LOMBOK TIMUR, WNN.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Pemkab Lotim) tengah bersiap menjadi salah satu dari 30 daerah di Indonesia yang berpeluang menerima hibah program Local Service Delivery Improvement Project (LSDP) dari Bank Dunia.
Program tersebut difokuskan untuk memperkuat layanan publik, terutama dalam transformasi sistem pengelolaan sampah modern dan berkelanjutan.
Sekretaris Daerah Lombok Timur (Sekda Lotim), HM Juaini Taofik, mengatakan pemerintah daerah telah menyiapkan berbagai kebutuhan pendukung, termasuk lahan strategis untuk pembangunan fasilitas pengolahan sampah terpadu.
“Dari total 15 hektare luas TPA yang dimiliki, minimal dua hektare akan dikhususkan menjadi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang terintegrasi,” kata Sekda Lotim, HM Juaini Taofik, di ruang kerjanya, Senin (11/5/2026).
Menurutnya, program LSDP tidak hanya bertujuan mengurangi penumpukan sampah, tetapi juga mendorong pemanfaatan sampah menjadi produk bernilai ekonomi hingga energi terbarukan seperti listrik.
Pemkab Lombok Timur, lanjut Juaini, juga telah menyerahkan seluruh dokumen perencanaan yang menjadi syarat program kepada pemerintah pusat.
Dokumen tersebut meliputi RPJPD, RPJMD, RPD 2024–2026, Renstra, Renja, hingga Masterplan Pengembangan Sistem Persampahan dan Roadmap SKK.
Ia menegaskan, langkah serius pemerintah daerah dalam membenahi persoalan sampah turut dipengaruhi aspirasi masyarakat, termasuk dari kalangan mahasiswa.
“Kami sudah berdiskusi dengan adik-adik mahasiswa, termasuk BEM Lotim. Isu sampah ini akan kita kawal bersama,” katanya.
Selain persoalan sampah, Pemkab Lombok Timur juga memastikan pengawasan distribusi LPG tetap menjadi perhatian utama pemerintah daerah.
“Terkait LPG, kami memastikan pengawasan distribusi diperketat agar kebutuhan dasar masyarakat tidak terganggu akibat pengisian yang tidak sesuai wilayah,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lombok Timur, H. Pathurrahman, berharap daerahnya dapat ditetapkan sebagai salah satu lokasi sasaran program LSDP Bank Dunia.
Menurutnya, paradigma pengelolaan sampah di Lombok Timur harus mulai berubah. Sampah tidak lagi sekadar dibuang, tetapi harus diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi, seperti kompos maupun produk turunan lainnya.
“Melalui TPST, nantinya hanya residu akhir saja yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA),” ujarnya.(wnn07)







