SUBANG, WNN.CO.ID – Manuver dan perkembangan politik saat ini mengindikasikan bahwa dukungan politik Jokowi jelas ‘’berseberangan’’ dengan PDIP yang mengusung capres dan cawapres nomor urut 3, Ganjar Pranowo – Prof Mahfud MD. Hal ini memperkuat persepsi bahwa hubungan Jokowi dengan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri ‘’sedang tidak baik-baik saja’’.
Syamsul Hadi yang saat ini sebagai Wakil Ketua Bidang OKK (Organisasi Kaderisasi Keanggotaan) DPC PROJO Kabupaten Subang bersama kawan-kawan Relawan PROJO sedang massif melakukan konsolidasi dan turun langsung ke segmen akar rumput (grassroots) untuk pemenangan capres dan cawapres nomor urut 2, Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka, koordinasi satu komando bersama Ketua dan Sekretaris DPC PROJO supaya tidak terjadi kontradiksi mapping, dan lain-lain.
Tim Relawan PROJO saat ini juga gencar menyampaikan dan mensosialisasikan kebijakan-kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahwa percepatan redistribusi tanah objek reforma agraria (TORA) akan terus dipercepat dan diperkuat.
Bang Hadi, demikian Syamsul Hadi biasa disapa menuturkan bahwa redistribusi tanah sangat penting untuk mengurangi ketimpangan dalam kepemilikan tanah di tengah masyarakat yang selama ini menjadi salah satu penyebab konflik agraria di Indonesia, khususnya Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat.
Dengan percepatan redistribusi tanah ini, lanjut Bang Hadi, rakyat khususnya petani di pedesaan akan memperoleh hak atas tanahnya, sebagai faktor produksi yang utama dalam pembangunan pertanian, dan dalam rangka membangun posisi tawar petani di Kabupaten Subang.
Selain percepatan redistribusi tanah, Presiden Jokowi juga menekankan perlunya pemberdayaan ekonomi masyarakat penerima manfaat. Dalam hal ini, kata Bang Hadi, Kementerian/Lembaga (K/L) terkait telah mengalokasikan program kegiatan dan anggaran untuk menindaklanjuti redistribusi dan legalisasi tanah melalui kebijakan reforma agraria.
Bang Hadi menegaskan bahwa peningkatan kelompok usaha dalam pertanian ini sama dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat dalam reforma agraria, yakni peningkatan kemampuan dari kelompok petani sebagai penerima manfaat.
Bang Hadi juga secara khusus akan mengawal percepatan pelaksanaan redistribusi dan legalisasi tanah serta pemberdayaan ekonomi masyarakat dalam rangka reforma agraria. Bang Hadi menyebutkan hingga saat ini, redistribusi tanah sudah mencapai 1,3 juta hektare dari target RPJMN seluas 4,5 juta hektare. Sebanyak 6,99 juta bidang di seluruh penjuru Tanah Air, sudah dilegalisasi.
Bang Hadi yang juga saat ini sebagai Liaison Officer beberapa kelembagaan dan Perkumpulan Sejahtera Tani Lestari (PSTL) Kabupaten Subang yang sedang berjuang melakukan pembelaan untuk memperoleh kepastian hukum terhadap tanah garapannya.
‘’Saat ini kami juga sudah melakukan pertemuan dengan KSP (Kantor Staf Kepresiden) dan saat ini upaya kawan-kawan yang ada di KSP mendorong Kementerian ATR/BPN untuk percepatan penyelesaian konflik agraria di Kabupaten Subang, khususnya di Desa Manyingsal, Kecamatan Cipunagara. Insya Allah, semoga dalam waktu dekat para perwakilan PSTL akan diterima oleh Presiden Jokowi di Istana Merdeka Jakarta,’’ tegas Bang Hadi dalam keterangan resminya, Selasa (16/1/2024).
Lebih lanjut Bang Hadi mengungkapkan bahwa PROJO adalah entitas terpisah dari PDIP dan pasti akan memusatkan langkahnya pada cita-cait Presiden Jokowi terhadap masyarakat Indonesia dibanding kepentingan partai. ‘’Relawan PROJO Kabupaten Subang saat ini focus membangun trust (kepercayaan) publik terhadap kebijakan di era Pemerintahan Jokowi,’’ ucap Bang Hadi.
Bang Hadi menjelaskan, meningkatnya kepercayaan (trust) publik juga dipengaruhi oleh kebijakan pusat saat ini. Jadi, diperlukan cara yang dianggap baru, karena probabilitasnya lebih tinggi untuk menghasilkan kebijakan berkualitas dengan mensimulasikan berbagai konsep yang dianggap dapat menerjemahkan berbagai fenomena masalah publik dalam bentuk kebijakan.
‘’Di saat ketidakpercayaan publik meningkat, maka itu sebagai respon dan peringatan kepada pemerintah untuk lebih berupaya meningkatkan kepercayaan publik melalui kebijakan-kebijakan yang dishare ke masyarakat,’’ jelas Bang Hadi sembari memastikan afiliasi politik PROJO adalah Prabowo – Gibran.
Sambil menikmati kopi di Lounge Pasiific Place Jakarta, ketika ditanya bagaimana merespon terkait Maruarar Sirait yang secara resmi keluar dari PDIP, Bang Hadi langsung tersenyum dan menjawab, bahwa Maruarar Sirait itu adalah mantan aktivis dan sekarang menjadi politisi sekaligus tokoh nasional.
‘’Beliau paham mau dibawa kemana perjalanan dan arah cita-cita bangsa ini dan saya yakin dengan alasannya lebih memilih ide, gagasan, dan perjuangan Jokowi menuju Indonesia Emas adalah sangat tepat,’’ ungkap Bang Hadi.(wnn01)







