JAKARTA, WNN.CO.ID — Suasana khidmat bercampur hangat mewarnai pelantikan pengurus Indonesian Association of British Alumni (IABA), pada Sabtu (14/2/2026), di Gedung BRILian, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan.
Acara ini bukan sekadar seremoni organisasi, tetapi menjadi ruang temu lintas generasi alumni Britania Raya yang kini tersebar di berbagai sektor strategis nasional.
Sejumlah tokoh publik hadir, mulai dari pejabat pemerintahan, akademisi, hingga profesional lintas industri, semuanya dipersatukan oleh satu pengalaman, yakni pernah menempuh pendidikan di Inggris.
Pelantikan dipimpin Ketua Umum terpilih Triono Junoasmono yang memandu pembacaan ikrar sekitar 140 pengurus dari berbagai universitas di Britania Raya.
Struktur organisasi mencakup dewan kehormatan, penasihat, pakar, pembina hingga pengawas yang diisi figur-figur nasional berpengaruh.
Kepengurusan baru ini juga menjadi penanda berakhirnya masa transisi organisasi. Tiga alumni yang sebelumnya bertindak sebagai caretaker, Basilio Araujo, TM Luthfi Yazid, dan Suyanto Mahdiputra, diapresiasi karena telah “membuka jalan” bagi formasi kepemimpinan yang lebih solid.
Dalam sambutannya, Triono menekankan bahwa komunitas alumni tidak boleh berhenti pada romantisme masa kuliah. “Alumni Inggris harus bersatu, bersinergi, dan menghasilkan dampak nyata bagi negeri,” ujarnya.
Nada serupa disampaikan para pembicara lain. Kepala Staf Kepresidenan, M. Qodari berbagi kisah personal tentang perjuangan hidup mahasiswa di Inggris, mulai dari bertahan di negeri orang hingga berburu Indomie di London.
Pengalaman itu, menurutnya, membentuk mental tahan banting sekaligus perspektif global. Pesannya jelas, pengalaman internasional bukan sekadar cerita, melainkan modal kontribusi.
Dinilai para alumni Britania Raya ini memiliki tiga kekuatan utama yakni; kapasitas akademik kuat, pengalaman global, jejaring internasional luas. Ketiganya dianggap selaras dengan agenda pemerintah untuk memperluas kolaborasi perguruan tinggi Indonesia dengan universitas di Inggris.
IABA menyatakan siap menjadi penghubung, bukan hanya antar alumni UK, tetapi juga dengan organisasi alumni universitas lain, baik dalam maupun luar negeri.
Pelantikan ini menandai reposisi IABA, dari sekadar jaringan pertemanan menjadi impact network. Karena, organisasi ingin bergerak ke arah kolaborasi nyata, seperti pendidikan dan riset bersama, pengembangan talenta muda, dukungan kebijakan publik, dan diplomasi pengetahuan (knowledge diplomacy).
Di tengah dunia yang semakin terkoneksi ini, para alumni diharapkan tidak hanya membawa pulang ijazah luar negeri, tetapi juga solusi untuk Indonesia.(wnn01)







