JAKARTA, WNN.CO.ID – Pasangan capres dan cawapres nomor urut 3, Ganjar Pranowo – Prof Mahfud MD berkomitmen untuk melakukan peremajaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) secara bersungguh-sungguh.
Prinsip yang akan digunakan pun tak tanggung-tanggung. Di mana, Indonesia di bawah pemerintahan Ganjar – Prof Mahfud MD akan membeli persenjataan baru (bukan bekas) yang paling canggih dan modern secara cash (uang tunai atau dengan tidak berutang), sehingga nantinya tidak akan membebani anggaran negara ke depan.
‘’Ini dilakukan oleh Pak Ganjar dan Prof Mahfud MD untuk mengatasi ketertinggalan terkait persenjataan kita dalam mempertahankan kedaulatan negara kita dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia,’’ kata Haris Pertama selaku juru bicara (Jubir) Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar – Mahfud dalam keterangan resminya, Sabtu (6/1/2024).
Haris menjelaskan, rencana Ganjar – Prof Mahfud MD ini bukan gak mungkin untuk bisa diwujudkan. Apalagi sekarang ini eranya teknologi canggih, seperti perang menggunakan drone yang sudah pasti jauh lebih murah dibandingkan membeli pesawat tempur.
‘’Apalagi kondisi keuangan negara kita juga sudah cukup kuat (dengan besar PDB nomor 17 se-dunia), sehingga anggaran pertahanan kita pun bisa lebih besar. Dan yang terpenting adalah dalam pembelian senjata ini tidak boleh lagi kita menggunakan makelar-makelar yang malah membuat harga-harga menjadi semakin mahal,’’ jelas Haris.
Sehingga, di tangan Ganjar yang Sat Set dan Prof Mahfud MD yang Tas Tes, yang juga bersih dan anti korupsi ini, diyakini bahwa persenjataan Indonesia bakal menjadi baru, paling canggih dan modern dengan tanpa harus membebani anggaran negara.
‘’Sebenarnya, dalam upaya kita memodernisasi alutsista ini, Pak Ganjar dan Prof Mahfud MD menekankan bahwa Indonesia saat ini telah mampu untuk memproduksi alutsista buatan dalam negeri yang kualitas dan kecanggihannya tidak kalah dengan produk-produk impor,’’ ungkap Haris sembari menegaskan bahwa dalam membeli senjata itu, jangan barang usang dan jangan berutang.(wnn01)







