MATARAM, WNN.CO.ID – Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah mengatakan bahwa pada 78 tahun lalu, orang-orang mengangkat bendera merah putih ini harus dibayar dengan mengorbankan nyawanya. Mengangkat bendera bukan hanya melambaikan bendera semata, tetapi melambangkan pengorbanan perjuangan yang tidak putus asa dari para pahlawan untuk Kemerdekaan Republik Indonesia.
‘’Hari ini kita mengibarkan bendera merah putih untuk mengisi kemerdekaan kita, untuk membuat segala pengorbanan darah dan air mata, harta benda para pendahulu kita menemukan justifikasinya. Merdeka!,’’ kata Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah didampingi Wagub NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah, di sela-sela kegiatan melaunching pembagian dan pengibaran bendera merah putih secara serentak dirangkaikan dengan acara senam pagi bersama diikuti oleh seluruh ASN lingkup Pemprov NTB, instansi vertikal, seluruh karyawan BUMN dan BUMD serta pelajar SLTA se-Kota Mataram, Jumat (11/8/2023).
Sementara itu, Wagub NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah juga berpesan kepada para pelajar yang hadir, bahwa perjuangan para pahlawan masa dulu penuh pertumpahan darah, namun masa kini perjuangan ini harus berjuang untuk menggapai cita-cita.
‘’Kalau dulu pejuang kita berjuang dengan pertumpahan darah, kalau sekarang kita berjuang dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing. Anak-anakku semua berjuangnya dengan belajar yang rajin, beribadah yang baik dan berjuang untuk mencapai cita-cita,’’ kata Wagub.
Adapun acara melaunching pembagian dan pengibaran bendara merah putih secara serentak tersebut dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-78 tahun.(wnn03)







