MATARAM, WNN.CO.ID – Ketua Dekranasda NTB, Sinta Agathia Iqbal, secara resmi melepas keberangkatan Putri Indonesia NTB 2026, Kieran Puti Paloma Dyonitha, menuju ajang nasional di Jakarta, pada Kamis (26/3/2026).
Momen ini menjadi langkah awal bagi Kieran untuk membawa nama Nusa Tenggara Barat (NTB) bersaing di panggung nasional.
Ajang puncak Puteri Indonesia 2026 dijadwalkan berlangsung pada 24 April 2026 di Plenary Hall, Jakarta International Convention Center (JICC), yang akan mempertemukan perwakilan terbaik dari seluruh provinsi di Indonesia.
Dalam audiensi tersebut, Sinta Agathia Iqbal—yang akrab disapa Bunda Sinta—memberikan motivasi sekaligus pesan penting kepada Kieran agar tampil maksimal.
“Nama NTB akan berada di pundakmu. Persiapkan dengan matang dan bawa nama baik daerah di tingkat nasional,” pesannya.
Bunda Sinta menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB memberikan dukungan penuh terhadap keikutsertaan Kieran.
Ia berharap, momentum ini bisa menjadi ajang memperkenalkan kekayaan budaya, seni, serta isu sosial penting dari NTB yang selama ini belum banyak terekspos.
Salah satu poin yang ditekankan adalah advokasi terkait pencegahan pernikahan usia dini. Menurutnya, peran Putri Indonesia bukan sekadar tampil di panggung, tetapi juga membawa pesan sosial yang berdampak.
“Dekranasda dan PKK NTB terus bergerak dalam edukasi dan pencegahan pernikahan dini, termasuk melalui program desa berdaya untuk mengatasi kemiskinan ekstrem,” jelasnya.
Kieran Puti Paloma Dyonitha mengaku bangga bisa mewakili NTB di ajang bergengsi ini. Ia juga memohon doa dan dukungan masyarakat agar dapat memberikan hasil terbaik.
“Ini kebanggaan besar bagi saya. Semoga bisa mengharumkan nama NTB di tingkat nasional,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, persiapan yang dilakukan tidak hanya mencakup kostum dan materi kompetisi, tetapi juga kesiapan mental dan fisik.
Menariknya, Kieran akan membawa sentuhan lokal melalui busana yang terinspirasi dari legenda Sumbawa, yakni Lala Jinis dan Lala Buntar—dua tokoh perempuan yang merepresentasikan nilai budaya, kesetiaan, dan keterampilan masyarakat Samawa.
“Saya membawa Wastra NTB dari Sumbawa, terinspirasi dari karakter Lala Jinis dan Lala Buntar,” jelasnya.
Kieran juga menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi NTB, termasuk fasilitas penginapan dan kebutuhan selama mengikuti kompetisi.
“Alhamdulillah, dukungan dari Pemprov NTB sangat maksimal melalui Dekranasda,” tutupnya.(wnn01)







