MATARAM, WNN.CO.ID – Salah seorang praktisi hukum, Teguh Satya Bhakti mengaku terpanggil terjun ke dunia politik agar bisa berkiprah dan berbuat lebih banyak untuk masyarakat NTB, khususnya masyarakat Pulau Lombok.
Itu sebabnya, Teguh Satya Bhakti yang akrab disapa TSB ini pun ikut mencalonkan diri sebagai Calon Legislatif (Caleg) DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) NTB II/Pulau Lombok melalui Partai Hanura, pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 mendatang.
‘’Bismillah, dengan berbagai pertimbangan saya memutuskan maju ke DPR RI lewat Partai Hanura untuk Dapil NTB II/Pulau Lombok,’’ kata TSB, Senin (21/8/2023).
TSB bertekad mendedikasikan dirinya untuk Lombok, Provinsi NTB. Selain tanah kelahiran, juga karena sebagian besar pendidikannya diselesaikan di NTB.
Di mana, TSB lulus Tahun 1992 di SDN 1 Empang—Sumbawa, Tahun 1995 lulus di SMPN 3 Mataram, Tahun 1998 lulus di SMUN 1 Mataram, Tahun 2002 selesai Sarjana Hukum (S1) di Universitas Mataram (Unram), dan Tahun 2004 selesai Magister Hukum (S2) di Universitas Indonesia (UI).
TSB meniti karir dimulai Tahun 2003 sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS)/Calon Hakim (CAKIM) Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung, Tahun 2007 sebagai Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Banjarmasin, kemudian Tahun 2010 Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang, selanjutnya Tahun 2013 Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta.
‘’Insya Allah saya akan mendedikasikan diri untuk masyarakat, khususnya Lombok melalui jalur politik. Sebab, hanya lewat jalur politik kita bisa berbuat lebih luas,’’ ujarnya.
TSB merupakan praktisi hukum kelahiran LomboK Timur (Lotim). Dia sebelumnya dikenal sebagai hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta, telah menjadi sorotan dalam kasus dualisme pengurus PPP dan Partai Golkar.
Setelah pengalaman sebagai asisten hakim agung, TSB kini memasuki dunia politik sebagai Caleg DPR RI dari Partai Hanura untuk Dapil NTB II/Pulau Lombok.
Pria ramah kelahiran Lombok Timur, pada 17 September 1980 itu, sangat matang berkarir di bidang hukum. Terakhir menjabat sebagai Hakim Pratama Madya pada Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta dengan Pangkat Pembina (IV/a).(wnn07)







