MATARAM, WNN.CO.ID – Kesalahan saat mengerem masih menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan lalu lintas di jalan raya. Bukan hanya karena melaju dengan kecepatan tinggi, banyak pengendara justru kehilangan kendali akibat teknik pengereman yang keliru.
Padahal, memahami cara pengereman motor yang benar merupakan keterampilan dasar yang wajib dimiliki setiap pengendara. Teknik sederhana ini dapat membantu menjaga keseimbangan kendaraan sekaligus mengurangi risiko terjatuh saat menghadapi situasi darurat.
Safety Riding Instructor Astra Motor NTB, Satria Wiman Jaya, mengatakan masih banyak pengendara yang memiliki kebiasaan kurang tepat ketika berkendara, salah satunya menempatkan jari di tuas rem depan atau tuas kopling selama motor melaju.
“Kebiasaan tersebut dapat memicu pengereman mendadak yang berisiko membuat kendaraan kehilangan keseimbangan. Saat berkendara, seluruh jari sebaiknya menggenggam handlebar dengan sempurna dan hanya berpindah ke tuas rem ketika memang diperlukan,” jelasnya.
Melalui kampanye keselamatan berkendara #Cari_Aman, Astra Motor NTB mengingatkan masyarakat untuk menerapkan teknik pengereman sepeda motor yang benar melalui beberapa tahapan berikut.
1. Tutup Putaran Gas Terlebih Dahulu
Langkah pertama sebelum mengerem adalah menutup putaran gas sepenuhnya dengan memutar grip gas hingga posisi tertutup. Cara ini bertujuan menghentikan suplai tenaga dari mesin sehingga proses perlambatan menjadi lebih aman dan terkendali.
2. Gunakan Rem Depan Secara Bertahap
Setelah gas tertutup, gunakan rem depan sebagai pengereman utama dengan menarik tuas secara progresif, dimulai dari ujung jari hingga seluruh jari memberikan tekanan secara perlahan.
Menurut Satria, rem depan memiliki peran sekitar 60–70 persen dalam proses pengereman karena beban kendaraan akan berpindah ke roda depan ketika motor melambat.
Teknik ini membantu mencegah roda depan terkunci (locking) yang berpotensi menyebabkan pengendara terjatuh.
3. Padukan dengan Rem Belakang
Agar kendaraan tetap stabil, pengendara juga perlu mengombinasikan rem belakang dengan porsi sekitar 30–40 persen.
Pada sepeda motor matic, rem belakang dioperasikan melalui tuas rem kiri secara bertahap. Sementara pada motor sport atau manual, rem belakang digunakan dengan menginjak pedal rem menggunakan kaki kanan.
Perpaduan kedua rem secara proporsional akan menghasilkan pengereman yang lebih efektif, stabil, dan aman.
4. Sesuaikan Persiapan Berhenti dengan Jenis Motor
Ketika kecepatan semakin rendah, pengendara perlu menyesuaikan langkah berikutnya berdasarkan jenis kendaraan.
Pengguna motor matic cukup mempersiapkan kaki kiri sebagai tumpuan saat kendaraan berhenti. Sedangkan pada motor sport atau manual, tuas kopling harus ditarik sesaat sebelum motor berhenti sempurna agar mesin tidak mati.
5. Turunkan Kaki Kiri Saat Motor Hampir Berhenti
Saat laju kendaraan sudah sangat pelan, turunkan kaki kiri terlebih dahulu sebagai penopang keseimbangan. Posisi ini juga membuat kaki kanan tetap siap mengoperasikan rem belakang apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.
Satria menegaskan, kebiasaan sederhana tersebut akan membantu pengendara menjaga kontrol kendaraan sekaligus mengurangi risiko kecelakaan akibat pengereman mendadak.
“Keselamatan berkendara dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan dengan benar. Jangan menunggu situasi darurat untuk belajar mengerem. Latih prosedur pengereman yang tepat setiap hari agar menjadi refleks saat menghadapi kondisi yang tidak terduga di jalan raya,” ujarnya.
Melalui semangat #Cari_Aman, Astra Motor NTB terus mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan berkendara.
Sebab, perjalanan yang aman bukan ditentukan oleh seberapa cepat tiba di tujuan, melainkan bagaimana setiap pengendara dapat sampai dengan selamat.
Karena itu, jangan hanya mahir menarik gas. Pengendara yang baik juga harus memahami kapan dan bagaimana melakukan pengereman dengan benar. Jago #Cari_Aman Biar Happy!.(wnn02)







