Lautan Manusia Bela Program MBG Prabowo di NTB, Gubernur Iqbal Ungkap Masih Ada Dapur Cari Untung Tambahan

- Jurnalis

Senin, 22 Juni 2026 - 17:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puluhan ribu warga NTB saat menggelar aksi dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Presiden Prabowo Subianto di depan kantor Gubernur NTB, Senin (22/6/2026).

Puluhan ribu warga NTB saat menggelar aksi dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Presiden Prabowo Subianto di depan kantor Gubernur NTB, Senin (22/6/2026).

Puluhan ribu warga NTB menggelar aksi dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Presiden Prabowo. Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal menegaskan akan menindak dan menutup SPPG yang terbukti melakukan mark up harga atau menurunkan kualitas makanan.

MATARAM, WNN.CO.ID – Gelombang dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Presiden Prabowo Subianto menggema di Nusa Tenggara Barat (NTB). Puluhan ribu warga yang tergabung dalam Aliansi Rakyat NTB memadati kawasan Kantor Gubernur NTB, Senin (22/6/2026), untuk menyuarakan dukungan agar program tersebut terus dilanjutkan.

Aksi yang berlangsung damai itu muncul di tengah pro dan kontra pelaksanaan MBG yang belakangan menjadi perbincangan publik.

Massa menilai program tersebut telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, mulai dari peningkatan akses gizi hingga menggerakkan roda ekonomi daerah.

Salah satu orator aksi, Arsa Ali Umar, menyebut MBG sebagai program yang paling dirasakan manfaatnya oleh masyarakat saat ini.

Menurutnya, keberadaan program tersebut tidak hanya membantu pemenuhan gizi anak-anak, tetapi juga membuka lapangan kerja dan menciptakan efek ekonomi yang luas.

“Program ini menyentuh langsung masyarakat bawah. Manfaatnya dirasakan tenaga kerja, petani, nelayan, pelaku UMKM, pemasok bahan pangan, hingga penerima manfaat yang mendapatkan asupan gizi lebih baik,” ujar Arsa.

Ia mengakui adanya berbagai pandangan terkait MBG. Namun, relawan, pelaku usaha, dan mitra pelaksana yang hadir dalam aksi tersebut ingin menunjukkan bahwa program yang telah memberikan dampak positif bagi masyarakat layak untuk terus dijalankan.

Arsa juga menegaskan bahwa dukungan tersebut dibarengi komitmen untuk mengawal pelaksanaan program agar tetap berjalan sesuai aturan.

Pengawasan dinilai penting guna mencegah praktik manipulasi harga maupun penurunan kualitas makanan yang diterima penerima manfaat.

Menurutnya, jika terdapat kasus penyimpangan yang pernah terjadi, hal itu diduga dilakukan oleh oknum tertentu dan tidak mencerminkan keseluruhan pelaksanaan program di lapangan yang sejauh ini dinilai berjalan cukup baik.

Arsa mengungkapkan, saat ini terdapat sekitar 861 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang telah beroperasi di berbagai wilayah NTB.

Dengan rata-rata anggaran operasional sekitar Rp1 miliar per dapur setiap bulan, program tersebut diperkirakan menghasilkan perputaran ekonomi mencapai Rp860 miliar per bulan. Dalam setahun, nilainya dapat menembus lebih dari Rp10 triliun.

“Ini bukan hanya program makan gratis. Ada efek berantai yang menghidupkan ekonomi masyarakat dari hulu sampai hilir,” katanya.

Menanggapi anggapan bahwa program tersebut hanya menguntungkan segelintir pihak, Arsa membantah keras tudingan tersebut.

Ia menjelaskan bahwa mekanisme pengelolaan dana MBG dilengkapi sistem pengawasan berlapis sehingga pencairan anggaran tidak dapat dilakukan secara sembarangan.

Menurutnya, setiap penggunaan anggaran harus melalui verifikasi Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) serta petugas Badan Gizi Nasional (BGN).

Selain itu, pengawasan keuangan juga melibatkan audit internal, akuntan, hingga pemeriksaan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). “Dengan sistem yang ada, peluang terjadinya kerugian negara sangat kecil,” tegasnya.

Merespons aspirasi massa, Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal turun langsung menemui peserta aksi. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan dukungan terhadap pelaksanaan program MBG, namun sekaligus melontarkan peringatan keras kepada sejumlah pengelola SPPG yang diduga masih melakukan praktik pengambilan keuntungan tambahan dari belanja bahan baku.

Gubernur Iqbal menegaskan bahwa dirinya tidak akan mentoleransi tindakan yang berpotensi menurunkan kualitas makanan yang diberikan kepada anak-anak.

“Kalau program ini dilanjutkan dan masih ada yang melakukan praktik seperti itu, saya orang pertama bersama Satgas dan BGN yang akan menindak dan menutup dapurnya,” tegas Gubernur Iqbal di hadapan massa aksi.

Ia mengaku telah melakukan inspeksi langsung ke sejumlah lokasi dan menemukan indikasi adanya pengelola yang masih mencari keuntungan di luar skema yang telah ditetapkan pemerintah.

“Saya sudah turun ke beberapa tempat. Masih ada yang mencari margin tambahan dari bahan baku sehingga kualitas makanan menjadi menurun,” ungkapnya.

Menurut Gubernur Iqbal, seluruh anggaran yang dialokasikan pemerintah dalam program MBG harus digunakan sepenuhnya untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak, bukan untuk memperkaya pihak tertentu.

Karena itu, ia meminta seluruh pengelola SPPG yang masih melakukan praktik tersebut segera menghentikannya.

“Kalau yang tidak pernah mengambil margin tambahan, alhamdulillah. Tapi yang masih melakukan, berhenti mulai hari ini. Tobat, istigfar, dan luruskan niat,” ujarnya.

Di akhir pertemuan, Gubernur Iqbal berjanji akan meneruskan seluruh aspirasi yang disampaikan Aliansi Rakyat NTB kepada pemerintah pusat.

Sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat di daerah, Pemprov NTB, kata dia, berkewajiban memastikan setiap aspirasi masyarakat tersampaikan secara utuh.

“Kalau ada aspirasi masyarakat seperti ini, tentu harus kita sampaikan ke pusat. Itu menjadi bagian dari tugas kami,” pungkasnya.(wnn02)

Berita Terkait

Terbongkar! Tiga Terduga Pelaku Curanmor di Lombok Timur Ditangkap, Polisi Sita 9 Sepeda Motor
501 Ribu KK di Lombok Timur Didata Ulang, Pemkab Kejar Akurasi DTSEN demi Bansos Tepat Sasaran
OSS Tersendat karena RTRW, Pemprov NTB Bergerak Cepat Selamatkan Investasi
Alunan Budaya Pringgasela Masuk KEN 2026, Wabup Lombok Timur Lepas Jalan Sehat Ribuan Warga
Tak Lagi Andalkan Pemutihan, Pemprov NTB Beri Hadiah Emas bagi Wajib Pajak Taat
Nobar Final Piala Dunia 2026 di Halaman Bumi Gora, Gubernur Iqbal Undang Seluruh Masyarakat Tanpa Sekat
Tak Lagi Kumuh dan Berbau, Menteri Trenggono Ingin KNMP Bintaro Jadi Wajah Baru Pasar Ikan Indonesia
NTB Gandeng Maroko Perkuat Investasi, Gubernur Iqbal Tawarkan Pariwisata hingga Energi Hijau

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:30 WIB

Reformasi Politik, Hukum, dan Birokrasi Poin 7 Asta Cita Penerang Indonesia Sejahtera

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:07 WIB

PN Cikarang Tolak Seluruh Eksepsi ST Rogaya, Kini Bersiap Hadapi Pembuktian di Persidangan

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:14 WIB

OTT KPK Guncang Lombok Barat, Fauzan Khalid Minta ASN Tetap Profesional dan Layani Warga

Rabu, 15 Juli 2026 - 16:02 WIB

Guru Honorer Tercecer dari Database BKN, Fauzan Khalid Desak Sinkronisasi Dapodik dan PPPK

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:03 WIB

Sidang Kasus ST. Rogaya di PN Cikarang Simpang Siur, Pengadilan Sebut Tertutup, Kejari Akhirnya Klarifikasi Terbuka

Senin, 13 Juli 2026 - 13:05 WIB

Dugaan Alamat Fiktif Warnai SPMB SMA Jalur Domisili di NTB, Ombudsman Ungkap Celah Verifikasi

Minggu, 12 Juli 2026 - 19:01 WIB

STN-LMND Resmi Bentuk Sekretariat Bersama, Fokus Percepat Brigade Pangan dan Koperasi Desa Merah Putih

Sabtu, 11 Juli 2026 - 18:38 WIB

Mengapa Korupsi Masih Terjadi? Fahri Hamzah: Jawabannya Ada pada Sistem, Bukan Moral

Berita Terbaru

Indrajitu Slot Indrajitu Slot Gacor indrajitu sateslot ayambet slot gacor hari ini acong88 ayambet sate slot indrajitu megaforwin nasgorbet Ayambet Indrajitu Megaforwin Nasgorbet Sateslot https://103.123.158.92/vvip/ Ayambet Indrajitu Megaforwin Sateslot Bimatoto Plnslot Buditogel Nasgorbet Acong88 Ayambet Indrajitu Megaforwin Nasgorbet Plnslot Sateslot Ayambet Indrajitu Megaforwin Nasgorbet Sateslot gacor slot terpercaya sibela Indrajitu Indrajitu