Mengapa BI Tiba-Tiba Naikkan Suku Bunga Jadi 5,50 Persen? Ini Alasannya

- Jurnalis

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ramdan Denny Prakoso.

Ramdan Denny Prakoso.

Bank Indonesia (BI) menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen sebagai langkah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan inflasi, dan menarik kembali aliran investasi asing di tengah gejolak global.

JAKARTA, WNN.CO.ID – Bank Indonesia (BI) kembali memperketat kebijakan moneternya dengan menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,50 persen.

Langkah ini diambil sebagai upaya lanjutan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah yang menghadapi tekanan akibat meningkatnya ketidakpastian ekonomi global.

Keputusan tersebut ditetapkan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mingguan Bank Indonesia yang digelar pada Selasa, 9 Juni 2026.

Selain menaikkan BI-Rate, BI juga meningkatkan suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 4,50 persen dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 6,25 persen.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, mengatakan kebijakan ini merupakan langkah pre-emptive untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah gejolak global yang masih tinggi, termasuk dampak konflik di Timur Tengah yang memicu volatilitas pasar keuangan internasional.

“Kebijakan ini ditempuh untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah sekaligus memastikan inflasi pada 2026 dan 2027 tetap berada dalam sasaran 2,5±1 persen yang telah ditetapkan pemerintah,” ujar Ramdan dalam keterangannya, di Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Bank Indonesia mengungkapkan bahwa sejak RDG Bulanan pada 19-20 Mei 2026, pergerakan rupiah tercatat lebih lemah dibandingkan perkiraan sebelumnya.

Kondisi tersebut dipengaruhi oleh berlanjutnya gejolak global, tingginya permintaan valuta asing di dalam negeri, serta meningkatnya aliran keluar investasi portofolio asing dari Indonesia.

Untuk merespons kondisi tersebut, BI menilai diperlukan kebijakan tambahan guna meningkatkan daya tarik investasi di pasar keuangan domestik sekaligus memperkuat ketahanan eksternal ekonomi Indonesia.

Selain menaikkan BI-Rate, Bank Indonesia juga meluncurkan sejumlah kebijakan pendukung yang diarahkan untuk menarik kembali aliran modal asing ke dalam negeri.

Pertama, BI akan meningkatkan struktur suku bunga Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) untuk seluruh tenor 6 bulan, 9 bulan, dan 12 bulan. Kebijakan ini bertujuan meningkatkan imbal hasil investasi sehingga instrumen keuangan Indonesia tetap kompetitif dibandingkan negara lain.

Kedua, Bank Indonesia memberikan insentif berupa penurunan biaya swap lindung nilai (hedging swap) bagi investor asing sebesar 10 persen. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan minat investor asing sekaligus mengurangi beban biaya yang selama ini mereka tanggung.

Ketiga, BI membuka kembali fasilitas lelang repurchase agreement (repo) dengan tenor 3 bulan, 6 bulan, 9 bulan, dan 12 bulan bagi perbankan. Kebijakan ini ditujukan untuk menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan sektor perbankan serta mendukung pertumbuhan Uang Primer (M0) tetap berada pada level dua digit.

Keempat, Bank Indonesia meningkatkan intensitas operasi moneter baik dalam rupiah maupun valuta asing. Untuk instrumen rupiah, lelang SRBI akan digelar dua kali dalam sepekan. Sementara itu, intervensi pasar valas akan diperkuat melalui transaksi spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), dan Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar internasional.

Bank Indonesia juga menegaskan akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah melalui sinergi kebijakan moneter dan fiskal guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Koordinasi tersebut sebelumnya telah disampaikan bersama oleh Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia pada 6 Juni 2026.

Fokus utama kerja sama itu adalah meningkatkan daya tarik investasi portofolio asing pada instrumen SRBI maupun Surat Berharga Negara (SBN), sekaligus menjaga kecukupan likuiditas sistem keuangan nasional.

Salah satu langkah yang ditempuh adalah memastikan pengelolaan kas pemerintah tetap berada di Bank Indonesia sehingga kebijakan fiskal dan moneter dapat berjalan selaras dalam mendukung stabilitas pasar keuangan.

Bank Indonesia optimistis fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dan memiliki daya tahan yang memadai dalam menghadapi berbagai tekanan global.

Dengan kombinasi kebijakan suku bunga, penguatan operasi moneter, serta koordinasi yang erat dengan pemerintah, BI berharap stabilitas rupiah dapat terjaga dan pertumbuhan ekonomi nasional tetap berlanjut secara berkelanjutan.(wnn01)

Berita Terkait

Ekonomi NTB Tak Lagi Bergantung Tambang, Gubernur Iqbal dan Komisi VII DPR RI Dorong Hilirisasi dan Pariwisata Berkualitas
Iming-Iming Proyek VinFast Berujung Kerugian, LBH Pro-Justitia Ungkap Dugaan Penipuan Investasi di Subang
Top 3 Saham Teknologi Paling Likuid di Makmur, Aplikasi Saham Berlisensi OJK
Jelang HUT ke-81 RI, Komut PLN Energi Gas Saiful Chaniago Serukan Pengibaran Merah Putih di Seluruh Indonesia
Sidang ST Rogaya Berlanjut, Pelapor hingga Ahli Komnas Anak Sampaikan Keterangan di Hadapan Hakim
Budidaya Lele di Mushalla Baiturrahman Jadi Inspirasi Ketahanan Pangan, Harapkan Dukungan TJSL PLN EG
Leadership Camp SMK Bina Putra Kemang ‘’Bangun Karakter dan Cinta Tanah Air’’, 800 Siswa Digembleng di Yonbekang Kostrad
Mahkamah Konstitusi: Dana Pendidikan 20 Persen Tak Boleh Dipakai untuk Program MBG, Anggaran Wajib Dipisah

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 10:02 WIB

173.706 Narapidana Terima Remisi HUT ke-81 RI, Bupati Lombok Timur Tekankan Kesempatan untuk Berubah

Jumat, 14 Agustus 2026 - 11:01 WIB

Anggaran Tanah KSB Melonjak Rp163 Miliar, FPT Laporkan Dugaan Korupsi ke Polres

Jumat, 14 Agustus 2026 - 10:03 WIB

Simpan Sabu 26,44 Gram di Hotel, Terduga Pengedar Diciduk Polisi di Sambelia Lombok Timur

Kamis, 13 Agustus 2026 - 10:02 WIB

212 Penumpang Berhasil Dievakuasi, Lima Orang Masih Dicari Usai KMP Putri Yasmin Terbakar

Rabu, 12 Agustus 2026 - 16:07 WIB

173 Orang Dievakuasi dari KMP Putri Yasmin yang Terbakar, Tim SAR Masih Cari Korban Lain

Rabu, 12 Agustus 2026 - 04:07 WIB

Jaga Rinjani dari Karhutla, Polsek Sembalun Ingatkan Pendaki Soal Puntung Rokok hingga Api Unggun

Rabu, 12 Agustus 2026 - 03:02 WIB

Bukan Sekadar Festival, Jeruk Manis Merawat Tradisi dan Kemandirian di Kaki Rinjani

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:01 WIB

Jenazah Tanpa Identitas Ditemukan di Bukit Terengan Lombok Utara, Begini Awal Penemuannya

Berita Terbaru

Indrajitu Slot Indrajitu Slot Gacor indrajitu sateslot ayambet slot gacor hari ini acong88 ayambet sate slot indrajitu megaforwin nasgorbet Ayambet Indrajitu Megaforwin Nasgorbet Sateslot https://103.123.158.92/vvip/ Ayambet Indrajitu Megaforwin Sateslot Bimatoto Plnslot Buditogel Nasgorbet Acong88 Ayambet Indrajitu Megaforwin Nasgorbet Plnslot Sateslot Ayambet Indrajitu Megaforwin Nasgorbet Sateslot gacor slot terpercaya sibela Indrajitu Indrajitu