Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) NTB menggelar workshop Film Festival Lombok 2026 di SMKN 3 Sumbawa Besar untuk mendorong kreativitas pelajar sekaligus mengampanyekan pencegahan pernikahan anak.
SUMBAWA, WNN.CO.ID – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) NTB terus mendorong lahirnya generasi muda kreatif melalui dunia perfilman.
Upaya itu diwujudkan melalui Workshop Film Festival Lombok 2026 bertajuk “Lebaran Film Warga NTB” yang digelar di SMKN 3 Sumbawa Besar, Rabu (20/5/2026).
Kegiatan yang berkolaborasi dengan Lombok Inspira Foundation ini tidak hanya menjadi ruang pengembangan kreativitas pelajar, tetapi juga membawa misi sosial yang kuat, yakni meningkatkan kesadaran tentang dampak negatif pernikahan anak atau merarik kodek di NTB.
Kepala SMKN 3 Sumbawa Besar, HM. Ashari mengapresiasi pelaksanaan workshop yang dinilai memberi manfaat besar bagi para siswa, terutama dalam membuka peluang baru di bidang industri kreatif.
“Atas nama SMKN 3 Sumbawa Besar kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena memberikan banyak manfaat bagi generasi muda. Kami berharap kegiatan seperti ini mampu mendorong siswa untuk terus berprestasi dan berkarya,” ujarnya saat membuka kegiatan.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Kepemudaan Dikpora NTB, H. Tarmidzi mengatakan pelatihan tersebut menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas generasi muda sekaligus menekan angka pernikahan anak di NTB.
Menurutnya, peserta tidak hanya menerima materi dasar perfilman, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktik membuat film pendek yang dapat dimanfaatkan sebagai media kampanye sosial di lingkungan sekitar.
“Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan dan kreativitas pemuda NTB dalam membangun masa depan. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai dampak merarik kodek seperti putus sekolah, kekerasan rumah tangga, kemiskinan, gangguan kesehatan reproduksi ibu hingga stunting,” jelasnya.
Pria yang akrab disapa Pak Ajik itu juga mendorong generasi muda untuk terus mengembangkan keterampilan dan memanfaatkan peluang di sektor ekonomi kreatif.
“Semua peserta diajarkan proses membuat film dari dasar hingga praktik produksi. Harapannya mereka bisa berkarya, bahkan membuka peluang ekonomi kreatif seperti menjadi konten kreator, sehingga dapat lebih fokus membangun masa depan,” tambahnya.
Ia menegaskan, Bidang Kepemudaan Dikpora NTB selama ini terus menjalankan berbagai program pencegahan pernikahan anak, mulai dari pelatihan kewirausahaan, pengembangan keterampilan kepemudaan, hingga sosialisasi bahaya narkoba yang dilakukan bersama BNN kabupaten/kota.
Workshop yang berlangsung di Laboratorium Komputer SMKN 3 Sumbawa Besar tersebut diikuti lebih dari 50 pelajar SMA dan SMK dari Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat yang memiliki minat di bidang perfilman.
Dalam sesi pelatihan, narasumber dari Lombok Inspira Foundation, Budi Triono, mengajak peserta menyaksikan film karya anak Lombok bertema dampak sosial merarik kodek. Para peserta juga mendapatkan pembekalan terkait proses kreatif, pengembangan ide cerita, hingga teknik produksi film pendek.
Setelah pelaksanaan di Sumbawa, Dikpora NTB bersama Lombok Inspira Foundation dijadwalkan melanjutkan roadshow ke Kabupaten Dompu.
Program ini menjadi bagian dari kampanye pencegahan pernikahan anak sekaligus upaya meningkatkan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) NTB tahun 2026.(wnn02)







