Presiden Prabowo Konsolidasikan Menteri Ekonomi di Hambalang, Diplomasi Harus Untung Nyata

- Jurnalis

Minggu, 15 Februari 2026 - 19:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto saat mengumpulkan menteri terkait ekonomi di kediaman pribadinya, di Hambalang, Bogor, pada Minggu (15/2/2026).

Presiden Prabowo Subianto saat mengumpulkan menteri terkait ekonomi di kediaman pribadinya, di Hambalang, Bogor, pada Minggu (15/2/2026).

BOGOR, WNN.CO.ID — Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan jajaran menteri sektor ekonomi dalam pertemuan tertutup di kediaman pribadinya, Hambalang, Minggu sore (15/2/2026).

Agenda ini bukan sekadar rapat rutin, melainkan forum konsolidasi arah ekonomi nasional menjelang berbagai negosiasi internasional penting, termasuk dengan Amerika Serikat.

Dalam pengarahan yang disampaikan, Presiden menegaskan Indonesia tidak boleh lagi berada pada posisi reaktif dalam percaturan global. Negara harus hadir sebagai pemain yang sadar nilai tawarnya sendiri.

Setiap negosiasi harus menghasilkan manfaat nyata bagi Indonesia. Pesan itu menjadi benang merah rapat: diplomasi ekonomi tidak boleh berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi harus berdampak langsung terhadap kesejahteraan nasional.

Presiden Prabowo juga menekankan bahwa perundingan internasional kini bukan lagi hanya soal tarif dan perdagangan. Yang dipertaruhkan adalah masa depan industri dalam negeri.

Ia meminta seluruh kesepakatan luar negeri untuk meningkatkan produktivitas industri nasional, memperkuat posisi Indonesia dalam global supply chain, menciptakan nilai tambah di dalam negeri.

Dengan kata lain, kerja sama global harus memperdalam ekonomi domestik, bukan hanya memperbesar angka ekspor. Arahan tersebut menandai pendekatan baru yang lebih praktis: keberhasilan kebijakan diukur dari dampaknya, bukan dari banyaknya perjanjian.

Presiden Prabowo ingin pemerintah dalam setiap langkah ekonomi berujung pada pertumbuhan industri riil, investasi berkualitas, posisi strategis Indonesia di pasar global.

Pendekatan ini menegaskan pergeseran paradigma: diplomasi bukan lagi soal citra, melainkan soal hasil. Bagi pemerintah, kesepakatan internasional kini harus bekerja untuk Indonesia, bukan sekadar tercatat atas nama Indonesia.(wnn01)

Berita Terkait

Reformasi Politik, Hukum, dan Birokrasi Poin 7 Asta Cita Penerang Indonesia Sejahtera
PN Cikarang Tolak Seluruh Eksepsi ST Rogaya, Kini Bersiap Hadapi Pembuktian di Persidangan
AJBI Bertemu Wapres Gibran, Dorong Beasiswa Global dan Korporasi Demi Pendidikan Berkualitas di Indonesia
OTT KPK Guncang Lombok Barat, Fauzan Khalid Minta ASN Tetap Profesional dan Layani Warga
Tak Lagi Andalkan Pemutihan, Pemprov NTB Beri Hadiah Emas bagi Wajib Pajak Taat
Tak Lagi Kumuh dan Berbau, Menteri Trenggono Ingin KNMP Bintaro Jadi Wajah Baru Pasar Ikan Indonesia
NTB Gandeng Maroko Perkuat Investasi, Gubernur Iqbal Tawarkan Pariwisata hingga Energi Hijau
Proyek PLN Energi Gas di Benoa Bali Capai 87,57 Persen, Dewan Komisaris Pastikan Tak Ada Kebocoran Uang Negara

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:30 WIB

Reformasi Politik, Hukum, dan Birokrasi Poin 7 Asta Cita Penerang Indonesia Sejahtera

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:07 WIB

PN Cikarang Tolak Seluruh Eksepsi ST Rogaya, Kini Bersiap Hadapi Pembuktian di Persidangan

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:14 WIB

OTT KPK Guncang Lombok Barat, Fauzan Khalid Minta ASN Tetap Profesional dan Layani Warga

Rabu, 15 Juli 2026 - 16:02 WIB

Guru Honorer Tercecer dari Database BKN, Fauzan Khalid Desak Sinkronisasi Dapodik dan PPPK

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:03 WIB

Sidang Kasus ST. Rogaya di PN Cikarang Simpang Siur, Pengadilan Sebut Tertutup, Kejari Akhirnya Klarifikasi Terbuka

Senin, 13 Juli 2026 - 13:05 WIB

Dugaan Alamat Fiktif Warnai SPMB SMA Jalur Domisili di NTB, Ombudsman Ungkap Celah Verifikasi

Minggu, 12 Juli 2026 - 19:01 WIB

STN-LMND Resmi Bentuk Sekretariat Bersama, Fokus Percepat Brigade Pangan dan Koperasi Desa Merah Putih

Sabtu, 11 Juli 2026 - 18:38 WIB

Mengapa Korupsi Masih Terjadi? Fahri Hamzah: Jawabannya Ada pada Sistem, Bukan Moral

Berita Terbaru

Indrajitu Slot Indrajitu Slot Gacor indrajitu sateslot ayambet slot gacor hari ini acong88 ayambet sate slot indrajitu megaforwin nasgorbet Ayambet Indrajitu Megaforwin Nasgorbet Sateslot https://103.123.158.92/vvip/ Ayambet Indrajitu Megaforwin Sateslot Bimatoto Plnslot Buditogel Nasgorbet Acong88 Ayambet Indrajitu Megaforwin Nasgorbet Plnslot Sateslot Ayambet Indrajitu Megaforwin Nasgorbet Sateslot gacor slot terpercaya sibela Indrajitu Indrajitu