LOMBOK TIMUR, WNN.CO.ID – Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin didampingi Sekretaris Daerah (Sekda), HM Juaini Taofik menerima audiensi Dinas Perindustrian Provinsi Nusa Tenggara Barat (Disperin NTB) bersama Perum Bulog, pada Rabu (6/5/2026).
Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat Bupati itu membahas sejumlah program strategis, mulai dari pengembangan desa berdaya, hilirisasi potensi daerah, hingga penguatan ketahanan pangan di Lombok Timur.
Dalam pertemuan tersebut, komoditas porang menjadi salah satu fokus utama pembahasan.
Bupati Haerul Warisin menyebut harga porang di Lombok Timur saat ini mencapai Rp10.200 per kilogram, bahkan melampaui harga yang ditetapkan Bulog.
“Porang menjadi salah satu andalan daerah. Perawatannya relatif mudah karena tidak memerlukan pupuk khusus, dan waktu panennya fleksibel sesuai keinginan petani,” ujarnya.
Ia menjelaskan, produksi porang di Lombok Timur saat ini mampu mencapai 50 hingga 60 ton per hari, mulai dari umbi hingga menjadi tepung.
Pemerintah daerah juga disebut terus melakukan pengawasan agar produksi tetap stabil dan berkualitas.
Tujuh Desa Berdaya Jadi PrioritasSelain porang, pembahasan juga menyoroti program desa berdaya yang saat ini menyasar tujuh desa di Lombok Timur, yakni Tetebatu, Sakra, Pijot, Pringgabaya Utara, Sembalun Bumbung, Pesanggrahan, dan Lendang Nangka Utara.
Bupati meminta pemerintah provinsi melakukan identifikasi kebutuhan spesifik di masing-masing desa agar intervensi program lebih tepat sasaran.
Ia juga mengusulkan penyaluran bantuan sembako menggunakan kartu khusus untuk mempermudah distribusi sekaligus meningkatkan akurasi penerima manfaat.
Di sektor pertanian, Pemkab Lombok Timur turut menaruh perhatian pada pengendalian inflasi, terutama untuk komoditas cabai dan sayuran.
Masyarakat didorong memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam kebutuhan pangan sehari-hari.
Sebelumnya, pemerintah daerah juga sempat mendatangkan pasokan cabai dari Sulawesi guna menjaga stabilitas harga di pasar.
Sebagai upaya meningkatkan kualitas dan produktivitas pertanian, Pemkab Lombok Timur telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp1,5 miliar untuk pembangunan greenhouse.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Nusa Tenggara Barat Lalu Wiranata menyampaikan terdapat sekitar 40 desa di NTB yang masuk program desa berdaya, dengan tujuh desa berada di wilayah Lombok Timur.
Program tersebut difokuskan untuk desa dengan kategori miskin ekstrem melalui bantuan stimulan dan penguatan ekonomi lokal berbasis potensi desa.
Menurutnya, Lombok Timur juga memiliki peluang besar dalam pengembangan hilirisasi dengan lebih dari 30 sektor yang mulai dikembangkan.
Namun, masih banyak potensi daerah yang dinilai belum tergarap maksimal.Dalam audiensi itu juga terungkap adanya minat investor asal Malaysia untuk pengembangan komoditas kelapa di Lombok Timur.
Di sisi lain, Wakil Pimpinan Wilayah Perum Bulog NTB, Rizal, menyatakan kesiapan Bulog mendukung program ketahanan pangan daerah, termasuk pengadaan beras dan operasi pangan murah di tujuh desa berdaya.
Audiensi ini diharapkan memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, dan berbagai pihak terkait dalam mendorong pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal di Lombok Timur.(wnn07)







