501 Ribu KK di Lombok Timur Didata Ulang, Pemkab Kejar Akurasi DTSEN demi Bansos Tepat Sasaran

- Jurnalis

Jumat, 24 Juli 2026 - 14:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Timur, HM Juaini Taofik, saat memimpin rapat koordinasi bersama Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), di ruang kerjanya, Jumat (24/7/2026).

Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Timur, HM Juaini Taofik, saat memimpin rapat koordinasi bersama Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), di ruang kerjanya, Jumat (24/7/2026).

LOMBOK TIMUR, WNN.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur bergerak cepat menindaklanjuti kebijakan pemerintah pusat melalui percepatan pendataan perlindungan sosial sebagai bagian dari penyempurnaan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Langkah ini menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Satu Data Indonesia, sekaligus memastikan seluruh program bantuan sosial benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.

Komitmen tersebut ditegaskan Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Timur, HM Juaini Taofik, saat memimpin rapat koordinasi bersama Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), di ruang kerjanya, pada Jumat (24/7/2026).

Dalam arahannya, Sekda Juaini mengungkapkan bahwa Lombok Timur memiliki sekitar 501.104 kepala keluarga (KK) yang menjadi target pendataan.

Jumlah tersebut merupakan yang terbesar di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), sehingga membutuhkan sinergi lintas sektor agar proses validasi data dapat diselesaikan sesuai target.

“Tujuan utama pendataan ini adalah memastikan apakah bantuan yang selama ini diberikan pemerintah benar-benar sudah tepat sasaran atau belum,” ujar Sekda Juaini.

Menurutnya, penyempurnaan DTSEN merupakan implementasi Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025, yang menetapkan DTSEN sebagai basis tunggal seluruh program perlindungan sosial di Indonesia.

Melalui sistem tersebut, masyarakat dikelompokkan berdasarkan tingkat kesejahteraan atau desil, di mana kelompok desil 1 hingga desil 4 menjadi prioritas utama penerima berbagai program bantuan pemerintah.

Mulai dari Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), hingga bantuan iuran BPJS Kesehatan.

Meski demikian, Sekda Juaini mengakui masih terdapat tantangan dalam validitas data penerima bantuan sosial. Salah satunya adalah inclusion error, yakni kondisi ketika masyarakat yang secara ekonomi sudah mampu masih tercatat sebagai penerima bantuan.

Sebaliknya, terdapat pula exclusion error, yaitu warga yang layak menerima bantuan tetapi belum masuk dalam basis data pemerintah.

Persoalan tersebut, menurutnya, harus menjadi perhatian bersama seluruh pihak yang terlibat dalam proses pendataan agar kebijakan perlindungan sosial benar-benar menjangkau kelompok masyarakat yang membutuhkan.

“Kedua kondisi inilah yang harus kita perbaiki bersama. Strategi paling efektif dalam pengentasan kemiskinan adalah memastikan seluruh program bantuan benar-benar tepat sasaran. Jangan sampai hak masyarakat miskin justru diterima oleh mereka yang sebenarnya sudah mampu,” tegasnya.

Pemkab Lombok Timur berharap koordinasi intensif dengan para pendamping PKH dan TKSK mampu mempercepat penyempurnaan DTSEN, sehingga kualitas data sosial ekonomi semakin akurat dan menjadi dasar yang kuat dalam penyaluran berbagai program bantuan pemerintah.

Dengan basis data yang lebih valid, pemerintah optimistis efektivitas program perlindungan sosial dapat meningkat, sekaligus memperkuat upaya pengentasan kemiskinan dan mengurangi kesenjangan sosial di Kabupaten Lombok Timur.(wnn07)

Berita Terkait

Terbongkar! Tiga Terduga Pelaku Curanmor di Lombok Timur Ditangkap, Polisi Sita 9 Sepeda Motor
OSS Tersendat karena RTRW, Pemprov NTB Bergerak Cepat Selamatkan Investasi
Alunan Budaya Pringgasela Masuk KEN 2026, Wabup Lombok Timur Lepas Jalan Sehat Ribuan Warga
Tak Lagi Andalkan Pemutihan, Pemprov NTB Beri Hadiah Emas bagi Wajib Pajak Taat
Nobar Final Piala Dunia 2026 di Halaman Bumi Gora, Gubernur Iqbal Undang Seluruh Masyarakat Tanpa Sekat
Tak Lagi Kumuh dan Berbau, Menteri Trenggono Ingin KNMP Bintaro Jadi Wajah Baru Pasar Ikan Indonesia
NTB Gandeng Maroko Perkuat Investasi, Gubernur Iqbal Tawarkan Pariwisata hingga Energi Hijau
Kapal Wisata Tenggelam di Bima, 29 Wisatawan Asing dan 16 WNI Berhasil Dievakuasi dengan Selamat

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:30 WIB

Reformasi Politik, Hukum, dan Birokrasi Poin 7 Asta Cita Penerang Indonesia Sejahtera

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:07 WIB

PN Cikarang Tolak Seluruh Eksepsi ST Rogaya, Kini Bersiap Hadapi Pembuktian di Persidangan

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:14 WIB

OTT KPK Guncang Lombok Barat, Fauzan Khalid Minta ASN Tetap Profesional dan Layani Warga

Rabu, 15 Juli 2026 - 16:02 WIB

Guru Honorer Tercecer dari Database BKN, Fauzan Khalid Desak Sinkronisasi Dapodik dan PPPK

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:03 WIB

Sidang Kasus ST. Rogaya di PN Cikarang Simpang Siur, Pengadilan Sebut Tertutup, Kejari Akhirnya Klarifikasi Terbuka

Senin, 13 Juli 2026 - 13:05 WIB

Dugaan Alamat Fiktif Warnai SPMB SMA Jalur Domisili di NTB, Ombudsman Ungkap Celah Verifikasi

Minggu, 12 Juli 2026 - 19:01 WIB

STN-LMND Resmi Bentuk Sekretariat Bersama, Fokus Percepat Brigade Pangan dan Koperasi Desa Merah Putih

Sabtu, 11 Juli 2026 - 18:38 WIB

Mengapa Korupsi Masih Terjadi? Fahri Hamzah: Jawabannya Ada pada Sistem, Bukan Moral

Berita Terbaru

Indrajitu Slot Indrajitu Slot Gacor indrajitu sateslot ayambet slot gacor hari ini acong88 ayambet sate slot indrajitu megaforwin nasgorbet Ayambet Indrajitu Megaforwin Nasgorbet Sateslot https://103.123.158.92/vvip/ Ayambet Indrajitu Megaforwin Sateslot Bimatoto Plnslot Buditogel Nasgorbet Acong88 Ayambet Indrajitu Megaforwin Nasgorbet Plnslot Sateslot Ayambet Indrajitu Megaforwin Nasgorbet Sateslot gacor slot terpercaya sibela Indrajitu Indrajitu