LOMBOK TENGAH, WNN.CO.ID – Komitmen Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat kembali ditegaskan. Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal bersama Ketua TP-PKK Provinsi NTB, Sinta Agathia Iqbal melakukan kunjungan kerja ke Posyandu Dusun Lantan Duren, Desa Lantan, Kecamatan Batukliang Utara (BKU), Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), pada Kamis (5/3/2026).
Kunjungan tersebut bertujuan meninjau secara langsung layanan kesehatan ibu dan anak di tingkat desa, sekaligus memastikan upaya penanganan stunting berjalan optimal di tengah masyarakat.
Dalam dialog bersama tenaga kesehatan dan kader posyandu, Gubernur Iqbal menyoroti adanya empat anak di Dusun Lantan Duren yang tercatat dalam data stunting. Ia menegaskan pentingnya langkah cepat dan tepat untuk menangani kondisi tersebut dengan melibatkan tenaga medis, termasuk dokter spesialis anak.
“Ke depan kita akan berkoordinasi dengan dokter anak untuk mengetahui penyebab utama dari empat kasus stunting ini. Harapannya ada solusi yang tepat sehingga mereka bisa segera keluar dari kategori stunting,” ujar Gubernur Iqbal.
Menurutnya, penanganan stunting membutuhkan pendekatan terpadu, mulai dari pemeriksaan kesehatan, pemenuhan gizi, hingga edukasi kepada keluarga agar tumbuh kembang anak dapat berjalan optimal.
Selain fokus pada kesehatan masyarakat, Gubernur juga mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan di kawasan Desa Lantan. Wilayah ini dikenal memiliki peran strategis sebagai penyangga ekosistem Pulau Lombok, dengan keberadaan hutan lindung, kawasan konservasi, serta daerah tangkapan air bagi wilayah di sekitarnya.
“Daerah ini adalah jantungnya NTB. Mungkin masyarakat di sini tidak terlalu merasakannya, tetapi masyarakat di wilayah bawah seperti Batukliang, Praya hingga kawasan pesisir sangat bergantung pada kawasan ini,” jelasnya.
Ia pun mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian hutan. Pemerintah Provinsi NTB, lanjutnya, tengah menyiapkan berbagai program pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan hutan agar kesejahteraan masyarakat meningkat tanpa merusak lingkungan.
“Kita sedang mencari dan menyiapkan solusi bagaimana masyarakat sekitar hutan bisa diberdayakan, sehingga hutan tetap lestari dan tidak terganggu,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua TP-PKK Provinsi NTB, Sinta Agathia Iqbal mengajak para ibu untuk lebih aktif memanfaatkan layanan posyandu serta mendukung para kader dalam menyosialisasikan pentingnya kesehatan ibu dan anak.
Ia juga menekankan pentingnya menanamkan kebiasaan hidup bersih kepada anak-anak sejak dini, termasuk membiasakan membuang sampah pada tempatnya.
“Anak-anak perlu diajarkan sejak kecil untuk menjaga kebersihan. Jika desa kita bersih, tentu akan menjadi tempat yang lebih indah dan sehat untuk ditinggali,” ujarnya.
Di sisi lain, Kepala Desa Lantan, Lalu Irwan menyampaikan bahwa Posyandu Lantan Duren merupakan salah satu posyandu lama yang dibangun melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM). Namun saat ini bangunan tersebut mengalami kerusakan setelah atapnya roboh akibat hujan deras disertai angin kencang.
Menurutnya, pemerintah desa sebenarnya telah merencanakan perbaikan melalui musyawarah desa, namun keterbatasan anggaran membuat rencana tersebut belum dapat direalisasikan.
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Gubernur Iqbal juga melakukan penanaman pohon di Dusun Pemasir, Desa Lantan melalui kegiatan bertajuk “Tanam Pohon Hidupkan Ramadan”. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat gerakan pelestarian lingkungan sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap keberlanjutan alam di NTB.(wnn08)







