LOMBOK TIMUR, WNN.CO.ID – Hujan lebat yang mengguyur kawasan Kecamatan Sembalun pada Minggu (8/2/2026) sekitar pukul 13.00 Wita, memicu longsor di jalur strategis Pusuk–Sembalun, Kabupaten Lombok Timur. Insiden ini sempat melumpuhkan total akses utama menuju salah satu destinasi wisata favorit di Pulau Lombok tersebut.
Tumpukan material berupa tanah dan bebatuan setebal 0,5 hingga 1,5 meter menutup badan jalan sepanjang kurang lebih 10 meter. Kondisi ini membuat arus lalu lintas terhenti dan kendaraan sama sekali tidak bisa melintas.
Merespons situasi darurat tersebut, Pemerintah Provinsi NTB bergerak cepat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB langsung berkoordinasi intensif dengan BPBD Lombok Timur serta Balai Jalan Nasional (BJN) untuk mempercepat langkah penanganan.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Lombok Timur segera diterjunkan ke lokasi guna melakukan asesmen awal. Sementara itu, Tim Siaga Bencana Desa (TSBD) Sembalun bergerak mengamankan area terdampak dan membantu mengatur kondisi di lapangan.
Operasi pembersihan material longsor pun dilakukan secara terpadu. Balai Jalan Nasional mengerahkan dua unit alat berat, didukung penuh oleh personel BPBD, Pemadam Kebakaran, TNI–Polri, aparat kecamatan, hingga pemerintah desa setempat. Sinergi lintas sektor ini memastikan penanganan berjalan efektif dan terkoordinasi.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD NTB, Sadimin menegaskan, bahwa langkah cepat langsung diambil sejak laporan pertama diterima. Menurutnya, jalur Pusuk–Sembalun merupakan akses vital yang harus segera dipulihkan.
“Hingga sore hari, tim gabungan masih bekerja maksimal di lapangan. Proses pembersihan akan terus dikebut sampai malam agar jalur bisa kembali normal secepat mungkin,” ujarnya.
Keseriusan pemerintah daerah juga terlihat dari kehadiran langsung Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, yang turun memantau proses penanganan. Di lokasi kejadian, gubernur memberikan arahan agar seluruh upaya dilakukan secara cepat, aman, dan terukur.
Tak hanya fokus pada langkah darurat, Gubernur Iqbal juga menekankan pentingnya solusi jangka menengah guna mencegah longsor berulang.
“Perlu direncanakan penguatan tebing pada titik-titik rawan, bisa melalui pemasangan bronjong atau tembok penahan tanah. Tentu harus disesuaikan dengan kondisi geologis setempat agar lebih efektif dan berkelanjutan,” tegasnya.
Di tengah cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi, BPBD NTB turut mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan. Saat ini wilayah NTB tengah memasuki puncak musim hujan yang rentan memicu bencana hidrometeorologis seperti banjir, angin kencang, dan tanah longsor.
Berkat kerja cepat dan solid antara Balai Jalan Nasional, BPBD, Damkar, serta TNI–Polri, pemerintah optimistis akses Pusuk–Sembalun dapat segera pulih. Pemulihan jalur ini sangat penting demi kelancaran mobilitas warga sekaligus menjaga geliat pariwisata Lombok Timur tetap bergairah.(wnn09)







