STN dan Kementan Bahas Masa Depan Pertanian Indonesia, dari Akses Lahan hingga Teknologi

- Jurnalis

Selasa, 23 Juni 2026 - 07:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PP STN saat mengunjungi Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan RI, Senin (22/6/2026).

PP STN saat mengunjungi Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan RI, Senin (22/6/2026).

Pimpinan Pusat Serikat Tani Nelayan (PP STN) bertemu Kementerian Pertanian (Kementan) dan menyatakan kesiapan menjadi Social Agribusiness Operator untuk memperkuat Brigade Pangan, hilirisasi pertanian, serta menjembatani kebijakan negara dengan kebutuhan petani Indonesia.

JAKARTA, WNN.CO.ID – Pimpinan Pusat Serikat Tani Nelayan (PP STN) menegaskan komitmennya untuk menjadi penghubung antara negara dan petani dalam memperkuat pembangunan pertanian nasional.

Komitmen tersebut disampaikan dalam pertemuan dan diskusi bersama Direktorat Jenderal (Ditjen) Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI), di Jakarta, Senin (22/6/2026).

Pertemuan yang berlangsung selama sekitar satu setengah jam itu membahas berbagai persoalan strategis sektor pertanian, mulai dari produksi pangan, hilirisasi pertanian, hingga pengembangan Program Brigade Pangan yang saat ini menjadi salah satu fokus pemerintah dalam mendorong regenerasi petani dan modernisasi pertanian.

Diskusi dipimpin oleh Direktur Aneka Kacang dan Umbi, Dr. Ir. Dyah Susilokarti, M.P., bersama sejumlah pejabat Direktorat Jenderal Tanaman Pangan.

Sementara dari PP STN hadir Ketua Umum Ahmad Rifa’i, Deputi Bidang Politik Samsudin Saman, dan Deputi Bidang Tani Rinaldi.

Ketua Umum PP STN, Ahmad Rifa’i mengatakan, pembahasan awalnya berfokus pada pengalaman organisasi dalam mendampingi masyarakat tani di sejumlah wilayah, termasuk daerah yang menghadapi konflik agraria. Namun, diskusi kemudian berkembang pada evaluasi dan penguatan Program Brigade Pangan.

“Awalnya kami berbicara tentang berbagai praktik lapangan yang selama ini kami lakukan. Dari situ pembahasan berkembang hingga cukup mendalam membicarakan Brigade Pangan, termasuk berbagai tantangan dan peluang yang ada di lapangan,” ujar Rifa’i.

Menurutnya, meskipun Program Brigade Pangan berada di bawah direktorat yang berbeda, pengalaman dan keterlibatan Dr. Dyah sebagai Koordinator Wilayah Brigade Pangan di Nusa Tenggara Barat membuat diskusi berlangsung lebih substansial dan produktif.

Dalam kesempatan tersebut, Deputi Bidang Tani PP STN, Rinaldi, mendapat ruang untuk memaparkan sejumlah pandangan dan masukan terkait arah pembangunan pertanian nasional.

Rinaldi menilai Program Brigade Pangan merupakan salah satu langkah strategis pemerintah dalam membangun sumber daya manusia pertanian, khususnya generasi muda, sekaligus menghubungkan kembali rantai pertanian yang selama ini mulai terputus.

“Persoalan utama petani saat ini masih berkisar pada akses lahan, teknologi yang terjangkau dan modern, serta penguatan budaya pertanian kolektif. Kami melihat Brigade Pangan mampu menjawab kebutuhan tersebut karena tidak hanya menyediakan akses lahan, tetapi juga teknologi, modal, hingga dukungan distribusi hasil panen,” jelasnya.

Dalam forum tersebut, STN juga menawarkan diri sebagai Social Agribusiness Operator (SAO), sebuah model kolaborasi yang dirancang untuk memperkuat implementasi kebijakan pertanian di tingkat akar rumput.

Melalui konsep tersebut, STN tidak ingin sekadar menjadi penerima manfaat program pemerintah, melainkan berperan sebagai penghubung dan integrator rantai nilai pangan dari sektor hulu hingga hilir.

“STN ingin mengambil peran aktif sebagai mitra pembangunan. Kehadiran Social Agribusiness Operator (SAO) bertujuan memastikan setiap kebijakan pertanian dapat dijalankan secara efektif, terukur, dan benar-benar memberikan manfaat bagi petani,” tambah Rinaldi.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Dr. Dyah Susilokarti menyambut baik gagasan yang disampaikan PP STN. Ia menegaskan bahwa berbagai usulan yang berkembang dalam diskusi akan diteruskan kepada pihak yang membidangi Program Brigade Pangan.

Menurutnya, keterlibatan organisasi masyarakat yang memiliki pengalaman langsung mendampingi petani akan menjadi nilai tambah dalam memperkuat efektivitas program-program pembangunan pertanian nasional.

“Mudah-mudahan ke depan ketika ada forum atau pertemuan yang membahas Brigade Pangan, STN dapat ikut terlibat sehingga gagasan dan pengalaman yang dimiliki bisa disampaikan secara lebih luas,” ujarnya.

Sebagai informasi, usulan STN untuk berperan sebagai Social Agribusiness Operator (SAO) dinilai sebagai salah satu inovasi dalam pembangunan pertanian Indonesia.

Model ini menawarkan perpaduan antara profesionalisme pengelolaan agribisnis dan kekuatan sosial masyarakat sipil, sehingga diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan pertanian yang selama ini masih bersifat top-down.

Dengan pendekatan tersebut, STN optimistis dapat menjadi jembatan yang mempertemukan kepentingan negara, petani, dan pelaku usaha dalam mewujudkan sistem pertanian yang lebih produktif, modern, dan berkelanjutan.(wnn01)

Berita Terkait

Reformasi Politik, Hukum, dan Birokrasi Poin 7 Asta Cita Penerang Indonesia Sejahtera
PN Cikarang Tolak Seluruh Eksepsi ST Rogaya, Kini Bersiap Hadapi Pembuktian di Persidangan
AJBI Bertemu Wapres Gibran, Dorong Beasiswa Global dan Korporasi Demi Pendidikan Berkualitas di Indonesia
OTT KPK Guncang Lombok Barat, Fauzan Khalid Minta ASN Tetap Profesional dan Layani Warga
Tak Lagi Andalkan Pemutihan, Pemprov NTB Beri Hadiah Emas bagi Wajib Pajak Taat
Tak Lagi Kumuh dan Berbau, Menteri Trenggono Ingin KNMP Bintaro Jadi Wajah Baru Pasar Ikan Indonesia
NTB Gandeng Maroko Perkuat Investasi, Gubernur Iqbal Tawarkan Pariwisata hingga Energi Hijau
Proyek PLN Energi Gas di Benoa Bali Capai 87,57 Persen, Dewan Komisaris Pastikan Tak Ada Kebocoran Uang Negara

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:30 WIB

Reformasi Politik, Hukum, dan Birokrasi Poin 7 Asta Cita Penerang Indonesia Sejahtera

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:07 WIB

PN Cikarang Tolak Seluruh Eksepsi ST Rogaya, Kini Bersiap Hadapi Pembuktian di Persidangan

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:14 WIB

OTT KPK Guncang Lombok Barat, Fauzan Khalid Minta ASN Tetap Profesional dan Layani Warga

Rabu, 15 Juli 2026 - 16:02 WIB

Guru Honorer Tercecer dari Database BKN, Fauzan Khalid Desak Sinkronisasi Dapodik dan PPPK

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:03 WIB

Sidang Kasus ST. Rogaya di PN Cikarang Simpang Siur, Pengadilan Sebut Tertutup, Kejari Akhirnya Klarifikasi Terbuka

Senin, 13 Juli 2026 - 13:05 WIB

Dugaan Alamat Fiktif Warnai SPMB SMA Jalur Domisili di NTB, Ombudsman Ungkap Celah Verifikasi

Minggu, 12 Juli 2026 - 19:01 WIB

STN-LMND Resmi Bentuk Sekretariat Bersama, Fokus Percepat Brigade Pangan dan Koperasi Desa Merah Putih

Sabtu, 11 Juli 2026 - 18:38 WIB

Mengapa Korupsi Masih Terjadi? Fahri Hamzah: Jawabannya Ada pada Sistem, Bukan Moral

Berita Terbaru

Indrajitu Slot Indrajitu Slot Gacor indrajitu sateslot ayambet slot gacor hari ini acong88 ayambet sate slot indrajitu megaforwin nasgorbet Ayambet Indrajitu Megaforwin Nasgorbet Sateslot https://103.123.158.92/vvip/ Ayambet Indrajitu Megaforwin Sateslot Bimatoto Plnslot Buditogel Nasgorbet Acong88 Ayambet Indrajitu Megaforwin Nasgorbet Plnslot Sateslot Ayambet Indrajitu Megaforwin Nasgorbet Sateslot gacor slot terpercaya sibela Indrajitu Indrajitu