Pemprov NTB Pastikan TPG dan THR Guru Tetap Cair, Proses Administrasi Dipercepat

- Jurnalis

Senin, 23 Februari 2026 - 14:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kadis Kominfotik NTB, H Ahsanul Khalik.

Kadis Kominfotik NTB, H Ahsanul Khalik.

MATARAM, WNN.CO.ID — Setelah menjadi perbincangan hangat, termasuk di media sosial, kabar soal pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) dan Tunjangan Hari Raya (THR) akhirnya mendapat kejelasan.

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) menegaskan bahwa hak para guru tetap aman dan akan dibayarkan penuh pada Tahun Anggaran 2025.

Meski pencairan belum terealisasi hingga awal 2026, pemerintah memastikan keterlambatan ini bukan akibat kelalaian, melainkan proses administratif yang harus ditempuh sesuai regulasi keuangan daerah.

Kepala Dinas Kominfotik NTB sekaligus Juru Bicara Pemprov NTB, Ahsanul Khalik, menjelaskan bahwa pemerintah memahami kegelisahan para pendidik yang menanti kepastian.

“Kami memahami keresahan para guru. Namun perlu ditegaskan, ini bukan soal abai atau lalai. Ada mekanisme anggaran yang wajib dilalui agar pencairan sah secara hukum dan tidak menimbulkan persoalan administratif di kemudian hari,” ujarnya.

Kenapa Bisa Terlambat? Menurut Ahsanul Khalik, akar persoalan terletak pada waktu masuknya dana ke kas daerah. Untuk guru kabupaten/kota, dana TPG dan THR telah diterima sebelum pengesahan APBD 2026, sehingga bisa langsung dianggarkan dan dicairkan.

Berbeda halnya dengan guru di bawah kewenangan provinsi. Dana baru diterima setelah APBD 2026 disahkan. Artinya, anggaran tersebut tidak bisa langsung dibelanjakan dan harus melalui proses pergeseran APBD terlebih dahulu.

Proses ini melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan dilakukan secara kolektif, bukan hanya oleh satu instansi. Saat ini, seluruh OPD disebut tengah bekerja simultan untuk mempercepat tahapan tersebut.

Selain itu, terdapat kekurangan anggaran lebih dari Rp1 miliar yang masih dalam tahap konsolidasi agar pembayaran dapat dilakukan secara utuh dan sesuai data penerima.

“Ini bukan sekadar teknis keuangan. Ini soal kepatuhan pada prosedur hukum. Kita ingin memastikan tidak ada kesalahan administrasi yang berpotensi menimbulkan risiko hukum,” tegasnya.

Pemprov NTB memastikan tidak ada satu pun guru yang akan kehilangan haknya. TPG dan THR tetap menjadi prioritas dan akan direalisasikan segera setelah tahapan administratif rampung.

Pemerintah juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada para guru di seluruh wilayah NTB—dari pesisir barat seperti Pantai Pondok Perasi hingga wilayah timur di Sape, Bima.

“Kami memohon maaf sebesar-besarnya kepada para guru di mana pun berada. Mohon bersabar. Begitu pergeseran anggaran selesai, pembayaran segera diajukan ke BKAD. Insya Allah minggu ini sudah berproses,” ungkapnya.

Di tengah era keterbukaan informasi dan kecepatan arus komunikasi, pemerintah menyadari pentingnya memberikan penjelasan yang jernih dan akuntabel. Aspirasi guru yang ramai disuarakan di berbagai kanal, termasuk media sosial, disebut menjadi perhatian serius.

Pesan yang ingin ditegaskan sederhana namun penting: hak guru tetap terjamin—yang sedang berjalan adalah prosesnya.

Bagi para pendidik yang setiap hari membangun masa depan generasi, kepastian ini diharapkan menjadi penenang. Bahwa dedikasi mereka tidak diabaikan, dan komitmen negara tetap berdiri di belakang mereka.(wnn01)

Berita Terkait

Terbongkar! Tiga Terduga Pelaku Curanmor di Lombok Timur Ditangkap, Polisi Sita 9 Sepeda Motor
501 Ribu KK di Lombok Timur Didata Ulang, Pemkab Kejar Akurasi DTSEN demi Bansos Tepat Sasaran
OSS Tersendat karena RTRW, Pemprov NTB Bergerak Cepat Selamatkan Investasi
AJBI Bertemu Wapres Gibran, Dorong Beasiswa Global dan Korporasi Demi Pendidikan Berkualitas di Indonesia
Alunan Budaya Pringgasela Masuk KEN 2026, Wabup Lombok Timur Lepas Jalan Sehat Ribuan Warga
Tak Lagi Andalkan Pemutihan, Pemprov NTB Beri Hadiah Emas bagi Wajib Pajak Taat
Nobar Final Piala Dunia 2026 di Halaman Bumi Gora, Gubernur Iqbal Undang Seluruh Masyarakat Tanpa Sekat
Tak Lagi Kumuh dan Berbau, Menteri Trenggono Ingin KNMP Bintaro Jadi Wajah Baru Pasar Ikan Indonesia

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:30 WIB

Reformasi Politik, Hukum, dan Birokrasi Poin 7 Asta Cita Penerang Indonesia Sejahtera

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:07 WIB

PN Cikarang Tolak Seluruh Eksepsi ST Rogaya, Kini Bersiap Hadapi Pembuktian di Persidangan

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:14 WIB

OTT KPK Guncang Lombok Barat, Fauzan Khalid Minta ASN Tetap Profesional dan Layani Warga

Rabu, 15 Juli 2026 - 16:02 WIB

Guru Honorer Tercecer dari Database BKN, Fauzan Khalid Desak Sinkronisasi Dapodik dan PPPK

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:03 WIB

Sidang Kasus ST. Rogaya di PN Cikarang Simpang Siur, Pengadilan Sebut Tertutup, Kejari Akhirnya Klarifikasi Terbuka

Senin, 13 Juli 2026 - 13:05 WIB

Dugaan Alamat Fiktif Warnai SPMB SMA Jalur Domisili di NTB, Ombudsman Ungkap Celah Verifikasi

Minggu, 12 Juli 2026 - 19:01 WIB

STN-LMND Resmi Bentuk Sekretariat Bersama, Fokus Percepat Brigade Pangan dan Koperasi Desa Merah Putih

Sabtu, 11 Juli 2026 - 18:38 WIB

Mengapa Korupsi Masih Terjadi? Fahri Hamzah: Jawabannya Ada pada Sistem, Bukan Moral

Berita Terbaru

Indrajitu Slot Indrajitu Slot Gacor indrajitu sateslot ayambet slot gacor hari ini acong88 ayambet sate slot indrajitu megaforwin nasgorbet Ayambet Indrajitu Megaforwin Nasgorbet Sateslot https://103.123.158.92/vvip/ Ayambet Indrajitu Megaforwin Sateslot Bimatoto Plnslot Buditogel Nasgorbet Acong88 Ayambet Indrajitu Megaforwin Nasgorbet Plnslot Sateslot Ayambet Indrajitu Megaforwin Nasgorbet Sateslot gacor slot terpercaya sibela Indrajitu Indrajitu