JAKARTA, WNN.CO.ID – Terkuaknya alasan pertemuan delapan organisasi aparatur pemerintahan desa (kades dan perangkat desa) yaitu menyampaikan aspirasi. Koordinator Nasional Desa Bersatu, Muhammad Asri Anas mengklaim, tindakan para kades dan perangkat desa itu bukanlah bentuk kampanye.
Masalah tersebut banjir kritik, salah satunya datang dari Ketua Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (Ketum KNPI) sekaligus juru bicara (Jubir) Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar – Mahfud, Haris Pertama.
‘’Berdasarkan keterangan Koordinator Nasional Desa Bersatu, ia mengaku menyampaikan aspirasi. Ya kalau benar demikian harusnya semua pasangan capres dan cawapres diundang. Ini kan namanya sudah praktik politik tidak sehat?,’’ tanya Haris Pertama, di Jakarta, pada Kamis pagi (23/11/2023).
Haris menjelaskan bahwa penyampaian aspirasi kepala desa (Kades) kepada Cawapres Gibran Rakabuming Raka tidak masuk akal. ‘’Bagaimana mungkin Cawapres Gibran bisa menerima aspirasi aparat desa, padahal dari pencalonannya saja menuai banyak polemik. Terus, apa sudah yakin menang? Kalau kalah bagaimana?,’’ jelas Haris dengan nada tanda tanya.
Menurut Haris, praktik seperti ini, jelas melanggar aturan dan tidak mengindahkan UU Pemilu dan UU Desa. ‘’Dukungan para aparatur pemerintahan desa yang memberikan sinyal dukungan kepada pasangan calon Prabowo – Gibran tidak etis dan merusak tatanan demokrasi. Meskipun dilakukan di luar tahapan kampanye, tetapi ini menjadi awal potensi dugaan pelanggaran yang rentan terjadi,’’ ungkap Haris.
Karenanya, literasi hukum seorang Cawapres Gibran perlu dipertanyakan. ‘’Larangan perangkat desa berpolitik praktis telah tertuang dalam Pasal 280 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (Pemilu). Ini jelas aturannya. Kok bisa seorang cawapres tidak paham aturan, ini bisa jadi cawapres yang punya literasi hukum perlu dipertanyakan,’’ ujar Haris.
Haris juga meyakini masyarakat saat ini sudah cerdas menilai pemimpin yang berproses atau yang minim pengalaman. ‘’Ya jangan bodohi masyarakat dengan drama seperti drakor ini. Pastinya masyarakat saat ini sudah cerdas dan bisa menilai mana calon pemimpin yang berproses dan mana yang karbitan,’’ sentil Haris.(wnn01)







