JAKARTA, WNN.CO.ID – ASEAN Indo-Pacific Forum (AIPF) 2023 mempunyai 3 (tiga) agenda utama. Pertama, infrastruktur hijau dan rantai pasok yang resilien yang tumbuh lebih kokoh melalui hilirisasi industri dan pembangunan ekosistem EV sebagai contoh konkret membangun rantai pasok di kawasan.
Agenda kedua, pembiayaan berkelanjutan dan inovatif, ASEAN membutuhkan USD29,4 triliun, untuk transisi energi dan dibutuhkan skema pembiayaan inovatif melalui paket kemitraan yang profitable dan sustainable.
Agenda ketiga terkait transformasi digital dan ekonomi kreatif. Di mana, ekonomi digital ASEAN pada tahun 2030 mendatang diperkirakan tumbuh hingga USD1 triliun. Karenanya, inovasi digital perlu diperkuat untuk mendukung ekonomi kreatif dan mendorong kemajuan UMKM.
Presiden Jokowi mengapresiasi dukungan dan kontribusi negara-negara ASEAN dan mitra ASEAN, sehingga dapat mengumpulkan 93 proyek kerja sama dengan nilai USD38,2 miliar, dan 73 proyek potensial senilai USD 17,8 miliar.
‘’Ini mencerminkan komitmen kita, to walk the talk, bersama-sama membangun Indo-Pasifik yang damai, stabil, dan makmur. ASEAN akan terus terbuka dalam berkolaborasi dan membangun kerja sama yang inklusif, sekaligus pertebal strategic trust di Indo Pasifik,’’ kata Presiden Jokowi, di sela-sela membuka ASEAN Indo-Pacific Forum (AIPF) 2023: Implementation of the ASEAN Outlook of the Indo-Pacific, di Hotel Mulia Jakarta, Selasa (5/9/2023).(wnn01)







