CIANJUR, WNN.CO.ID – Kondisi terbaru kualitas air Waduk Cirata sudah melebihi ambang batas. Sehingga pemerintah pusat melakukan penertiban Keramba Jaring Apung Waduk Cirata yang merupakan program nasional yang digagas pemerintah untuk percepatan pengembalian kualitas air di waduk tersebut.
Menurut informasi dari petani tambak, kualitas air Waduk Cirata terbilang sangat buruk, maka perlu dilakukan penertiban terhadap Kelompok Pembudidayaan Kolam Jaring Apung (KPKJA) yang sudah melebihi ambang batas.
Polda Jawa Barat (Jabar) melalui Subdit Ekonomi Polda Jabar melakakukan silaturahmi dengan Kelompok Pembudidayaan Kolam Jaring Apung atau KPKJA Kampung Jangari, Desa Bobojong, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat (Jabar).
Subdit Ekonomi Polda Jabar memaparkan maksud dan tujuan kegiatan silaturahmi ini yaitu untuk pemeliharaan keamanan, ketertiban masyarakat (Kamtibmas) dan ikut membantu menyejahtrakan petani KPKJA Cirata, dengan mendengarkan aspirasi yang dibutuhkan petani KPKJA yang lebih memahami kondisi di lapangan guna meningkatkan hasil budidaya ikan untuk ketahanan pangan.
Ketua KPKJA, H Edi Supiandi menyambut baik dan mengapresiasi atas kehadiran anggota Polda Jabar yang memberikan bantuan dan arahan kepada petani KPKJA Cirata.
‘’Kami sangat bergembira atas kedatangan anggota Polda Jabar yang sudah jauh-jauh datang dari Bandung untuk bersilaturahmi dengan kami para petani di Cirata, dengan memberikan bantuan sembako, oli, dan kaos bagi petani. Ini bentuk perhatian Polda Jabar kepada kami,’’ kata Edi Supiandi.
Edi Supiandi mengungkapkan, hasil rapat dengan dinas-dinas terkait di tingkat kabupaten, provinsi, dan Kementrian Perikanan di Jakarta, Komisi VIII DPR RI serta Kementrian Sosial yang sudah dilakukan, fakta di lapangan yang terjadi di waduk-waduk yang ada di Jawa Barat adalah harga pakan mahal dan harga ikan murah.
Di samping itu, faktor cuaca yang tidak mendukung serta daya beli masyarakat yang kurang. Bahkan, pihaknya pun sudah menandatangi perjanjian pelatihan budi daya ikan dan olahan bahan makanan dari ikan dengan Universitas Pertanian Bogor (UPB) berjumlah 40 orang.
Sekretaris KPKJA, Endang Nurohman menyampaikan kondisi yang terjadi di Waduk Cirata adalah harga pakan mahal dan harga ikan murah akibat daya beli masyarakat menurun. Harga pakan sekarang sekitar Rp11.000, dan harga ikan mas Rp21.000.
‘’Sama ini pak, kualitas ikan juga terpengaruh dengan Eceng Gondok yang ada di waduk menyebabkan kadar oksigen berkurang untuk ikan, kami meminta kepada bapak-bapak dari Polda bisa membantu menyampaikan aspirasi kepada dinas-dinas terkait meminta untuk menurunkan harga pakan ikan, kalau tidakpun kami meminta untuk harga ikan bisa Rp25.000 sampai Rp30.000 untuk menutup modal dan mendaptkan keuntungan bagi kami,’’ kata Endang.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum KPKJA, H Wawan menambahkan, harga pakan ikan yang bisa naik tiga kali dalam setahun, itu dikarenakan adanya permainan oknum perusahaan yang memainkan harga pakan di pasaran.
‘’Saya meminta kepada bapak-bapak di Polda bisa memberikan solosi dan menindak dengan tegas pengusaha nakal yang memainkan harga pakan di pasaran,’’ pintanya.
Adapun kegiatan silaturahmi dan tanya jawab dengan para petani KPKJA Cirata berjalan lancar. Polda Jabar berpesan agar pemilik KJA tetap terus semangat melakukan budidaya ikan yang baik, sehingga bisa berhasil dan sukses.
Terlebih lagi hal ini untuk membantu program ketahanan pangan yang telah dicanangkan oleh pemerintah. Dan acara silaturahmi tersebut diakhiri dengan pemberian bantuan secara simbolis kepada Ketua KPKJA Cirata.(wnn01)







