Kader PDIP NTB Sangat Solid, Justru Merasa Nyaman dengan Keluarnya Budi Suryata dari Partai

- Jurnalis

Kamis, 18 April 2024 - 12:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua DPD PDIP NTB, H Ruslan Turmuzi bersama jajaran pengurus saat memberikan keterangan pers di Kantor DPD PDIP NTB, Kamis (18/4/2024)-(foto kanan), dan Surat Pengunduran Diri HL Budi Suryata sebagai Sekretaris DPD PDIP NTB (foto kiri).

Wakil Ketua DPD PDIP NTB, H Ruslan Turmuzi bersama jajaran pengurus saat memberikan keterangan pers di Kantor DPD PDIP NTB, Kamis (18/4/2024)-(foto kanan), dan Surat Pengunduran Diri HL Budi Suryata sebagai Sekretaris DPD PDIP NTB (foto kiri).

MATARAM, WNN.CO.ID – DPD PDIP angkat bicara terkait mundurnya HL Budi Suryata sebagai Sekretaris DPD PDIP Provinsi NTB dan sekaligus sebagai kader Partai Banteng Moncong Putih.

PDIP NTB memastikan mundurnya Budi Suryata tak memberi efek atau pengaruh apapun. ‘’Malah kader kami mulai dari anak ranting, ranting, dan anak cabang, justru sangat nyaman dengan mundurnya Budi Suryata,’’ kata Wakil Ketua DPD PDIP NTB, H Ruslan Turmuzi, dalam keterangan pers di Kantor DPD PDIP NTB, pada Kamis (18/4/2024).

Pada hari ini, Kamis (18/4/2024), DPD PDIP NTB memang tengah menggelar rapat lengkap yang dihadiri seluruh pengurus DPD PDIP NTB, termasuk Ketua DPC PDIP 10 kabupaten/kota di NTB, dengan agenda utama membahas persiapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2024. Mulai hari ini, DPD PDIP NTB membuka pendaftaran calon kepala daerah (Cakada) mulai dari tingkat provinsi untuk calon gubernur (Cagub) hingga calon bupati (Cabup) dan calon wali kota (Cawali) di 10 kabupaten/kota di NTB.

Setelah pembahasan agenda utama rampung, Ruslan Turmuzi mengungkapkan, ada yang mengusulkan agenda tambahan terkait mundurnya Budi Suryata. Hingga hari ini, Kamis (18/4/2024), DPD PDIP NTB sebetulnya kata Ruslan Turmuzi, belum menerima surat pengunduran diri Budi Suryata tersebut.

Para pengurus DPD PDIP NTB baru mengetahui hal tersebut dari pemberitaan media massa. Dan belakangan, Budi Suryata kemudian mengirimkan file digital surat tersebut secara personal ke sejumlah pengurus.

Surat pengunduran diri Budi Suryata itu tertanggal 16 April 2024 dan ditujukan kepada Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri dengan tembusan DPD PDIP NTB, DPC PDIP Sumbawa, dan untuk kebutuhan arsip. Dalam surat yang salinannya didapat awak media tersebut, Budi Suryata menyatakan alasan pengunduran dirinya lantaran sudah tidak nyaman dan tidak sejalan dengan kepemimpinan Ketua DPD PDIP NTB, H Rachmat Hidayat.

‘’Karena pemberitaan sudah meluas, terpaksa walaupun belum resmi kami terima suratnya, kami memberikan tanggapan. Yang pasti, hari ini, PDIP solid mulai dari anak ranting hingga ke DPP. Fokus kami saat ini adalah pemenangan Pilkada serentak sesuai instruksi DPP PDIP,’’ kata Ruslan Turmuzi.

Mundur sebagai kader partai dan juga dari posisinya sebagai Sekretaris DPD PDIP NTB, sepenuhnya kata Ruslan Turmuzi adalah hak Budi Suryata. Tak ada kader PDIP yang hendak menahan-nahannya untuk menjalankan haknya tersebut. PDIP NTB sama sekali tak terganggu. Apalagi tidak nyaman.

Terkait alasan Budi Suryata yang mundur lantaran tidak nyaman dan tidak sejalan dengan kepemimpinan Ketua DPD PDIP NTB, H Rachmat Hidayat, seluruh kader PDIP NTB juga tidak mengerti dengan hal tersebut.

Ruslan Turmuzi menegaskan, selama di PDIP, Budi Suryata telah mendapatkan privilege (hak istimewa) begitu banyak dalam rentang waktu dua dekade terakhir. Budi Suryata dikader oleh partai dan terpilih menjadi Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa. Kemudian oleh partai, dia diberi amanah dan kepercayaan untuk duduk sebagai Ketua DPRD Sumbawa selama dua periode. Selanjutnya Budi Suryata menjadi Anggota DPRD NTB, dan kembali diberi amanah oleh partai sebagai Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD NTB yang dijabatnya hingga saat ini.

Sebagai kader yang sama-sama duduk di DPRD NTB seperti Budi Suryata, Ruslan Turmuzi menyebut dirinya bahkan sempat merasa ‘’cemburu’’ dengan privilege (hak istimewa) yang diperoleh Budi Suryata, mengingat Ruslan Turmuzi adalah salah satu kader senior di PDIP NTB. Di DPRD NTB saja, Ruslan Turmuzi sudah terpilih berturut-turut selama lima periode.

Karena itu, jika kini ujug-ujug Budi Suryata menyatakan tidak nyaman, banyak yang bertanya akan hal tersebut. Karena itu, secara pribadi, Ruslan Turmuzi menilai Budi Suryata sepertinya sudah kufur nikmat, mengingat begitu banyaknya privilege (hak istimewa) yang telah diberikan oleh partai kepadanya.

‘’Kalau hari ini Budi Suryata mengaku tidak nyaman, dalam persoalan apa? Karena nggak diusulkan jadi calon bupati (Cabup) di Sumbawa? Lha, ini proses pendaftarannya saja kan baru kita mulai buka,’’ ungkap Ruslan Turmuzi.

Karena itu, alasan tidak nyaman yang disebut Budi Suryata dalam suratnya, kata politisi asal Lombok Tengah (Loteng) ini, menjadi tidak rasional. Dan malah sebaliknya, justru seluruh kader PDIP NTB yang kini merasa nyaman dengan keluarnya Budi Suryata dari PDIP. Apalagi kalau mempertimbangkan kontribusi, kinerja, dan cara Budi Suryata bekerja selama ini.

Dalam rapat lengkap kemarin pun, DPD PDIP NTB telah menetapkan Dr Hakam Ali Niazi sebagai Sekretaris DPD PDIP NTB menggantikan posisi Budi Suryata. Sebelumnya, di kepengurusan DPD PDIP NTB, Dr Hakam Ali Niazi adalah sebagai Wakil Sekretaris. ‘’Kami seluruh kader solid. Hak Budi Suryata mengundurkan diri, dan kami tinggal buat keputusan. Kami nggak terlena dan terpengaruh akan hal tersebut,’’ tegas Ruslan Turmuzi.

Terkait posisi Budi Suryata di DPRD NTB, penggantian antar waktu (PAW) tidak memungkinkan dilakukan. Karena itu, Budi Suryata akan tetap dalam posisinya sebagai legislator di DPRD NTB hingga akhir Agustus 2024.

Pendaftaran Cakada

Sementara itu, terkait pendaftaran bakal Cakada (calon kepala daerah), PDIP NTB secara resmi membuka kesempatan kepada figur-figur terbaik Bumi Gora untuk menjadi calon bupati (Cabup) dan calon wali kota (Cawali) melalui PDIP. Sementara untuk bakal calon gubernur (Cagub), PDIP telah menetapkan untuk mengusung kadernya sendiri yakni HW Musyafirin, yang merupakan Bupati Sumbawa Barat dua periode. ‘’PDIP NTB secara resmi membuka pendaftaran bagi figur-figur terbaik yang ingin duduk di jabatan eksekutif sebagai bupati dan wali kota di 10 kabupaten/kota di NTB,’’ kata Ruslan Turmuzi.

Pendaftaran tersebut lanjut Ruslan Turmuzi, terbuka untuk kader PDIP maupun non kader. Saat ini, PDIP memiliki suara signifikan di DPRD Kota Mataram, Lombok Timur, Lombok Utara, Kabupaten Bima, Kota Bima, Sumbawa, dan Sumbawa Barat. Raihan kursi di lembaga legislatif tersebut menjadi modal utama bagi PDIP menatap Pilkada serentak yang pemungutan suaranya digelar 27 November 2024 mendatang.

PDIP tambah Ruslan Turmuzi juga membangun komunikasi dengan partai lain untuk mengusung kandidat dalam Pilkada. Terbuka juga peluang bagi tokoh dan kandidat yang mendaftar ke PDIP dengan membawa dukungan yang telah diperoleh dari partai lain.(wnn01)

Berita Terkait

Anggota DPR Fauzan Khalid Sambangi Penerima Bedah Rumah BSPS di Lombok Barat, Warga: Terima Kasih, Rumah Kami Kini Lebih Layak
Kinerja OPD Jadi Alarm, Bupati Lombok Timur Reshuffle 36 Pejabat Sekaligus
FDJ Dukung Komjen Pol Karyoto Jadi Kapolri, Dinilai Punya Rekam Jejak Lengkap dan Integritas Kuat
Pemimpin Merakyat: Hadir di Tengah Rakyat, Bukan Sekadar Pencitraan
OTT KPK Guncang Lombok Barat, Fauzan Khalid Minta ASN Tetap Profesional dan Layani Warga
Raker APPSI 2026 di NTB: Para Gubernur Satukan Langkah Perkuat UMKM dan Fiskal Daerah Menuju Indonesia Maju
Setelah Dikunjungi Presiden, Kini NTB Dipercaya Jadi Tuan Rumah Raker APPSI 2026
STN-LMND Resmi Bentuk Sekretariat Bersama, Fokus Percepat Brigade Pangan dan Koperasi Desa Merah Putih

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 11:01 WIB

Anggaran Tanah KSB Melonjak Rp163 Miliar, FPT Laporkan Dugaan Korupsi ke Polres

Jumat, 14 Agustus 2026 - 10:03 WIB

Simpan Sabu 26,44 Gram di Hotel, Terduga Pengedar Diciduk Polisi di Sambelia Lombok Timur

Kamis, 13 Agustus 2026 - 10:02 WIB

212 Penumpang Berhasil Dievakuasi, Lima Orang Masih Dicari Usai KMP Putri Yasmin Terbakar

Rabu, 12 Agustus 2026 - 16:07 WIB

173 Orang Dievakuasi dari KMP Putri Yasmin yang Terbakar, Tim SAR Masih Cari Korban Lain

Rabu, 12 Agustus 2026 - 08:34 WIB

KMP Putri Yasmin Terbakar di Selat Lombok, Kapal dan Helikopter Dikerahkan Evakuasi Penumpang

Rabu, 12 Agustus 2026 - 03:02 WIB

Bukan Sekadar Festival, Jeruk Manis Merawat Tradisi dan Kemandirian di Kaki Rinjani

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:01 WIB

Jenazah Tanpa Identitas Ditemukan di Bukit Terengan Lombok Utara, Begini Awal Penemuannya

Selasa, 11 Agustus 2026 - 15:09 WIB

Ekonomi NTB Tak Lagi Bergantung Tambang, Gubernur Iqbal dan Komisi VII DPR RI Dorong Hilirisasi dan Pariwisata Berkualitas

Berita Terbaru

Indrajitu Slot Indrajitu Slot Gacor indrajitu sateslot ayambet slot gacor hari ini acong88 ayambet sate slot indrajitu megaforwin nasgorbet Ayambet Indrajitu Megaforwin Nasgorbet Sateslot https://103.123.158.92/vvip/ Ayambet Indrajitu Megaforwin Sateslot Bimatoto Plnslot Buditogel Nasgorbet Acong88 Ayambet Indrajitu Megaforwin Nasgorbet Plnslot Sateslot Ayambet Indrajitu Megaforwin Nasgorbet Sateslot gacor slot terpercaya sibela Indrajitu Indrajitu