Ombudsman NTB Soroti Dugaan MBG Tak Layak di Mataram, Distribusi Saat Puasa Jadi Alarm Serius

- Jurnalis

Selasa, 24 Februari 2026 - 14:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Perwakilan Ombudsman RI NTB, Dwi Sudarsono.

Kepala Perwakilan Ombudsman RI NTB, Dwi Sudarsono.

MATARAM, WNN.CO.ID — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang sebagai investasi gizi generasi masa depan kembali menjadi perbincangan publik. Kali ini, sorotan datang dari Perwakilan Ombudsman RI wilayah NTB setelah muncul dugaan makanan tidak layak konsumsi di salah satu sekolah dasar di Kota Mataram.

Temuan tersebut terjadi di SDN 2 Cakranegara, menyusul laporan wali murid terkait menu MBG pada Senin, 23 Februari 2026. Salah satu item, berupa puding, diduga dalam kondisi basi—berbusa dan berair saat hendak dikonsumsi siswa.

Laporan itu bergerak cepat. Sehari berselang, Selasa (24/2/2026), Ombudsman NTB turun langsung ke sekolah untuk meminta klarifikasi dan menggali informasi dari pihak terkait.

Kepala SDN 2 Cakranegara, Ahmadiyah, S.Pd., membenarkan adanya laporan tersebut. Ia mengaku mengetahui dugaan makanan tak layak itu setelah menerima aduan dari wali murid.

“Begitu mendapat informasi, kami langsung menyampaikan kepada pihak SPPG. Namun pihak SPPG menyatakan bahwa saat didistribusikan, menu dalam kondisi baik,” ujarnya.

Menurut pihak sekolah, ini bukan kali pertama muncul komplain terkait kualitas menu MBG. Sebelumnya, isu dugaan roti kedaluwarsa sempat viral dan ramai diperbincangkan publik. Fenomena ini memperlihatkan bahwa pengawasan kualitas masih menjadi pekerjaan rumah serius dalam implementasi program.

Kepala Perwakilan Ombudsman RI NTB, Dwi Sudarsono, mengungkapkan bahwa dari hasil permintaan keterangan awal, pihaknya menemukan dugaan maladministrasi dalam proses distribusi.

MBG diketahui diantarkan sekitar pukul 08.00 Wita, saat siswa tengah menjalankan ibadah puasa. Makanan tersebut baru dikonsumsi saat waktu berbuka. Artinya, terdapat jeda waktu cukup panjang antara distribusi dan konsumsi.

Dalam konteks keamanan pangan, ini bukan hal sepele. Berdasarkan Surat Edaran Kepala BGN Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelayanan Program MBG selama Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi serta Libur Tahun Baru Imlek 2026, selama Ramadan tidak dianjurkan menyajikan menu yang cepat basi, bercita rasa pedas, maupun berpotensi menimbulkan keracunan pangan.

Puding sendiri, dalam suhu ruang, rata-rata hanya bertahan sekitar lima jam. Dengan distribusi pagi dan konsumsi menjelang magrib, potensi penurunan kualitas menjadi risiko nyata.

“Tidak semua siswa memiliki kulkas di rumah. Bahkan bisa saja tidak semua siswa menyampaikan kepada orang tuanya bahwa ada MBG yang dibawa pulang. Saat dikeluarkan dari tas sekolah, makanan bisa jadi sudah rusak,” jelas Dwi.

Surat edaran tersebut juga menegaskan bahwa di wilayah dengan mayoritas penerima manfaat berpuasa, MBG dapat diberikan dalam bentuk makanan kemasan sehat yang diproduksi sesuai standar operasional prosedur (SOP) keamanan pangan. Produk kemasan seharusnya mencantumkan masa kedaluwarsa serta memiliki izin seperti Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT).

Namun, berdasarkan hasil pemantauan Ombudsman, pada menu MBG tanggal 23 dan 24 Februari 2026 tidak ditemukan pencantuman masa kedaluwarsa maupun izin PIRT. “Atas temuan ini, kami akan mencatatnya sebagai bagian dari pemeriksaan dan meminta klarifikasi dari pihak SPPG serta berkoordinasi dengan Satgas MBG,” tegas Dwi.

Program MBG dirancang sebagai langkah strategis memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan asupan gizi yang layak dan merata. Di tengah bonus demografi dan tantangan stunting, program ini memiliki nilai strategis jangka panjang.

Namun, idealisme kebijakan harus berjalan seiring dengan standar keamanan pangan yang ketat. Kelalaian teknis sekecil apa pun berpotensi merusak kepercayaan publik—terutama di era digital, ketika satu laporan bisa menyebar luas dalam hitungan menit.

Ombudsman NTB berharap pengelola SPPG lebih cermat dalam proses produksi maupun distribusi. Transparansi, akuntabilitas, dan pengawasan internal yang kuat menjadi kunci agar program ini benar-benar memberi dampak positif.

Di sisi lain, partisipasi masyarakat juga dinilai penting. Ombudsman NTB membuka ruang pengaduan bagi warga yang menemukan dugaan maladministrasi dalam penyelenggaraan MBG.

Karena pada akhirnya, memastikan kualitas gizi generasi masa depan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan komitmen bersama.(wnn01)

Berita Terkait

173.706 Narapidana Terima Remisi HUT ke-81 RI, Bupati Lombok Timur Tekankan Kesempatan untuk Berubah
Anggaran Tanah KSB Melonjak Rp163 Miliar, FPT Laporkan Dugaan Korupsi ke Polres
Simpan Sabu 26,44 Gram di Hotel, Terduga Pengedar Diciduk Polisi di Sambelia Lombok Timur
212 Penumpang Berhasil Dievakuasi, Lima Orang Masih Dicari Usai KMP Putri Yasmin Terbakar
173 Orang Dievakuasi dari KMP Putri Yasmin yang Terbakar, Tim SAR Masih Cari Korban Lain
KMP Putri Yasmin Terbakar di Selat Lombok, Kapal dan Helikopter Dikerahkan Evakuasi Penumpang
Jaga Rinjani dari Karhutla, Polsek Sembalun Ingatkan Pendaki Soal Puntung Rokok hingga Api Unggun
Bukan Sekadar Festival, Jeruk Manis Merawat Tradisi dan Kemandirian di Kaki Rinjani

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 10:02 WIB

173.706 Narapidana Terima Remisi HUT ke-81 RI, Bupati Lombok Timur Tekankan Kesempatan untuk Berubah

Jumat, 14 Agustus 2026 - 11:01 WIB

Anggaran Tanah KSB Melonjak Rp163 Miliar, FPT Laporkan Dugaan Korupsi ke Polres

Jumat, 14 Agustus 2026 - 10:03 WIB

Simpan Sabu 26,44 Gram di Hotel, Terduga Pengedar Diciduk Polisi di Sambelia Lombok Timur

Kamis, 13 Agustus 2026 - 10:02 WIB

212 Penumpang Berhasil Dievakuasi, Lima Orang Masih Dicari Usai KMP Putri Yasmin Terbakar

Rabu, 12 Agustus 2026 - 16:07 WIB

173 Orang Dievakuasi dari KMP Putri Yasmin yang Terbakar, Tim SAR Masih Cari Korban Lain

Rabu, 12 Agustus 2026 - 04:07 WIB

Jaga Rinjani dari Karhutla, Polsek Sembalun Ingatkan Pendaki Soal Puntung Rokok hingga Api Unggun

Rabu, 12 Agustus 2026 - 03:02 WIB

Bukan Sekadar Festival, Jeruk Manis Merawat Tradisi dan Kemandirian di Kaki Rinjani

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:01 WIB

Jenazah Tanpa Identitas Ditemukan di Bukit Terengan Lombok Utara, Begini Awal Penemuannya

Berita Terbaru

Indrajitu Slot Indrajitu Slot Gacor indrajitu sateslot ayambet slot gacor hari ini acong88 ayambet sate slot indrajitu megaforwin nasgorbet Ayambet Indrajitu Megaforwin Nasgorbet Sateslot https://103.123.158.92/vvip/ Ayambet Indrajitu Megaforwin Sateslot Bimatoto Plnslot Buditogel Nasgorbet Acong88 Ayambet Indrajitu Megaforwin Nasgorbet Plnslot Sateslot Ayambet Indrajitu Megaforwin Nasgorbet Sateslot gacor slot terpercaya sibela Indrajitu Indrajitu