LOMBOK TIMUR, WNN.CO.ID – Pendopo Bupati Lombok Timur (Lotim), pada Senin (2/3/2026), menjadi saksi momen penting bagi wajah baru pendidikan di Kabupaten Lotim. Sebanyak 143 kepala sekolah resmi dilantik. Namun, seremoni itu jauh dari sekadar formalitas.
Di hadapan para pemimpin satuan pendidikan tersebut, Bupati Lotim, H. Haerul Warisin menyampaikan pesan yang tegas, lugas, dan penuh penekanan pada integritas.
Bupati Iron, demikian Bupati Lotim ini biasa disapa menegaskan, jabatan kepala sekolah bukanlah simbol prestise, melainkan amanah besar sebagai manajer pendidikan. Tugasnya tak hanya memastikan proses belajar berjalan optimal, tetapi juga mengelola anggaran secara transparan dan akuntabel.
Bupati Iron mengingatkan, pengelolaan keuangan sekolah adalah area yang sensitif dan berada dalam pengawasan ketat, termasuk oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI).
“Hati-hati dalam mengelola anggaran. Kalau belum paham, jangan malu belajar dan bertanya. Jangan sampai tergiur untuk menyalahgunakan,” tegasnya.
Menurutnya, indikator keberhasilan kepemimpinan sekolah bukan hanya prestasi akademik, tetapi juga manajemen yang “clear”—bersih, tertib administrasi, dan bebas temuan.
Tak berhenti pada isu tata kelola, Bupati Iron juga mendorong inovasi yang kontekstual dan membumi. Ia menantang para kepala sekolah dan guru untuk berpikir out of the box, memanfaatkan potensi sumber daya alam sekitar.
Salah satu gagasan yang mencuri perhatian adalah Gerakan Pertanian Mandiri. Ia membayangkan ribuan guru di Lombok Timur menanam cabai di polybag secara kolektif.
Jika dilakukan secara masif, gerakan sederhana ini diyakini mampu memberi dampak ekonomi nyata sekaligus menjadi media edukasi ketahanan pangan bagi siswa.
Selain itu, sekolah juga diminta mendukung penuh implementasi program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG), sebagai bagian dari investasi jangka panjang dalam membangun generasi yang sehat dan kompetitif.
Nada paling serius muncul saat pembahasan dana zakat. Bupati Iron mengimbau seluruh tenaga pendidik untuk taat menunaikan kewajiban zakat. Namun ia juga memberi peringatan keras kepada siapa pun yang berani menyalahgunakan dana tersebut, termasuk di level UPTD. “Kalau ada yang menyalahgunakan zakat, tidak perlu pakai hati. Langsung gunakan hukum!,” tegasnya.
Pernyataan itu sontak membuat suasana ruangan hening. Pesan yang disampaikan jelas: tidak ada ruang kompromi untuk pelanggaran yang menyangkut dana umat.
Di balik peringatan keras itu, terselip motivasi. Bupati Iron membuka peluang karier yang lebih tinggi bagi kepala sekolah berprestasi. Posisi strategis seperti Kepala Dinas disebut terbuka bagi mereka yang mampu membuktikan kapasitas manajerial dan keberhasilan mencetak siswa berprestasi.
Pelantikan ini bukan sekadar rotasi jabatan, melainkan titik awal transformasi. Harapannya, sekolah-sekolah di Lombok Timur mampu menjadi rujukan mutu pendidikan, bukan hanya di tingkat daerah, tetapi juga nasional.
Dengan pesan tegas tentang integritas, dorongan inovasi berbasis lokal, serta komitmen pada transparansi, momentum ini menjadi sinyal bahwa pendidikan di Lotim sedang diarahkan menuju standar yang lebih profesional, adaptif, dan relevan dengan semangat generasi masa kini.(wnn14)







