Fauzan Khalid Bongkar Persoalan ASN di Daerah, Kinerja Tak Terukur hingga Jabatan Tak Sesuai Kompetensi

- Jurnalis

Rabu, 10 Juni 2026 - 15:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

H. Fauzan Khalid.

H. Fauzan Khalid.

Anggota Komisi II DPR RI, H. Fauzan Khalid meminta KemenPAN-RB memperketat pengawasan kinerja ASN berbasis hasil kerja. Ia juga menyoroti efektivitas Mal Pelayanan Publik dan lemahnya pengawasan manajemen talenta di daerah.

JAKARTA, WNN.CO.ID – Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, H. Fauzan Khalid, meminta Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN RB) memperkuat pengawasan terhadap kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui penerapan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) yang terukur dan berorientasi pada hasil.

Menurut Fauzan Khalid, evaluasi kinerja ASN tidak boleh hanya berfokus pada tingkat kehadiran pegawai, tetapi harus mampu mengukur output dan dampak nyata dari setiap program yang dijalankan.

“Apakah ada mekanisme kontrol yang dilakukan? Bagaimana efektivitasnya agar sesuai target? Pastikan kinerja berdasarkan hasil kerja dan dampak nyata, bukan hanya kehadiran fisik,” kata Fauzan Khalid, dalam Rapat Kerja Komisi II DPR RI bersama Menteri PAN RB, Kepala BKN, Kepala LAN, Kepala ANRI, dan Ketua Ombudsman RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Fauzan Khalid yang pernah menjabat Bupati Lombok Barat selama dua periode (2016-2024) itu, juga menyoroti keberadaan Mal Pelayanan Publik (MPP) yang saat ini telah hadir di ratusan kabupaten dan kota di Indonesia.

Fauzan Khalid menilai keberadaan MPP umumnya berjalan efektif pada masa awal operasional. Namun, setelah beberapa bulan, kualitas layanan di sejumlah daerah mulai mengalami penurunan.

Menurutnya, salah satu faktor yang kerap menjadi kendala adalah keterbatasan sumber daya manusia (SDM) yang menangani operasional MPP di daerah.

“Saya berharap MenPAN RB tidak hanya memastikan MPP itu masih ada dan berjalan. Sistemnya juga harus dipastikan berfungsi maksimal dan benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan pelayanan masyarakat,” tegasnya.

Selain menyoroti pelayanan publik, Fauzan Khalid juga meminta Badan Kepegawaian Negara (BKN) memperketat pengawasan terhadap penerapan manajemen talenta ASN, khususnya dalam proses pengangkatan pejabat di daerah.

Ia menilai pengawasan terhadap sistem tersebut saat ini cenderung melemah. Akibatnya, masih ditemukan penempatan pejabat yang tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan maupun kompetensinya.

Fauzan Khalid mencontohkan adanya pejabat berlatar belakang pendidikan yang justru menduduki jabatan strategis di sektor kesehatan karena faktor kedekatan politik dengan kepala daerah.

“Saya minta pengawasan manajemen talenta ini diperketat lagi. Kalau misalnya dibentuk panitia seleksi untuk menentukan pejabat, itu hanya formalitas di daerah karena peringkatnya pun sudah diatur,” ujarnya.

Manajemen talenta sendiri merupakan strategi pengelolaan sumber daya manusia yang bertujuan mengidentifikasi, mengembangkan, dan mempertahankan pegawai terbaik.

Sistem ini dirancang untuk menyiapkan kader pemimpin masa depan sekaligus memastikan organisasi memiliki SDM unggul dalam mencapai target strategis.

Dalam rapat tersebut, Fauzan Khalid turut menyinggung kondisi Ombudsman di daerah yang menurutnya masih menghadapi berbagai keterbatasan, termasuk belum tersedianya kantor operasional yang memadai di sejumlah wilayah.

Ia mengaku prihatin karena beberapa perwakilan Ombudsman daerah harus mengandalkan dukungan pemerintah daerah untuk kebutuhan kantor.

Menurut Fauzan Khalid, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan konflik kepentingan karena lembaga yang bertugas mengawasi pelayanan publik justru bergantung pada pihak yang menjadi objek pengawasan.

“Takutnya kalau meminta kepada kepala daerah, ada konflik kepentingan. Nanti coba dibahas di Komisi II DPR RI dan kami akan komunikasikan dengan kepala daerah,” kata Fauzan Khalid.

Politisi NasDem yang juga pernah menjabat Ketua KPU NTB periode 2008–2013 itu berharap berbagai persoalan tersebut dapat menjadi perhatian pemerintah guna memperkuat reformasi birokrasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di seluruh Indonesia.(wnn01)

Berita Terkait

Reformasi Politik, Hukum, dan Birokrasi Poin 7 Asta Cita Penerang Indonesia Sejahtera
PN Cikarang Tolak Seluruh Eksepsi ST Rogaya, Kini Bersiap Hadapi Pembuktian di Persidangan
AJBI Bertemu Wapres Gibran, Dorong Beasiswa Global dan Korporasi Demi Pendidikan Berkualitas di Indonesia
OTT KPK Guncang Lombok Barat, Fauzan Khalid Minta ASN Tetap Profesional dan Layani Warga
Guru Honorer Tercecer dari Database BKN, Fauzan Khalid Desak Sinkronisasi Dapodik dan PPPK
Sidang Kasus ST. Rogaya di PN Cikarang Simpang Siur, Pengadilan Sebut Tertutup, Kejari Akhirnya Klarifikasi Terbuka
STN-LMND Resmi Bentuk Sekretariat Bersama, Fokus Percepat Brigade Pangan dan Koperasi Desa Merah Putih
Mengapa Korupsi Masih Terjadi? Fahri Hamzah: Jawabannya Ada pada Sistem, Bukan Moral

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:30 WIB

Reformasi Politik, Hukum, dan Birokrasi Poin 7 Asta Cita Penerang Indonesia Sejahtera

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:07 WIB

PN Cikarang Tolak Seluruh Eksepsi ST Rogaya, Kini Bersiap Hadapi Pembuktian di Persidangan

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:14 WIB

OTT KPK Guncang Lombok Barat, Fauzan Khalid Minta ASN Tetap Profesional dan Layani Warga

Rabu, 15 Juli 2026 - 16:02 WIB

Guru Honorer Tercecer dari Database BKN, Fauzan Khalid Desak Sinkronisasi Dapodik dan PPPK

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:03 WIB

Sidang Kasus ST. Rogaya di PN Cikarang Simpang Siur, Pengadilan Sebut Tertutup, Kejari Akhirnya Klarifikasi Terbuka

Senin, 13 Juli 2026 - 13:05 WIB

Dugaan Alamat Fiktif Warnai SPMB SMA Jalur Domisili di NTB, Ombudsman Ungkap Celah Verifikasi

Minggu, 12 Juli 2026 - 19:01 WIB

STN-LMND Resmi Bentuk Sekretariat Bersama, Fokus Percepat Brigade Pangan dan Koperasi Desa Merah Putih

Sabtu, 11 Juli 2026 - 18:38 WIB

Mengapa Korupsi Masih Terjadi? Fahri Hamzah: Jawabannya Ada pada Sistem, Bukan Moral

Berita Terbaru

Indrajitu Slot Indrajitu Slot Gacor indrajitu sateslot ayambet slot gacor hari ini acong88 ayambet sate slot indrajitu megaforwin nasgorbet Ayambet Indrajitu Megaforwin Nasgorbet Sateslot https://103.123.158.92/vvip/ Ayambet Indrajitu Megaforwin Sateslot Bimatoto Plnslot Buditogel Nasgorbet Acong88 Ayambet Indrajitu Megaforwin Nasgorbet Plnslot Sateslot Ayambet Indrajitu Megaforwin Nasgorbet Sateslot gacor slot terpercaya sibela Indrajitu Indrajitu