LOMBOK TENGAH, WNN.CO.ID – Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal menegaskan pentingnya kerja kolaboratif lintas sektor dalam menurunkan angka kemiskinan ekstrem dan stunting di daerah.
Pesan itu disampaikannya saat mengawali Safari Ramadhan melalui pertemuan dengan Pendamping Desa Berdaya di aula Kantor Desa Barebali, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, Rabu (4/3/2026).
Dalam arahannya, Gubernur Iqbal menyoroti posisi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang masih bertahan dalam daftar 12 provinsi termiskin di Indonesia. Menurutnya, salah satu penyebab utama lambatnya penurunan angka kemiskinan adalah lemahnya sinergi antarprogram dan antaraktor di lapangan.
“Kita sering berjalan sendiri-sendiri atau lampak mesak-mesak. Tidak ada orkestrasi yang kuat. Karena itu saya minta para pendamping desa tidak memulai dari nol. Rangkul semua yang sudah bekerja di lapangan, mulai dari kader Posyandu, pendamping PKH, hingga Karang Taruna,” tegasnya.
Gubernur Iqbal menekankan pendekatan yang lebih personal dan berbasis data. Para pendamping desa diminta turun langsung dari rumah ke rumah untuk memahami kondisi riil masyarakat.
Melalui metode tersebut, akar persoalan dapat dipetakan secara lebih akurat—apakah terkait hunian tidak layak, rendahnya akses pendidikan, atau masalah gizi yang memicu stunting.
Menurutnya, intervensi penanganan kemiskinan harus dilakukan secara bertahap. Tahap pertama adalah perlindungan sosial guna memastikan setiap keluarga memenuhi standar hidup layak. Setelah itu, barulah program pemberdayaan ekonomi diperkuat agar keluarga dapat mandiri.
Targetnya jelas: setiap keluarga yang masuk kategori miskin ekstrem diharapkan mampu mencapai pendapatan minimal Rp1.250.000 per bulan.
Gubernur Iqbal juga menyoroti peluang ekonomi desa yang terbuka melalui program Makan Bergizi Gratis. Ia menyebut kebutuhan bahan pangan, seperti telur, masih didominasi pasokan dari luar daerah.
“Kita punya pasar yang besar. Kebutuhan telur saja masih 87 persen didatangkan dari luar daerah. Ini peluang besar bagi masyarakat desa untuk memproduksi sendiri dan memperkuat ekonomi lokal,” ujarnya.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Safari Ramadhan, Gubernur Iqbal juga meninjau langsung kondisi warga di Desa Barebali serta menyerahkan bantuan bagi anak-anak stunting dan keluarga yang masuk kategori kemiskinan ekstrem. Intervensi pemerintah provinsi juga dilakukan melalui program perbaikan rumah tidak layak huni yang didukung oleh Badan Amil Zakat Nasional Provinsi NTB.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Desa Barebali, Salbi, mengungkapkan besarnya tantangan yang dihadapi desa dengan jumlah penduduk mencapai 15.519 jiwa. Saat ini tercatat 84 kasus stunting dan sekitar 250 kepala keluarga masih tergolong dalam kategori kemiskinan ekstrem.
Untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mempercepat pembangunan, pihak desa mengusulkan pemekaran wilayah menjadi tiga desa persiapan: Barebali Timur, Barebali Barat, dan Wira Surya.
“Berkas pemekaran saat ini sedang dalam tahap verifikasi di tingkat provinsi. Kami berharap dukungan Bapak Gubernur agar proses ini dapat berjalan lancar demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Salbi.(wnn08)







