MATARAM, WNN.CO.ID — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) memastikan tidak hanya menjadi tuan rumah, tetapi tampil sebagai host yang benar-benar total dalam penyelenggaraan Pocari Sweat Run Lombok 2026 yang akan digelar pada 11–12 Juli 2026 mendatang.
Komitmen itu disampaikan Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, saat rapat koordinasi (Rakor) bersama manajemen Pocari Sweat, di Kantor Gubernur NTB, Kamis (19/2/2026).
Menurutnya, ajang lari modern bukan lagi sekadar start dan finish—melainkan pengalaman. “Runner harus pulang membawa cerita, bukan hanya medali. Mereka harus merasa aman, nyaman, dan benar-benar menikmati Lombok,” tegasnya.
Pemprov NTB menyiapkan dukungan menyeluruh: dari keamanan, kesehatan, hingga kenyamanan perjalanan peserta. Koordinasi lintas sektor langsung digerakkan—melibatkan OPD, pemerintah kabupaten/kota, dan aparat keamanan.
Pengamanan terpadu bersama Polda NTB disiapkan, lengkap dengan layanan medis dan sistem manajemen risiko di sepanjang rute. Akses menuju lokasi pun dibuat simpel: shuttle bandara – Mandalika – Mataram, dorongan extra flight maskapai, paket bundling tiket pesawat + hotel, diskon akomodasi khusus peserta. Artinya, pelari tinggal fokus latihan. Urusan logistik? Diurus panitia.
Penyelenggara menghadirkan konsep lebih immersive. Selama tiga hari, event ini berubah menjadi festival sport tourism: race expo, pertunjukan budaya lokal, booth UMKM, rute lari melintasi desa sekitar Mandalika.
Bahkan detail kecil dibuat memorable: jersey bertema budaya, traditional cheer zone, hingga program “tourism with medals” agar peserta merasakan Lombok secara utuh—alam, tradisi, sampai kuliner.
Marketing Director Pocari Sweat, Puspita Winawati, menyebut keberhasilan tahun lalu menjadi alasan Lombok kembali dipilih. Pada 2025, sekitar 9.000 pelari ikut serta dari target awal 4.000 peserta, dengan 70% berasal dari luar daerah.
Tahun ini targetnya naik menjadi lebih dari 13.000 peserta. Lonjakan tersebut diproyeksikan berdampak langsung pada: okupansi hotel, transportasi, restoran, UMKM lokal.
Pemprov NTB juga menyiapkan sentra UMKM di sekitar lokasi bersama Dekranasda. Ribuan tenaga kerja lokal diperkirakan terserap sepanjang rangkaian acara.
Kolaborasi pemerintah dan penyelenggara menjadikan Pocari Sweat Run Lombok 2026 bukan sekadar lomba lari, tetapi panggung promosi pariwisata. Ajang ini diproyeksikan memperkuat posisi Lombok sebagai destinasi sport tourism unggulan nasional—menuju standar internasional. Karena di era sekarang, pelari tidak hanya mengejar pace, mereka juga mengejar pengalaman.(wnn01)







