Reformasi Politik, Hukum, dan Birokrasi Poin 7 Asta Cita Penerang Indonesia Sejahtera

- Jurnalis

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Forum Kebangsaan, Samianto.

Presiden Forum Kebangsaan, Samianto.

Oleh: Samianto – Presiden Forum Kebangsaan |

MEDIA SOSIAL akhir-akhir ini dihebohkan dengan penangkapan para koruptor. Baik koruptor yang sudah ditangkap, ditetapkan status hukumnya, sampai koruptor yang kabur jadi buronan negara.

Indonesia sedang berbenah menata bangsa pada semua aspek kehidupan. Banyaknya penyumbatan pada aspek politik, hukum dan birokrasi menjadikan laju pertumbuhan ekonomi melambat.

Evaluasi personel aparatur, lembaga penegak hukum, pelayanan birokrasi, dan partai sedang dalam proses. Bahkan gaung kembali ke UUD 1945 juga berkumandang agar semua institusi ini mawas diri untuk perbaikan ke dalam diri masing-masing lembaga dan institusi menuju percepatan Indonesia adil makmur.

Negara ini ibarat rumah besar. Kalau fondasinya retak, seindah apapun cat dindingnya akan tetap mengelupas. Poin 7 Asta cita itu palunya.

Reformasi politik, adalah menata meja bundar tempat kita duduk bersama. Bukan lagi soal siapa paling keras suaranya, tapi siapa paling jujur mendengarnya. Politik yang sehat bukan panggung drama, tapi ruang musyawarah di mana desa dan kota dapat kursi yang sama.

Reformasi hukum, adalah menimbang timbangan tanpa beban di sebelah mata. Hukum yang berdiri tegak, bukan bersandar pada kuasa. Ia harus jadi payung, bukan tongkat. Melindungi yang kecil, menertibkan yang besar, dan membuat kata “adil” bukan lagi puisi, tapi alamat.

Reformasi birokrasi, adalah memotong rantai kertas yang membelenggu waktu rakyat. Mengubah antrean panjang jadi senyuman singkat. Mengubah “nanti” jadi “sekarang”, “silakan lewat belakang” jadi “silakan, Pak/Bu”. Birokrasi yang melayani, bukan dilayani. Yang jalannya lurus, bukan berbelok di tiap amplop.

Dan di ujungnya ada dua kata kunci: Pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba. Karena korupsi adalah rayap yang menggerogoti tiang rumah. Karena narkoba adalah kabut yang membuat generasi kehilangan arah pulang.

Kalau poin 7 dari Asta Cita ini hidup, maka poin 1 sampai 8 Asta Cita lainnya akan punya jalan. Pangan sampai, sekolah sampai, harga sampai, keadilan sampai.

“Indonesia Hebat” bukan lahir dari pidato yang lantang. Ia lahir dari kantor yang lampunya masih nyala jam 5 sore untuk melayani, dari ruang sidang yang vonisnya tidak bisa dibeli, dari bilik suara yang dihitung tanpa rasa takut.

Poin 7 bukan sekadar agenda. Ia adalah cermin. Kalau cerminnya bersih, kita akan berani melihat wajah bangsa kita sendiri. Dan berani memperbaikinya. Ia adalah penerang menuju Indonesia sejahtera.

Tentu dalam menjalankan Asta Cita khususnya poin ke 7. Tidak mudah, akibat penyakit kronis korupsi yang sangat parah menghinggapi institusi kita pada semua lini. Itulah kemudian dukungan semua rakyat Indonesia terhadap sapu bersih model Presiden Prabowo sangat diharapkan beliau dan kabinet merah putih. Agar amanat kemerdekaan menuju Indonesia adil makmur segera wujud di Bumi Persada Nusantara kita.

Perlawanan Mafioso terus menebar propaganda agar rakyat terbelah atas gerakan sapu bersih model Prabowo yang tegak lurus menjalankan amanat Pancasila dan UUD 1945. Warga bangsa haruslah bersatu padu mendukung penuh program Asta Cita sebagai jalan penerang Indonesia Gemilang.(*)

Berita Terkait

PN Cikarang Tolak Seluruh Eksepsi ST Rogaya, Kini Bersiap Hadapi Pembuktian di Persidangan
AJBI Bertemu Wapres Gibran, Dorong Beasiswa Global dan Korporasi Demi Pendidikan Berkualitas di Indonesia
OTT KPK Guncang Lombok Barat, Fauzan Khalid Minta ASN Tetap Profesional dan Layani Warga
Guru Honorer Tercecer dari Database BKN, Fauzan Khalid Desak Sinkronisasi Dapodik dan PPPK
Sidang Kasus ST. Rogaya di PN Cikarang Simpang Siur, Pengadilan Sebut Tertutup, Kejari Akhirnya Klarifikasi Terbuka
STN-LMND Resmi Bentuk Sekretariat Bersama, Fokus Percepat Brigade Pangan dan Koperasi Desa Merah Putih
Mengapa Korupsi Masih Terjadi? Fahri Hamzah: Jawabannya Ada pada Sistem, Bukan Moral
Transformasi Struktural Agraria Cerdas Iklim Melalui Kebijakan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:30 WIB

Reformasi Politik, Hukum, dan Birokrasi Poin 7 Asta Cita Penerang Indonesia Sejahtera

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:07 WIB

PN Cikarang Tolak Seluruh Eksepsi ST Rogaya, Kini Bersiap Hadapi Pembuktian di Persidangan

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:14 WIB

OTT KPK Guncang Lombok Barat, Fauzan Khalid Minta ASN Tetap Profesional dan Layani Warga

Rabu, 15 Juli 2026 - 16:02 WIB

Guru Honorer Tercecer dari Database BKN, Fauzan Khalid Desak Sinkronisasi Dapodik dan PPPK

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:03 WIB

Sidang Kasus ST. Rogaya di PN Cikarang Simpang Siur, Pengadilan Sebut Tertutup, Kejari Akhirnya Klarifikasi Terbuka

Senin, 13 Juli 2026 - 13:05 WIB

Dugaan Alamat Fiktif Warnai SPMB SMA Jalur Domisili di NTB, Ombudsman Ungkap Celah Verifikasi

Minggu, 12 Juli 2026 - 19:01 WIB

STN-LMND Resmi Bentuk Sekretariat Bersama, Fokus Percepat Brigade Pangan dan Koperasi Desa Merah Putih

Sabtu, 11 Juli 2026 - 18:38 WIB

Mengapa Korupsi Masih Terjadi? Fahri Hamzah: Jawabannya Ada pada Sistem, Bukan Moral

Berita Terbaru

Indrajitu Slot Indrajitu Slot Gacor indrajitu sateslot ayambet slot gacor hari ini acong88 ayambet sate slot indrajitu megaforwin nasgorbet Ayambet Indrajitu Megaforwin Nasgorbet Sateslot https://103.123.158.92/vvip/ Ayambet Indrajitu Megaforwin Sateslot Bimatoto Plnslot Buditogel Nasgorbet Acong88 Ayambet Indrajitu Megaforwin Nasgorbet Plnslot Sateslot Ayambet Indrajitu Megaforwin Nasgorbet Sateslot gacor slot terpercaya sibela Indrajitu Indrajitu