MATARAM, WNN.CO.ID – Untuk ekspor produk Sorgum NTB, Nur Rahma Yanti menjelaskan dalam 2 (dua) minggu sekali mengirim ke Malaysia dan Singapura. Yakni 10 produk jadi dan bahan baku berupa tepung, beras dan gula.
Yanti mengakui memang belum terlalu banyak, terbukti pada 2021 lalu sebanyak 1 kontainer, pada 2022 sebanyak 2 kontainer. Sedangkan pada 2023 ini lebih banyak mengekspor produk jadi.
Dari hasil ekspor tersebut, Yanti, demikian Nur Rahma Yanti biasa disapa mengaku produk Sorgum ini sudah menghasilkan ratusan juta sekali ekspor, tergantung dari volumenya.
‘’Untuk kegunaan dari Sorgum ini, di antaranya kaya akan serat, gluten free, kaya zat besi, menjaga kesehatan tulang, membantu menurunkan berat badan, mengontrol diabetes, meningkatkan energi dan meningkatkan kesehatan jantung,’’ kata Yanti.
Sorgum adalah tanaman serealia yang berasal dari Afrika Timur. Tanaman ini popular sebagai sumber pangan alternatif di Indonesia dan daerah tropis lainnya.
Tumbuhan ini, lanjut Yanti, memiliki kandungan nutrisi yang tinggi dan berpotensi sebagai pengganti beras. Tumbuhan berbentuk bulat, ukuran kecil, dan warna agak kecoklatan. Tanaman ini dapat digunakan sebagai pengganti gandum.
Tingginya menjulang dengan buah kecil yang terkumpul di ujung batangnya di ladang. Tumbuhan ini memiliki toleransi yang tinggi terhadap kekeringan dan merupakan pilihan yang cocok untuk pertumbuhan di daerah tropis.
Yanti menyebutkan, di Indonesia, daerah penghasil Sorgum tertinggi salah satunya yaitu di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Namun, tanaman ini dulunya belum dilirik oleh masyarakat, karena kurangnya edukasi dan pengetahuan.
Kini, Sorgum semakin dikenal oleh masyarakat dan telah dimanfaatkan oleh UMKM sebagai mata pencaharian dari olahan produk berbahan dasar Sorgum.(wnn06)







