JAKARTA, WNN.CO.ID – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno mengecam praktik percaloan terkait aksesibilitas. Seperti yang terjadi di Pelabuhan Jepara di Karimunjawa, karena sangat merugikan wisatawan dan menciptakan citra buruk bagi destinasi wisata.
‘’Untuk para calo di Karimunjawa kemarin sudah ditindak tegas, juga diberikan peringatan keras dan ini tidak bisa kita tolerir. Tentunya kita lihat kalau pelanggarannya ini masih bisa dianggap pelanggaran ringan, bisa diberikan pembinaan, tapi kalau pelanggarannya sangat berat dan menyangkut reputasi Indonesia yang sekarang di level dunia, harus betul-betul diberikan sanksi tegas,’’ kata Menparekraf, Sandiaga Uno, di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Senin (28/8/2023).
Karenanya, Menparekraf Sandiaga Uno mengimbau penyelenggara biro perjalanan untuk dapat beralih pada digitalisasi, sehingga terhindar dari praktek pencaloan. ‘’Kami juga mengimbau semua agent tour, penyelenggara biro perjalanan untuk menggunakan digitalisasi, sehingga praktik-praktik percaloan ini bisa kita kikis dan kita eliminasi,’’ ujarnya.
Menparekraf Sandiaga Uno akan berupaya meningkatkan aksesibilitas, terutama layanan transportasi guna menggaet wisatawan nusantara (wisnus) dan wisatawan mancanegara (wisman).
Itu sebabnya, Menparekraf Sandiaga Uno terus berkoordinasi dan menjalin kerja sama dengan Kemenhub untuk menambah kuota penerbangan ke destinasi wisata dalam negeri, sehingga bisa menekan harga penerbangan ke angka yang lebih terjangkau.
‘’Kami terus bekerja sama dengan Kemenhub untuk terus menambah jumlah penerbangan dan tingkat ketersediaan kursi,’’ ucapnya.(wnn01)







