WNN.CO.ID – Tahukah kamu? Pada malam 12 November 1833 silam, langit Amerika Utara berubah menjadi lautan cahaya. Bukan karena petir, bukan karena kembang api, tapi karena hujan meteor paling dahsyat dalam sejarah.
Ribuan cahaya melesat dari langit, satu demi satu, begitu deras hingga banyak orang terbangun dengan ketakutan luar biasa.
Dalam satu jam, diperkirakan lebih dari 100.000 meteor menghujani langit!. Orang-orang keluar dari rumah, menatap ke atas dengan gemetar, mengira hari kiamat benar-benar telah tiba. Beberapa menangis, berdoa, bahkan bersiap menghadapi akhir dunia.
Namun alih-alih akhir, malam itu justru menjadi awal dari revolusi ilmu pengetahuan. Hujan meteor Leonid 1833 silam menjadi titik balik dalam astronomi modern—membuka mata dunia bahwa langit tidak hanya indah, tapi juga menyimpan misteri yang belum sepenuhnya kita pahami. Malam itu, langit tidak hanya bersinar—ia membuat dunia membisu.(wnn01)







