MATARAM, WNN.CO.ID – Penjabat (Pj) Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr Hassanudin menyatakan miris lantaran pers di NTB yang sampai saata ini belum mempunyai sekretariat.
‘’Saya juga miris mendengarnya. Saya akan mengkomunikasikan dengan pihak yang bertanggung jawab dan akan melihat aset Pemprov NTB mana yang dapat dipakai,’’ kata Pj Gubernur NTB, Dr Hassanudin saat menerima audiensi pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) NTB, di ruang kerja Gubernur NTB, Selasa (23/7/2024).
Rasa miris itu disampaikan Pj Gubernur setelah mendengar curhatan dari pengurus PWI NTB terkait PWI yang belum mempunyai sekretariat sampai saat ini. Kalau pun ada, itupun statusnya pinjam alias nomaden.
Sehingga para pengurus PWI NTB menaruh harapan besar kepada Pj Gubernur untuk bisa mewujudkan PWI mempunyai sekretariat yang dihajatkan untuk Sekretariat Bersama PWI, SMSI dan JMSI.
‘’Mudah-mudahan bisa menjadi legacy bagi Pak Pj Gubernur NTB setelah mengakhiri amanah di Nusa Tenggara Barat,’’ kata Abdus Syukur, selaku Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI NTB bersama H Rudi Hidayat, Wakil Ketua Bidang Pendidikan PWI NTB.
Saking pentingnya soal sekretariat ini, Ketua PWI NTB, Nasrudin langsung menyerahkan surat permohonan kepada Pj Gubernur NTB, Dr Hassanudin. ‘’Ini permohonan kami pak,’’ kata Pak Nas yang dijawab langsung oleh Pj Gubernur NTB. ‘’Insya Allah akan diperhatikan,’’ ucapnya.
Dalam kesempatan audiensi tersebut, Pj Gubernur juga menitipkan pesan dua hal penting yang harus diperhatikan untuk menjaga eksistensi dan masa depan generasi muda NTB, serta menyongsong Generasi Emas 2045.
Pertama, menekankan pentingnya menghindari penggunaan narkoba. Fakta menunjukkan bahwa korban narkoba tidak hanya dari kalangan masyarakat biasa, tetapi juga pejabat dan figur publik yang memimpin lembaga tinggi negara.
Kedua, menghindari keterlibatan dalam judi online, yang kasusnya semakin marak saat ini. ‘’Mari kita jaga NTB yang sudah kondusif ini, warganya, dan para pemudanya agar bebas dari narkoba,’’ ujar Pj Gubernur Hassanudin yang didampingi Kadiskominfo NTB, Dr Najamuddin Amy.
Pj Gubernur NTB menambahkan bahwa momen seperti ini penting untuk bertemu dengan tokoh-tokoh pers, meskipun karena kesibukan baru bisa dilaksanakan hari ini. Karena berkat media semua informasi bisa sampai ke masyarakat.
Tak lupa pula Pj Gubernur juga menekankan pentingnya pengembangan NTB HEBAT, yang merupakan singkatan dari Harmonis, Efektif, Akuntabel, dan Transparan, sebagai upaya dalam membangun NTB yang lebih baik.
Dengan menjaga prinsip-prinsip ini, diharapkan generasi muda NTB dapat tumbuh dan berkembang menjadi generasi yang kuat dan bebas dari pengaruh negatif, siap menyongsong masa depan yang cerah pada tahun 2045.
Sementara itu, Ketua PWI NTB, Nasrudin menyampaikan beberapa hal penting yang harus diperhatikan oleh media massa. Ia mengajak media di daerah ini untuk berikhtiar sungguh-sungguh dalam menyukseskan pelaksanaan Pilkada yang aman dan damai. ‘’Kita berkomitmen menyukseskan event politik ini, sesuai dengan surat edaran Mendagri yang diteruskan PWI Pusat, berharap kalangan media massa dapat berperan aktif dalam menyukseskan Pilkada,’’ kata Nasrudin.
Selain itu, Nasrudin juga melaporkan keberangkatan kontingen PWI NTB ke Porwanas 2024 yang akan dilaksanakan di Banjarmasin. Sebanyak 86 wartawan akan bertanding di cabang olahraga futsal, tenis meja, tenis lapangan, bulu tangkis, biliar, catur, atletik, serta reportage olahraga menulis dan foto.
Sejumlah pengurus yang ikut menyertai audensi Ketua PWI NTB yakni mulai dari anggota Dewan Kerhomatan (DK) PWI NTB, H Agus Talino; Wakil Ketua PWI Bidang Media Online, Alfian Yusni; Wakil Ketua Bidang Kesra, Raka Akriyani; Wakil Ketua Bidang Pembelaan Wartawan, Azrul Azwar; Sekretaris PWI NTB, H Rachman Hakim; Bendahara PWI, Ahmad Ikliluddin, dan Ketua SIWO PWI NTB, Joni Marthadinata.(wnn01)







