Anggota DPR RI, H. Fauzan Khalid mengungkap alasan bergabung dengan Partai NasDem. Ia menilai slogan “politik tanpa mahar” benar-benar diterapkan, bahkan sejak Pilkada 2019.
JAKARTA, WNN.CO.ID – Fauzan Khalid menegaskan bahwa keputusannya bergabung dengan Partai NasDem bukan tanpa alasan. Ia mengaku tertarik karena slogan “politik tanpa mahar” yang dinilai benar-benar diterapkan, bukan sekadar jargon politik.
Pernyataan itu disampaikan Fauzan Khalid saat menjadi pembicara Bimtek Anggota DPRD Fraksi NasDem Provinsi, Kabupaten dan Kota serta Pendidikan Politik Struktur Partai NasDem se-Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Barat, di Jakarta, pada Jumat (24/4/2026).
Menurutnya, pengalaman pribadi menjadi bukti nyata bahwa komitmen tersebut dijalankan secara konsisten, termasuk dalam momentum politik seperti Pemilu dan Pilkada.
“Saat saya dicalonkan sebagai Bupati Lombok Barat pada Pilkada 2019, saya belum menjadi kader. Tapi tidak ada satu rupiah pun mahar yang diminta,” ujar Fauzan Khalid.
Fauzan Khalid mengungkapkan, sebelum terjun ke dunia politik praktis, ia tidak pernah menjadi anggota partai. Namun, pengalamannya saat diusung sebagai calon kepala daerah menjadi titik balik.
Ia bahkan langsung menerima Surat Keputusan (SK) pencalonan dari DPP NasDem tanpa proses transaksional.
“Sejak saat itu saya mulai simpati, dan akhirnya memutuskan menjadi kader,” ungkapnya.
Setelah menjabat sebagai Bupati Lombok Barat selama dua periode (2016–2024), Fauzan Khalid maju sebagai calon anggota DPR RI dari daerah pemilihan (Dapil) NTB II/Pulau Lombok pada Pemilu 2024 dan berhasil terpilih.
Kini, ia duduk di Komisi II DPR RI yang membidangi urusan pemerintahan, kepemiluan, dan pertanahan. Di internal partai, Fauzan Khalid juga dipercaya sebagai Koordinator Wilayah (Korwil) Partai NasDem untuk Nusa Tenggara Barat (NTB).
Dalam forum tersebut, Fauzan Khalid juga menekankan pentingnya sinergi antara anggota legislatif di daerah dengan pemerintah daerah.
Ia mendorong anggota DPRD Fraksi NasDem untuk aktif berkomunikasi dengan kepala daerah guna memahami prioritas pembangunan.
“Program kerja harus selaras dengan kebutuhan daerah. Komunikasi dengan anggota DPR RI juga penting agar kebijakan bisa terintegrasi,” jelasnya.
Menatap Pemilu 2029, Fauzan Khalid mengingatkan bahwa komposisi pemilih akan didominasi generasi muda, khususnya Gen Z.
Karena itu, ia mendorong kader Partai NasDem untuk mulai membangun pendekatan yang relevan dengan karakter generasi tersebut.
“Buat wadah atau komunitas sesuai minat mereka. Mulai dari hal kecil, karena dampaknya akan terasa di 2029,” ujarnya.
Dengan strategi yang lebih adaptif dan pendekatan yang dekat dengan generasi muda, Fauzan Khalid optimistis Partai NasDem bisa memperluas basis dukungan di masa depan.(wnn01)







