LOMBOK BARAT, WNN.CO.ID – Anggota DPR RI Fraksi NasDem, H. Fauzan Khalid, terus mempererat silaturahmi dengan masyarakat menjelang keberangkatan calon jemaah haji (CJH) asal Pulau Lombok.
Dalam kunjungannya pada Ahad (12/4/2026), Fauzan Khalid menyambangi CJH di Desa Penimbung, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat.
Tak hanya itu, ia juga mengunjungi CJH di Desa Badrain, Kecamatan Narmada, serta sejumlah desa lainnya di wilayah Lombok Barat selama berada di daerah pemilihan NTB II/Pulau Lombok.
Selain bertemu warga, Fauzan juga menyempatkan diri bersilaturahmi dengan TGH M. Faizin Ya’qub, pendiri Pondok Tahfidz Al-Qur’an di Narmada.
Di Lombok, tradisi mengunjungi calon jemaah haji atau walimatus safar masih terjaga kuat. Tradisi ini bukan sekadar pamitan sebelum berangkat ke Tanah Suci, tetapi juga menjadi momen mempererat kebersamaan dan saling memaafkan.
Biasanya, warga berkumpul untuk melantunkan zikir dan sholawat, sebagai bentuk doa restu agar para jemaah diberikan kelancaran, keselamatan, serta kembali dengan predikat haji mabrur dan mabrurah.
“Ini tradisi yang sangat baik. Kita menitipkan doa kepada calon jemaah haji, karena mereka adalah tamu Allah (wufudullah), yang doanya insyaallah dikabulkan,” ujar Fauzan.
Ia menegaskan, selain bernilai spiritual, tradisi ini juga memperkuat solidaritas sosial masyarakat Lombok yang dikenal religius dan menjunjung tinggi nilai kekeluargaan.
Dalam arahannya, Fauzan Khalid mengingatkan para calon jemaah haji agar mempersiapkan kondisi fisik sejak dini.
Ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan, mengingat musim haji 2026 diprediksi berlangsung di tengah suhu ekstrem di Arab Saudi.
Suhu di Kota Makkah dan Madinah bahkan diperkirakan bisa menembus lebih dari 45 derajat Celsius pada siang hari.
“Mulai sekarang biasakan olahraga ringan seperti jogging, jaga pola makan, dan jangan berlebihan membawa barang,” pesannya.
Ia juga mengimbau jemaah untuk banyak minum air agar terhindar dari dehidrasi, menggunakan pelindung seperti payung dan kacamata hitam, menghindari aktivitas di luar ruangan saat siang hari, mengikuti arahan petugas kesehatan dan petugas haji.
“Yang paling penting, jaga kondisi tubuh dan istirahat cukup agar ibadah bisa dijalankan dengan maksimal,” tambahnya.
Fauzan Khalid menilai, kegiatan ziarah kepada calon jemaah haji bukan hanya tradisi, tetapi juga pengingat bagi semua pihak tentang tujuan utama ibadah: meningkatkan ketaatan kepada Allah SWT.
Menurutnya, meski bukan bagian wajib dalam rangkaian ibadah haji, walimatus safar tetap menjadi amalan yang sejalan dengan nilai-nilai Islam dan layak terus dilestarikan.(wnn01)







