Rakorwil PSI NTB 2026 di Mataram jadi momentum penting konsolidasi partai. Kehadiran Kaesang Pangarep membawa energi baru dan memperkuat arah politik menuju 2029.
MATARAM, WNN.CO.ID – Dewan Pimpinan Wilayah Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan seluruh persiapan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) yang digelar di Mataram pada 1–2 Mei 2026 telah rampung.
Agenda ini tak sekadar pertemuan rutin, tetapi diposisikan sebagai momen strategis untuk memperkuat konsolidasi internal sekaligus memperluas basis dukungan politik di daerah.
Sorotan utama tertuju pada kehadiran Ketua Umum DPP PSI, Kaesang Pangarep, yang dinilai membawa energi baru bagi kader di NTB.
Ketua DPW PSI NTB, Lalu Budi Suryata, menyebut Rakorwil tahun ini sebagai titik awal fase baru perjuangan partai di wilayah tersebut.
Ia menegaskan bahwa struktur kepengurusan PSI NTB kini telah terbentuk secara utuh hingga tingkat kabupaten/kota.
“Struktur sudah 100 persen lengkap. Konsolidasi berjalan solid, dan kami siap masuk ke kerja-kerja politik yang lebih konkret untuk masyarakat NTB,” ujarnya.
Menurutnya, kekuatan PSI NTB saat ini terletak pada kombinasi unik antara energi generasi muda dan pengalaman politisi senior. Perpaduan ini diyakini menjadi modal strategis dalam memperluas pengaruh partai.
“Anak muda membawa gagasan segar dan keberanian, sementara senior menghadirkan pengalaman dan jaringan. Ini kombinasi ideal untuk membesarkan PSI,” tambahnya.
Sekretaris DPW PSI NTB, I Putu Dedy Saputra, mengungkapkan bahwa partainya tengah memasuki fase pertumbuhan yang signifikan.
Hal ini ditandai dengan bergabungnya puluhan tokoh dari berbagai latar belakang, mulai dari profesional, akademisi, aktivis, hingga tokoh masyarakat.
Fenomena ini dinilai sebagai indikator meningkatnya kepercayaan publik terhadap PSI sebagai alternatif politik yang lebih terbuka dan relevan.
“Gelombang dukungan ini nyata. Banyak yang datang dengan semangat yang sama: ingin membangun NTB lewat politik yang sehat dan rasional,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa Rakorwil bukan hanya forum internal, tetapi juga ruang untuk merumuskan arah perjuangan politik yang lebih terstruktur, kolaboratif, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
PSI NTB ingin memposisikan diri lebih dari sekadar partai politik. Mereka menargetkan menjadi wadah bagi berbagai ide dan gerakan perubahan dari beragam kalangan.
“PSI harus jadi rumah besar gagasan. Dengan struktur kuat dan dukungan yang terus tumbuh, kami optimistis bisa menjadi kekuatan politik yang diperhitungkan pada 2029,” ujar Dedy.
Ketua Panitia Rakorwil, Novia Agustiar, memastikan seluruh aspek teknis kegiatan telah memasuki tahap akhir.
“Persiapan hampir final, baik agenda utama maupun kegiatan pendamping selama kunjungan Ketua Umum. Kami siap menyelenggarakan Rakorwil yang lancar dan sukses,” katanya.
Selama berada di Mataram, Kaesang Pangarep dijadwalkan mengikuti sejumlah agenda internal, menyapa masyarakat, serta berdiskusi dengan tokoh-tokoh lokal di NTB.
Dengan struktur yang telah solid, masuknya tokoh-tokoh baru, serta meningkatnya penerimaan publik, Rakorwil PSI NTB 2026 dipandang sebagai momentum penting untuk memperkuat fondasi politik partai di daerah.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari strategi besar PSI dalam menghadapi dinamika politik nasional menuju 2029—dengan NTB sebagai salah satu basis pertumbuhan yang kini mulai diperhitungkan.(wnn09)







