusia.
“Salah satu hal penting dalam hidup adalah kemampuan berdialog dengan diri sendiri. Banyak orang merasa kesepian bukan karena tidak memiliki teman, tetapi karena tidak pernah berdamai dengan dirinya sendiri,” ungkapnya.
Selain isu karakter, perhatian terhadap kesejahteraan guru turut menjadi sorotan.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Iqbal menyampaikan permohonan maaf kepada para guru, khususnya guru PPPK paruh waktu, atas keterbatasan fiskal daerah yang belum sepenuhnya mampu memenuhi harapan para tenaga pendidik.
Meski demikian, Pemprov NTB disebut terus berupaya menghadirkan solusi bertahap, termasuk penetapan tambahan penghasilan sebesar Rp500 ribu per bulan bagi guru PPPK paruh waktu sebagai langkah awal peningkatan kesejahteraan.
“Kami ingin mengirim pesan bahwa pemerintah tidak berhenti memikirkan kesejahteraan guru. Kemampuan kami saat ini memang terbatas, tetapi ikhtiar untuk terus memperbaiki kondisi guru akan tetap menjadi perhatian,” tegasnya.
Gubernur Iqbal juga menilai kehadiran guru sangat penting dalam mendampingi generasi muda menghadapi era disrupsi dan perubahan global.
“Anak-anak hari ini membutuhkan kasih sayang, perhatian, dan kehadiran orang dewasa yang mau memahami mereka. Pendidikan bukan hanya soal pelajaran di kelas, tetapi tentang menghadirkan kepedulian dan nilai-nilai kehidupan,” katanya.
Sementara itu, Pendiri ESQ Leadership Center sekaligus motivator nasional, Ary Ginanjar Agustian, mengatakan pelatihan ESQ menjadi bagian dari upaya membangun manusia yang utuh melalui penguatan kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual.
Menurut Ary, NTB memiliki modal sosial dan spiritual yang kuat untuk menjadi pusat penguatan pendidikan karakter di Indonesia.
“NTB adalah daerah pilihan. Pulau Seribu Masjid yang memiliki semangat spiritualitas, gotong royong, dan ketakwaan yang kuat. Dari NTB inilah kami yakin akan lahir generasi emas Indonesia,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa sebanyak 800 jamaah ESQ dijadwalkan berangkat menunaikan ibadah haji sebagai bagian dari perjalanan spiritual dan pembinaan karakter yang dilakukan ESQ Leadership Center.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan masyarakat, Pemprov NTB berharap kualitas pendidikan terus meningkat dan mampu melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, serta berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.(wnn02)







