LOMBOK TIMUR, WNN.CO.ID – Suasana berbeda terlihat dalam agenda Safari Ramadan Wakil Bupati Lombok Timur (Wabup Lotim), HM Edwin Hadiwijaya, di Masjid Nurul Iman, Desa Selebung Ketangga, Kecamatan Keruak.
Jika biasanya kegiatan Safari Ramadan diisi dengan pidato atau sambutan resmi, kali ini Wabup Edwin justru memilih pendekatan yang lebih terbuka: dialog langsung dengan masyarakat dan tokoh setempat.
Saat protokol acara mempersilakan dirinya memberikan sambutan, Wabup Edwin hanya menyampaikan pengantar singkat. Ia kemudian membuka ruang bagi masyarakat untuk berbicara langsung.
“Mumpung kami didampingi beberapa kepala dinas dan kepala bagian, kami beri kesempatan kepada para tokoh untuk menyampaikan langsung aspirasinya,” ujar Wabup Edwin.
Keputusan itu langsung disambut antusias warga yang hadir. Sejumlah tokoh masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai usulan pembangunan di wilayah mereka.
Kepala Desa Selebung Ketangga menjadi penanya pertama dengan menyampaikan harapan agar pemerintah daerah segera melakukan perbaikan dan pengerasan beberapa ruas jalan desa yang rusak parah.
Usulan serupa juga disampaikan tokoh masyarakat lainnya yang meminta perhatian terhadap kondisi jalan di belakang SMPN 2 Keruak yang dinilai sudah lama membutuhkan perbaikan.
Tak hanya soal infrastruktur, warga juga menyinggung pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat ke Lombok Timur yang mencapai Rp402 miliar. Mereka berharap pengurangan anggaran tersebut tidak berdampak pada program santunan yang rutin diberikan menjelang Idulfitri, seperti untuk marbot masjid, anak yatim, jompo, dan guru ngaji.
Keluhan dan aspirasi tersebut sejalan dengan laporan yang sebelumnya disampaikan Camat Keruak, Azhar, S.Pd. Dalam kesempatan itu, ia menyoroti beberapa ruas jalan kabupaten yang kondisinya memprihatinkan, di antaranya jalur Pijot–Tanjung Luar.
Menurut Azhar, selain rusak parah, jalan tersebut juga perlu diperlebar karena merupakan akses ekonomi strategis masyarakat dan telah lama tidak mendapat perbaikan.
Ia juga menyinggung kondisi jalan penghubung Desa Sepit menuju Batu Putik yang disebut sudah lama mengalami kerusakan tanpa penanganan serius.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Wabup Edwin menyampaikan bahwa usulan-usulan itu akan menjadi bahan pertimbangan dalam perencanaan program pembangunan tahun 2027, mengingat program tahun 2026 saat ini sudah berjalan.
Terkait pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat, ia memastikan bahwa program santunan bagi marbot, anak yatim, jompo, dan guru ngaji tetap akan dilaksanakan.
“Memang benar kita mengalami pengurangan dana dari pusat. Namun untuk santunan, insyaallah tetap kita siapkan. Hanya saja mungkin besarannya sedikit menurun dibanding tahun sebelumnya,” jelasnya.
Safari Ramadan tersebut pun menjadi ruang komunikasi langsung antara pemerintah daerah dan masyarakat, sekaligus wadah menyerap aspirasi pembangunan dari tingkat akar rumput.(wnn07)







