LOMBOK TENGAH, WNN.CO.ID — Upaya menjaga stabilitas harga pangan terus dilakukan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB). Salah satunya melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) yang kembali digelar dalam rangkaian Safari Ramadan Gubernur NTB. Kali ini, GPM dipusatkan di Lapangan Jelojok, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), Rabu (4/3/2026).
Program ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah untuk memastikan masyarakat tetap dapat mengakses kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, terutama di tengah dinamika harga pangan yang kerap berfluktuasi.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat bisa membeli berbagai komoditas pangan strategis dengan harga di bawah pasar. Beberapa di antaranya meliputi beras, minyak goreng, gula pasir, telur ayam, bawang merah, bawang putih, hingga berbagai bahan pokok lainnya.
Sejak pagi hari, ratusan warga terlihat memadati lokasi kegiatan. Antusiasme masyarakat begitu tinggi untuk memanfaatkan kesempatan mendapatkan bahan pangan dengan harga yang lebih ramah di kantong.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTB, Hj. Eva Dewiyani, S.P., menjelaskan bahwa Gerakan Pangan Murah merupakan salah satu instrumen penting pemerintah dalam upaya pengendalian inflasi daerah.
Menurutnya, program ini terlaksana melalui kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, Perum Bulog, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia, pelaku usaha pangan, hingga sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
“Gerakan Pangan Murah ini merupakan langkah nyata pemerintah untuk menjaga stabilitas harga sekaligus membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pangan dengan harga lebih terjangkau,” jelasnya.
Tak sekadar menghadirkan bahan pokok murah, kegiatan ini juga menjadi ruang interaksi langsung antara pemerintah dan masyarakat dalam rangkaian Safari Ramadan Gubernur NTB. Melalui momentum tersebut, pemerintah dapat menyerap aspirasi warga sekaligus memastikan program pembangunan daerah benar-benar dirasakan hingga ke tingkat desa.
Pada kesempatan yang sama, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTB juga menggelar kampanye “Stop Boros Pangan” sebagai bagian dari edukasi kepada masyarakat agar lebih bijak dalam mengelola, menyimpan, dan mengonsumsi pangan.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB menegaskan komitmennya untuk terus memperluas pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di berbagai daerah. Langkah ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan.(wnn08)







