Kapal Wisata Tenggelam di Bima, 29 Wisatawan Asing dan 16 WNI Berhasil Dievakuasi dengan Selamat

- Jurnalis

Jumat, 17 Juli 2026 - 09:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana evakuasi dengan selamat oleh Tim SAR gabungan terhadap 45 penumpang dan ABK Kapal Wisata yang tenggelam di Perairan Tanjung Katupa, Kabupaten Bima, Provinsi NTB.

Suasana evakuasi dengan selamat oleh Tim SAR gabungan terhadap 45 penumpang dan ABK Kapal Wisata yang tenggelam di Perairan Tanjung Katupa, Kabupaten Bima, Provinsi NTB.

Kapal yang berlayar dari Gili Trawangan menuju Pulau Komodo dihantam gelombang tinggi. Seluruh korban, termasuk 29 wisatawan asing, berhasil dievakuasi dalam operasi gabungan.

BIMA, WNN.CO.ID – Sebuah kapal wisata yang berlayar dari Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara (KLU), menuju Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT), tenggelam di perairan Tanjung Katupa, Kabupaten Bima, pada Kamis malam (16/7/2026).

Meski sempat dihantam gelombang tinggi hingga karam, seluruh penumpang dan awak kapal berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.

Insiden terjadi sekitar pukul 19.45 Wita saat kapal sedang melintasi perairan Tanjung Katupa. Gelombang tinggi yang menerjang kapal menyebabkan kapal wisata tersebut tidak mampu bertahan hingga akhirnya tenggelam.

Sebanyak 45 orang berada di atas kapal, terdiri dari 8 anak buah kapal (ABK) dan 37 penumpang. Dari jumlah tersebut, 16 orang merupakan warga negara Indonesia (WNI), sedangkan 29 lainnya adalah warga negara asing (WNA).

Menerima laporan kejadian, Kantor SAR Mataram langsung bergerak cepat dengan berkoordinasi bersama sejumlah instansi terkait. Personel dari Pos SAR Bima diterjunkan ke lokasi untuk memperkuat proses pencarian dan evakuasi.

Operasi penyelamatan melibatkan berbagai unsur, di antaranya Polairud Polres Bima, KSOP Bima, SROP Bima, BPBD Kabupaten Bima, serta KUPP Labuhan Lombok. Selain itu, kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi turut memberikan bantuan setelah menerima sinyal darurat.

Tiga kapal wisata, yakni Sukha Sail, Majestic, dan Sultan, menjadi garda terdepan dalam proses penyelamatan para korban.

Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, menjelaskan kapal Sukha Sail menjadi yang pertama mencapai lokasi dan mengevakuasi para korban yang berada di lifecraft.

“Selanjutnya, para korban dievakuasi ke kapal Majestic dan Sultan. Sebanyak 17 orang dievakuasi ke kapal Sultan, sementara 28 orang lainnya berada di kapal Majestic,” ujar Hariyadi dalam keterangan resminya, Jumat (17/7/2026).

Untuk mempercepat proses evakuasi menuju daratan, pada Jumat dini hari sekitar pukul 02.45 Wita, KM Amokti Palapa diberangkatkan dari Pelabuhan Bima menuju titik penjemputan yang telah ditentukan.

Hariyadi menegaskan keselamatan seluruh penumpang dan kru menjadi prioritas utama dalam operasi tersebut.

“Prioritas utama kami adalah keselamatan seluruh penumpang dan kru. Alhamdulillah, kerja keras tim di lapangan membuahkan hasil. Seluruh korban berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat dan tiba pada pukul 09.23 Wita di Pelabuhan Bima menggunakan KM Amokti Palapa untuk penanganan lebih lanjut,” katanya.

Seluruh korban akhirnya tiba dengan selamat di Pelabuhan Bima pada Jumat pagi. Setelah dipastikan tidak ada lagi korban yang tertinggal di lokasi kejadian, Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) resmi ditutup.

Keberhasilan penyelamatan ini menjadi bukti pentingnya respons cepat serta sinergi antarlembaga dan kapal-kapal di sekitar lokasi dalam menghadapi kondisi darurat di perairan Indonesia, sehingga seluruh penumpang dan awak kapal dapat diselamatkan tanpa korban jiwa.(wnn11)

Berita Terkait

Terbongkar! Tiga Terduga Pelaku Curanmor di Lombok Timur Ditangkap, Polisi Sita 9 Sepeda Motor
501 Ribu KK di Lombok Timur Didata Ulang, Pemkab Kejar Akurasi DTSEN demi Bansos Tepat Sasaran
OSS Tersendat karena RTRW, Pemprov NTB Bergerak Cepat Selamatkan Investasi
Alunan Budaya Pringgasela Masuk KEN 2026, Wabup Lombok Timur Lepas Jalan Sehat Ribuan Warga
Tak Lagi Andalkan Pemutihan, Pemprov NTB Beri Hadiah Emas bagi Wajib Pajak Taat
Nobar Final Piala Dunia 2026 di Halaman Bumi Gora, Gubernur Iqbal Undang Seluruh Masyarakat Tanpa Sekat
Tak Lagi Kumuh dan Berbau, Menteri Trenggono Ingin KNMP Bintaro Jadi Wajah Baru Pasar Ikan Indonesia
NTB Gandeng Maroko Perkuat Investasi, Gubernur Iqbal Tawarkan Pariwisata hingga Energi Hijau

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:30 WIB

Reformasi Politik, Hukum, dan Birokrasi Poin 7 Asta Cita Penerang Indonesia Sejahtera

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:07 WIB

PN Cikarang Tolak Seluruh Eksepsi ST Rogaya, Kini Bersiap Hadapi Pembuktian di Persidangan

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:14 WIB

OTT KPK Guncang Lombok Barat, Fauzan Khalid Minta ASN Tetap Profesional dan Layani Warga

Rabu, 15 Juli 2026 - 16:02 WIB

Guru Honorer Tercecer dari Database BKN, Fauzan Khalid Desak Sinkronisasi Dapodik dan PPPK

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:03 WIB

Sidang Kasus ST. Rogaya di PN Cikarang Simpang Siur, Pengadilan Sebut Tertutup, Kejari Akhirnya Klarifikasi Terbuka

Senin, 13 Juli 2026 - 13:05 WIB

Dugaan Alamat Fiktif Warnai SPMB SMA Jalur Domisili di NTB, Ombudsman Ungkap Celah Verifikasi

Minggu, 12 Juli 2026 - 19:01 WIB

STN-LMND Resmi Bentuk Sekretariat Bersama, Fokus Percepat Brigade Pangan dan Koperasi Desa Merah Putih

Sabtu, 11 Juli 2026 - 18:38 WIB

Mengapa Korupsi Masih Terjadi? Fahri Hamzah: Jawabannya Ada pada Sistem, Bukan Moral

Berita Terbaru

Indrajitu Slot Indrajitu Slot Gacor indrajitu sateslot ayambet slot gacor hari ini acong88 ayambet sate slot indrajitu megaforwin nasgorbet Ayambet Indrajitu Megaforwin Nasgorbet Sateslot https://103.123.158.92/vvip/ Ayambet Indrajitu Megaforwin Sateslot Bimatoto Plnslot Buditogel Nasgorbet Acong88 Ayambet Indrajitu Megaforwin Nasgorbet Plnslot Sateslot Ayambet Indrajitu Megaforwin Nasgorbet Sateslot gacor slot terpercaya sibela Indrajitu Indrajitu