LOMBOK BARAT, WNN.CO.ID – Arus mudik Lebaran 1447 Hijriah melalui Pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, diperkirakan meningkat tahun ini. Operator penyeberangan memperkirakan jumlah penumpang yang menyeberang menuju Bali mengalami kenaikan sekitar 10 persen dibandingkan musim mudik tahun sebelumnya.
PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Lembar memproyeksikan total penumpang selama periode angkutan Lebaran mencapai sekitar 71.789 orang, baik penumpang pejalan kaki maupun yang berada di dalam kendaraan.
Lonjakan mobilitas juga diprediksi terjadi pada kendaraan yang akan menyeberang melalui lintasan Pelabuhan Lembar–Pelabuhan Padangbai.
Total kendaraan yang diperkirakan menyeberang mencapai 27.413 unit dengan komposisi: Sepeda motor 21.038 unit, Mobil pribadi 3.761 unit, Bus 235 unit, Truk/logistik 2.379 unit.
General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Lembar, Handoyo Triyanto, mengatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai strategi operasional untuk memastikan layanan penyeberangan selama musim mudik berjalan aman dan lancar.
Menurutnya, koordinasi terus dilakukan dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang.
“ASDP selalu berkoordinasi dengan seluruh stakeholder untuk memastikan kesiapan operasional menghadapi peningkatan volume penumpang pada masa angkutan Lebaran,” ujar Handoyo, di ruang kerjanya, Senin (16/3/2026).
Untuk mengantisipasi antrean kendaraan di kawasan pelabuhan, ASDP menyiapkan tiga skema operasional yang akan diterapkan secara situasional.
1. Skema Normal. Pada kondisi normal, kapal beroperasi sesuai jadwal dengan interval keberangkatan sekitar dua jam sekali.
2. Skema Padat. Jika volume kendaraan meningkat, frekuensi keberangkatan kapal akan dipercepat dan waktu sandar kapal dipersingkat guna mempercepat proses bongkar muat kendaraan.
3. Skema Sangat Padat. Jika terjadi lonjakan ekstrem, seluruh armada kapal akan dimaksimalkan dengan pola operasional bergantian tanpa jeda panjang untuk mengurai antrean di pelabuhan.
ASDP juga mengingatkan masyarakat bahwa pembelian tiket penyeberangan kini dilakukan secara online melalui aplikasi resmi ASDP. Sistem ini diterapkan untuk mengurangi antrean panjang di pelabuhan sekaligus mempercepat proses pelayanan penumpang.
Saat ini, pada lintasan Penyeberangan Lembar–Padangbai tersedia 21 kapal ferry yang siap melayani masyarakat.
Armada tersebut terdiri dari: 2 kapal milik ASDP dan 19 kapal milik operator swasta.
ASDP juga mengimbau pemudik untuk menghindari keberangkatan pada malam hari, karena waktu tersebut biasanya menjadi periode dengan tingkat kepadatan tertinggi.
“Penumpukan kendaraan biasanya terjadi pada malam hari. Kami mengimbau masyarakat agar melakukan perjalanan pada pagi, siang, atau sore hari agar perjalanan lebih nyaman,” kata Handoyo.
Berdasarkan pola pergerakan penumpang pada tahun-tahun sebelumnya, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada H-5 Lebaran, sedangkan puncak arus balik diprediksi berlangsung pada H+6.
Dengan berbagai strategi yang telah disiapkan, ASDP optimistis layanan penyeberangan di Pelabuhan Lembar tetap berjalan lancar dan mampu mengakomodasi lonjakan mobilitas masyarakat selama musim mudik Lebaran tahun ini.(wnn01)







